Alat Berat dan Pekerja Tertimbun Longsor di Mining Area PT.AMNT

SUMBAWA BARAT—Management PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mengkonfirmasi telah terjadi reruntuhan longsor di dinding barat lubang Pit (Mining Area) di Batu Hijau, Sabtu (28/12).

Insiden itu menyebabkan sejumlah alat berat dan seorang pekerja tertimbun. Longsor terjadi saat aktifitas pengeboran horizontal atau Horizontal Drilling di area dinding tambang.

” Awalnya ada empat pekerja berada di lokasi, tiga diantaranya berhasil mengevakuasi diri dan satu terperangkap di dalam kabin alat berat, ” kata, Idayani, Superintendent Media Relations and Specialist Project, hari ini.

Aktifitas pengeboran di dinding tambang tadi, kata Idayani, di laksanakan oleh mitra bisnis perusahaan tersebut. Namun satu korban yang tertimbun berhasil di evakuasi dan segera di larikan kerumah sakit Mataram.

General Manager Operation (GMO) atau kepala tehnik tambang, Wudi Raharjo menegaskan, pihaknya telah melaporkan insiden tersebut kepada kementerian ESDM dan Kepolisian untuk dilakukan upaya penyelidikan bersama, mengenai sebab sebab reruntuhan tersebut.

“Kami telah memberikan bantuan pengobatan terhadap pekerja yang menjadi korban dan siap bekerja sama dengan pemerintah dan aparat kepolisian. Kami tidak ingin kejadian ini terulang lagi, sebab keamanan dan keselamatan kerja menjadi prioritas kami,” terangnya.

Untuk kepentingan penyelidikan, saat ini area operasional penambangan di dinding barat telah dihentikan dan diisolasi hingga selesainya investigasi dari Kementerian ESDM dan internal perusahaan.

Seorang pekerja yang tertimbun tadi dilaporkan dalam kondisi baik dan bisa berkomunikasi. Praktis, akibat kejadian ini, perusahaan tambang nasional tersebut melaporkan tidak ada korban jiwa.

Sebelumnya, media menerima informasi sejumlah saksi mata pekerja melihat kejadian runtuhnya dinding sumur tambang tersebut. FM, menelepon ibunya di Seteluk, Kecamatan Seteluk, Sumbawa Barat bahwa ia melihat langsung kejadian runtuhnya dinding sumur tersebut dan menimbun sejumlah alat berat.

Ia melihat sejumlah pekerja menyelamatkan diri dan pekerja lainnya tertimbun. Ketika itu, FM tidak jauh dari lokasi tambang. FM mengaku shok dan sangat panik. Ia terpaksa menelpon keluarga untuk mengabarkan ia selamat dari insiden tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut baik dari kepolisian setempat dan jajaran ESDM NTB, mengenai sebab sebab runtuhnya dinding sumur tambang tersebut.

Beginilah lokasi sumur tambang (pit) di Batu Hijau, Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat yang kini di kelola PT.AMNT.

LIPI Ingatkan Bahaya Longsor Ancam Area Tambang

Peneliti bidang Geoteknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adrin Tohari terkait longsor aliran yang terjadi di kawasan pertambangan.

Lebih lanjut, menurut Adrin longsor likuefaksi ini biasanya terjadi pada daerah tambang batu bara. Sebab, pada daerah tambang biasanya terdapat lapisan lempung lunak di bawah permukaan tanah. Lapisan lempung lunak inilah yang menyebabkan terjadinya longsoran.

Selain pada tambang kawasan batu bara, longsor aliran juga menurut Adrin juga bisa terjadi pada daerah tambang terbuka,(sumber, cnnindonesia, Kamis 12/10).(ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *