Karyawan Grand Royal Geram

SUMBAWA BARAT—Sejumlah karyawan Grand Royal Taliwang Hotel (GRTH) Sumbawa Barat, tampak geram atas ulah oknum yang notabene eks karyawan setempat mengatasnamakan perwakilan karyawan hotel tersebut, yang menuntut gaji sesuai UMK, tanpa memperdulikan kondisi perusahaan.

Perwakilan Karyawan Grand Royal Taliwang, Syafruddin, mengaku menyayangkan sikap, salah satu bekas karyawan yang memaksa perusahaan Grand Royal Hotel menunaikan kewajiban ditengah kondisi perusahaan yang sakit.

“Ada oknum bekas karyawan mengaku ngaku mewakili karyawan lainnya, tidak benar. Tuntutan terhadap perusahaan saat ini tidak bijaksana, tidak etis dan tidak dalam waktu yang tepat. Perusahaan kondisi sakit, management bahkan mau menutup hotel,” terangnya.

Syafrudin mengatakan, oknum bekas karyawan tertentu berbicara di media dan memaksakan perusahaan membayar gaji sesuai UMK. Ia membenarkan ada aturan untuk itu, tapi jika kondisi perusahaan layak dan sesuai.

Ia menilai apa yang di sampaikan lebih kepada upaya kebohongan publik. Karyawan tidak pernah menyampaikan keluhan apapun bahkan Ia dan karyawan lainnya tak ingin dirugikan ulah satu orang oknum.

“Stop atas namakan perwakilan karyawan GRTH Sumbawa Barat, karena kami tetap berpegang teguh pada komitmen yang telah di sepakati dengan perusahaan,” tegas, Syafruddin.

Sikap Oknum tersebut tentunya dapat merugikan karyawan setempat yang tengah mencari rejeki untuk menghidupi keluarga. Tentu ada dasar karyawan menerima kondisi saat ini lebih di karena kan kondisi perusahaan yang saat ini tengah kolaps.

Keberatan atas informasi yang di sampaikan kepada publik melalui media dan jika tidak mencabut pernyataan nya, tidak menutup kemungkinan karyawan GRTH bakal menuntut balik kepada oknum dimaksud karena di anggap telah meresahkan karyawan lain.

“Tidak menutup kemungkinan Kami karyawan GRTH akan menuntut balik secara moril dan materil karena telah meresahkan karyawan yang tengah bekerja,” ancam, Syafruddin.

Tentuada alasan karyawan saat ini tidak ingin terusik oleh pihak luar, tambahnya, dikarenakan perusahaan tempat karyawan bekerja saat ini seharusnya nya sudah tutup sejak bulan Desember tahun 2014 silam akibat merugi.

Bahkan pemerintah daerah KSB meminta kepada Owner perusahaan untuk tidak menutup perusahaan nya dengan cara memberi dukungan dengan menyelenggarakan event agar biaya operasional perusahaan tidak membengkak. 

“Kami tidak mau perusahaan tempat mencari rejeki di tutup ulah satu oknum yang berkinerja buruk, kalau di tutup bagaimana kami memberi nafkah untuk keluarga masing masing, sedangkan lapangan pekerjaan saja sulit,” keluhnya.

Apalagi hotel tersebut sangat di butuhkan Kabupaten Sumbawa Barat sebagai icon hotel representatif untuk melayani kalangan bawah maupun kalangan atas, serta hotel kebanggaan Kabupaten Sumbawa Barat.

Untuk di ketahui, sambung Syafruddin membenarkan, sebagian karyawan GRTH memperoleh gaji di bawah standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) KSB, akan tetapi karyawan tidak pernah menuntut ke Disnakertrans KSB.

Pertimbangan nya, selain perusahaan benar benar mengalami kerugian bahkan karyawan secara internal telah membuat kesepakatan tertulis dengan pihak perusahaan.

Pihak direksi tidak pernah mengeluarkan ancaman dalam bentuk apapun kecuali peringatan sesuai aturan dan prosedur perusahaan.

Meski demikian, perusahaan telah melayani apa yang di utarakan oknum dimaksud (Sutikno, Red) dengan baik dan kooperatif melalui jalur hubungan industrial KSB, melalui Penyidik Polres KSB dengan surat panggilan kepolisian Nomor : B/186.aN/2018/Res Sbw Brt dan juga menempuh jalur negosiasi  secara kekeluargaan.

Tapi dengan arogansi oknum tersebut, sambung Syafruddin, menyobek surat kesepakatan yang di buat sendiri oleh kuasa hukumnya. Bahkan perusahaan pun tak pernah mengeluarkan satu pernyataan pun terkait tuntutan oknum tersebut.

Mewakili karyawan lainnya, Syafruddin mengaku apa yang di sampaikan atas dasar tidak ingin perusahaan di tutup ulah oknum luar, tutupnya.(ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *