Aliansi Bela Islam Sumbawa, Kecam Pernyataan Presiden Prancis

“Boikot Produk Prancis, Dan Menarik Dari Pasar”

SUMBAWA BESAR, Zonamerah.net — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Sumbawa, bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan Islam lainnya, yang tergabung dalam Aliansi Bela Islam (ABI), mengecam atas pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang mengatakan, bahwa ada kelompok Islam radikal, sebuah organisasi yang mempunyai metode untuk menentang hukum Republik dan menciptakan masyarakat secara paralel untuk membangun nilai-nilai yang lain.

“Pasca itu, muncul pernyataan yang sama juga yang disampaikan oleh Presiden Prancis saat memberikan penghormatan kepada guru Samuel party, yang mengatakan bahwa Party dibunuh karena Islamis menginginkan masa depan kita,” kata Ubaidullah, M.Pd selaku Kordum Aliansi Bela Islam dikonfirmasi media ini melalui telpon seluler, pada Jum’at, (6/11).

Lanjut Ubaidullah yang sekaligus Ketua PDPM Sumbawa tersebut mengatakan, bahwa pernyataan ini sontak membuat dunia terguncang, terutama sekali umat muslim di seluruh dunia. Karena pernyataan Presiden prancis itu mengundang konflik yang menimbulkan perpecahan antar umat manusia. Lebih lanjut lagi, umat Islam merupakan keyakinan yang menganut radikalisme, dan keyakinan ini akan membuat suasana yang tidak nyaman bagi Prancis. Pernyataan ini merupakan tindakan diskriminasi terhadap agama Islam, karena dianggap agama Islam adalah agama kekerasan dan terorisme.

“Pada tanggal 23 Oktober 2020, Emmanuel Macron juga mengatakan, bahwa Islam sedang mengalami krisis di seluruh dunia. Pernyataan ini pun memojokan umat Islam di seluruh dunia, seolah-olah agama Islam merupakan agama yang tidak sehat, tidak benar dan berpotensi konflik. Sehingga apa yang disampaikan oleh Presiden Prancis itu, mencederai perasaan umat Islam di penjuru dunia, karena bersifat rasis, diskriminatif dan memecah belah persatuan antar umat beragama di dunia,” tegasnya.

Ia dengan tegas menyampaikan, bahwa apa yang dilakukan oleh orang nomor satu di negara, yang berbatasan dengan belgia ini, merupakan tindakan yang mencederai kebebasan berekspresi, kehormatan, kesucian, serta kesakralan nilai-nila dan simbol agama. Dan tindakan ini tidak boleh dibenarkan karena akan menimbulkan keretakan umat manusia di dunia.

“Tindakan ini bertentangan dengan deklarasi Hak Asasi Manusia yang dituangkan dalam Pasal 2 yang berbunyi, setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan yang tercantum dalam deklarasi ini, tanpa pembedaan dalam bentuk apapun, seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, keyakinan politik atau keyakinan lainnya, asal usul kebangsaan dan sosial, hak milik, kelahiran atau status lainnya,” ungkap Ubaidullah.

Senada dengan itu, Iwan Hariyanto SH.,MH dalam orasinya juga menyampaikan, bahwa apa yang dilakukan oleh Presiden Prancis, bertentangan dengan deklarasi Universal HAM yang diakui oleh seluruh masyarakat dunia. Sehingga tindakan dan ucapan Emmanuel Macron itu, merupakan tindakan yang tidak manusiawi, terutama sekali terhadap umat Islam sebagai kepercayaan yang membawa kedamaian bagi masyarakat dan dunia.

Padahal Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam, dan telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia. Tapi pernyataan ini tidak menimbulkan efek keras terhadap kebijakan di Prancis, yang menyangkut dengan umat Islam yang terzalimi di tanah menara Eiffel tersebut.

“Padahal keberadaan Presiden Joko Widodo sangat strategis, karena sebagai Kepala Negara dan kepala pemerintahan. Tentu memiliki kewenangan penuh terhadap akses ekonomi Prancis dan kebijakan lain menyangkut dengan Prancis di Indonesia. Oleh karena itu, kami Aliansi Bela Islam yang tergabung dari berbagai Ormas Islam menuntut agar,1. Memboikot produk prancis dan menarik dari pasar, 2. Menuntut Presiden Prancis, Emmanuel Macron untuk meminta maaf kepada seluruh umat muslim di seluruh dunia, 3. Meminta pemerintah Indonesia untuk menarik dubesnya dari Prancis, dan mengembalikan dubes Prancis ke negaranya,” demikian Iwan Hariyanto SH.,MH. (ZM.Yan)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *