Warga Bersama Polri Tolak Faham Radikal

‘’Kami disambut dengan ramah warga disana. Dialog masyarakat dan polisi searah. Saling memahami dan satu tujuan. Kami bersyukur kebersamaan dalam bulan Ramadhan ini, bisa membawa berkah buat semuanya,’’

Kasubag Humas Polres Sumbawa Barat Iptu Hopni Nepa Bureni


TALIWANG—Warga Dusun Ponjok, Desa Sapu Gara Kecamatan Brang Rea, seperti biasa melaksanaan ibadah Sholat Jum’at di Masjid Nurul Hikmah, dusun setempat, Jum’at (17/6). Seperti biasa pula, warga berkumpul ke Masjid setelah mendengar kumandang azan tanda sholat Jum’at segera dimulai.
Yang tidak biasa, hari itu sejumlah anggota polisi dari satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Sumbawa Barat ikut melaksanakan sholat jum’at disana. Mereka datang selain melaksanakan ibadah, juga tengah dalam tugas melaksanakan operasi Bina Waspada Gatarin 2016 dengan target kontra radikal atau Deradikalisasi alias anti faham Radikal yang dilarang di negara kita.
Sekitar 30 an jamaah mengikuti ibadah dan khotbah Jum’at dengan hidmad. Usai sholat Imam Masjid serta tokoh dan ulama setempat berdialog singkat dengan tim dari jajaran Binmas. Mereka merespons positif kegiatan ini. Warga menilai, faham radikal identik dengan kekerasan. Didalam islam, ini sangat tidak dibenarkan. Menurut sejumlah jamaah, Islam mengajarkan kedamaian ketenteraman dan tidak mengajarkan pemaksaan kehendak atau ideologi yang melenceng dari Al Qur’an dan Hadist.

IMG-20160617-WA0008
Pose bersama warga Dusun Ponjok Desa Sapugara sembari membentangkan spanduk tolak faham Radikal, di Masjid Nurul Hikmah dusun setempat, Jum’at

Warga menilai sebagaimana yang dicontohkan nabi besar Muhammad SAW, pemahaman agama hendaknya dilandaskan dengan akal. Dimengerti serta dapat disampaikan dengan santun serta melalui nilai nilai silaturohmi. Memaksakan cara pandang terhadap sesuatu golongan sangat tidak dibenarkan di dalam islam dan aturan hukum di Indonesia.
‘’Kami disambut dengan ramah warga disana. Dialog masyarakat dan polisi searah. Saling memahami dan satu tujuan. Kami bersyukur kebersamaan dalam bulan Ramadhan ini, bisa membawa berkah buat semuanya,’’kata juru bicara humas Polres Sumbawa Barat, Iptu Hopni Nepa Bureni, dalam siaran pers, yang diterima media, Jum’at sore.
Hopni mengatakan, kegiatan sosialisasi ini berakhir sekitar pukul 13.20 wita berjalan aman dan terkendali. Masyarakat dan polisi juga ikut berfoto bersama menyatukan komitmen guna menangkal faham radikal. Para jamaah berfoto bersama dengan spanduk yang bertuliskan ‘Mari Kita Satukan Tekad Guna mencgah Ajaran Radikalisme dan Anti Pancasila ‘.
Warga juga mengeluarkan pernyataan bersama melalui spanduk yang bertuliskan ‘kami Masyarakat Sumbawa Barat menolak faham Radikalisme dan Terorisme. Teroris adalah musuh kita bersama jangan sampai mereka ada diantara kita’. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *