6000 Lansia Akses Dana Santunan Melalui E-banking

Melalui program ini, seorang Lansia akan menerima dana Rp 250 ribu perbulannya. Jumlah itu akan diterima langsung sesuai nama dan data penerima santunan. Mereka, kata Hamid, bisa langsung memproses pencairan melalui transaksi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di bank bank yang ditunjuk pemerintah.
Cara ini, diyakini pemerintah bisa memangkas proses birokrasi dan menjamin penerimaan santunan langsung tepat sasaran.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Abdul Hamid, S.Pd, M.Pd


TALIWANG—Pemerintah Sumbawa Barat direncanakan menggelontorkan sedikitnya Rp 11 Miliar alokasi anggaran untuk memberikan santunan bagi masyarakat Lanjut Usia (Lansia).
Ini program lanjutan dari lima program penaggulangan sosial dan mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil yang di gagas pemerintah setempat. Kebijakan alokasi anggaran tadi, sesuai dengan hasil survey Pendamping Sosial Masyarakat (PSM) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) yang disebar Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) setempat.
‘’Kita masih perkirakan data yang masuk 6000 orang Lansia. Tapi pemerintah telah membentuk tim terpadu lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) guna menyusun Standar Operasi Prosedur (SOP) untuk itu,’’kata, Kepala Disosnakertrans Sumbawa Barat, Abdul hamid, kepada wartawan, Kamis.
SOP dibuat kata Hamid, sesuai dengan bidang tugas SKPD. Khusus Disosnakertrans, data 6000 data Lansia tersebut akan di Verifikasi ulang melalui tim peliuk ditingkat kecamatan dan desa. Merekalah yang memastikan, apakah data atau daftar penerima santunan sesuai dengan sasaran atau tidak.

Data Lansia
Kepala Dinas Sosial tenaga kerja dan Transmigrasi, Abdul Hamid, M.Pd, menunjukkan data potensi Lansia sasaran penerima Santunan dari pemerintah Sumbawa Barat

‘’Itu masih jumlah potensinya saja mas. Tapi itu dasar kita mengajukan anggaran tahun 2016. Jadi total alokasi yang rencananya akan digelontorkan sampai Rp 11 Miliar. Setelah data verifikasi masuk, nanti akan diproses pihak bank. Penerima santunan akan menerima kartu Elektronik Banking (E-banking),’’ujarnya.
Melalui program ini, seorang Lansia akan menerima dana Rp 250 ribu perbulannya. Jumlah itu akan diterima langsung sesuai nama dan data penerima santunan. Mereka, kata Hamid, bisa langsung memproses pencairan melalui transaksi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di bank bank yang ditunjuk pemerintah.
Cara ini, diyakini pemerintah bisa memangkas proses birokrasi dan menjamin penerimaan santunan langsung tepat sasaran.
Pemerintah Sumbawa Barat saat ini melanjutkan prioritas pelayanan sosial dan bantuan kredit usaha bakulan kepada pedagang, petani dan nelayan. Program tadi antara lain, bantuan usaha bagi pedagang bakulan, santunan Lansia dan penyandang disabilitas, bantuan sampan dan jaring bagi nelayan, bantuan bibit unggas dan ternak bagi peternak serta bantuan pupuk dan bibit bagi petani. Semuanya terangkum dalam satu SOP yang dibuat kemudian diverifikasi oleh tim peliuk tadi. Pemerintah manarget program ini bakal mulai terlaksana tahun 2016 ini juga.
Juru bicara pemerintah, M Endang Arianto mengatakan, pemerintah menyiapkan model kartu Pariri dan kartu Bariri. Dua kartu ini adalah satu satunya akses data yang bisa diterima para petani, pedagang, nelayan dan kaum lansia. Kartu Pariri dikhususkan bantuan sosial bagi Lansia dan penyandang disabilitas. Sementara kartu pariri adalah kartu tanggungan bagi mereka penerima bantuan pemberdayaan dan bantuan usaha. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *