Ada Yang Panik, Masrah Di Serang

Caption Foto//Ketua FORKOT, Rengga Jayadi Umar.

SUMBAWA BARAT—-Kisruh tentang penempatan kembali salah satu pejabat AMNT yang di laporkan telah di pecat perusahaan, di tuding hanya alibi sesat.

“Alibi ini sengaja di bangun oknum tertentu yang justru ketakutan terhadap posisi Masrah Jayadi,” kata, Ketua Forum Kota (Forkot) Sumbawa Barat, Rengga Jayadi, kepada wartawan di Taliwang, Sabtu (5/1).

Kritikan banyak pihak yang menyayangkan kebijakan management PT. AMNT yang mengangkat kembali saudara Masrah Jayadi, Manager Transport AMNT untuk di perbantuan sebagai, Government ProjeckĀ  di Departemen Sosial Responsibilities (SR) bentuk kepanikan pejabat tertentu. Penempatan tersebut menurutnya, justru bagus.

Apalagi, penempatan tersebut sesuai dengan mekanisme internal dan hak prerogatif management. Jadi, menurut Rengga, ini hal yang biasa.

“Aneh banyak yang bilang Masrah sudah di pecat. Saya tanya, mana surat pemecatannya atau PHK nya. Atau mana bukti audit investigasi internal yang menyebutkan Masrah bersalah,” ujar Rengga, sinis.

Ia bahkan menilai, issue yang di bangun banyak pihak terkait tekanan penempatan Masrah di jabatan baru, cenderung bermuatan politis ketimbang substansi permasalahan di tingkat internal. Menurutnya Masrah masih menjabat sebagai manager di Transport. Ia malah di perbantuan di Departemen SR. Itu artinya, Masrah justru di percaya perusahaan.

“Aneh, kok ada protes masalah internal hingga keluar. Dan ini terkesan di biarkan perusahaan. Ada apa. Masak, masalah internal sengaja di buat terekspose di luar. Yang takut ini, siapa. Kok tidak ada tindakan, ini pelanggaran SOPĀ  loh. Ini yang takut oknum pejabat SR atau pejabat politik di luar SR,” tudingnya.
Sejumlah wartawan berusaha mengkonfirmasi Manager SR Syarifuddin Djarot terkait status pemecatan Masrah. Apakah, Masrah telah resmi di pecat atau tidak?. Anehnya, Jarot tidak menjawab konfirmasi wartawan alias bungkam. (ZM.ndy-01)
Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *