AMNT Berpotensi Palsukan Akta Autentik

SUMBAWA BARAT—Saksi terlapor kasus penyerobotan hak atas tanah seluas 10.000 meter persegi di Desa Bukit Damai Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat menuduh PT.AMNT memalsukan akta autentik.

Sebelumnya, PT. AMNT menunjuk Azka Huda, komandan Security 911 melaporkan kasus penyerobotan lahan yang dikuasai Muhammad Saleh berdasarkan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) nomor 500.111/1998 tertanggal 29 November  1998 atas nama PT.Newmont.

“Kita laporkan balik karyawan PT.AMNT, Azka Huda,yang telah memberikan keterangan palsu atau tidak atas sebenarnya berdasarkan data serta fakta, dalam surat laporan kepolisian. Keterangan tidak benar dalam surat laporan kepolisian merupakan tindak pidana pemalsuan akta autentik,”ujar, Muhammad Saleh.

Muhammad Saleh menegaskan telah melakukan kroscek serta menanyakan langsung data serta kapasitas saudara Azka Huda melaporkan penyerobotan lahan yang bukan miliknya atau tidak tercantum sebagai pemilik hak. Kroscek itu dilakukan langsung kepada jajaran Reskrim Polres Sumbawa Barat.

Inilah dokumen yang menjelaskan bahwa HGB tanah yang di klaim di serobot AMNT masih berstatus milik PT. Newmont Nusa Tenggara.

Kepolisian setempat menurut Saleh mengakui Azka Huda melaporkan kasus penyerobotan itu atas nama pribadi bukan atas kuasa pemikik HGB yakni PT.Newmont Nusa Tenggara.

Azka Huda adalah karyawan biasa, yang tidak punya kapasitas menerima kuasa sebagai pengacara atau tim legal perusahaan. Atau pejabat yang terkait dengan urusan aset dan kepemilikan kekayaan perusahaan.

“Status HGB itu adalah HGB atas nama PT.Newmont, bukan AMNT. Azka Huda melaporkan atas nama pribadi sebagai karyawan yang tidak ada sangkut pautnya dengan kepemilikan lahan. Ini laporan palsu,” ujar, Muhammad Saleh.

Rencana ia selaku korban dan ketua PAC PDI P Kecamatan Maluk melaporkan management PT.AMNT dan karyawan AMNT atas nama Azka Huda melakukan pemalsuan akta autentik dan penyerobotan lahan kantor PAC PDI P, ke kepolisian Sumbawa Barat.

“Kita langsung laporkan balik penyerobotan serta pemalsuan akta autentik oleh Azka Huda dan AMNT,”ujar Saleh tegas.

Seperti biasa, management AMNT menolak dikonfirmasi. Wartawan berulang kali menelepon dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pejabat SR PT.AMNT, Ahmad Salim dan Syarifuddin Djarot, namun. Tidak pula di gubris.

Pasal 1868 KUHPerdata menerangkan akta autentik adalah akta yang dibuat dan di persiapkan oleh notaris atau pejabat resmi lainnya. Misalnya, camat selaku pejabat pembuat akta tanah. Ini termasuk surat laporan kepolisian karena disahkan dan dikeluarkan pejabat resmi kepolisian. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *