RDP DPRD Dukung Management Asy-Syffa

SUMBAWA BARAT—-Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa Barat menilai pelayanan RSUD Asy-Syifa sudah baik dan harus terus ditingkatkan dengan memberikan sejumlah masukan. Penilaian ini disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi tersebut dengan manajemen RSUD Asy-Syifa belum lama ini.Anggota Komisi III DPRD KSB, Dinata Putrawan SE mengatakan RDP ini untuk mendengar pertanggungjawaban RSUD tersebut terhadap penggunaan APBD Tahun 2017. Dari penjelasan yang diperoleh, pihaknya mengaku kinerja rumah sakit itu cukup bagus terutama dari pendapatan yang melebihi target. RSUD Asy-Syifa menargetkan pendapatan pertahun mencapai Rp 9 Milyar.

“Semakin banyaknya pengunjung semakin membutuhkan pelayanan yang lebih maksimal terutama dalam sikap dan tatacara melayani masyarakat. Kami di Komisi III masih menerima keluhan masyarakat tentang sikap RSUD yang masih kurang respek terhadap pasien dan keluarga pasien, terutama dalam pelayanan awal menyambut pasien yang baru datang. Ini yang harus diperbaiki karena masyarakat selalu menginginkan pelayanan yang sempurna,” ujar politisi PAN ini.

Petugas lanjutnya harus ramah dan memperlihatkan bahasa tubuh yang siap melayani dan merasa pasien itu berharga sehingga pelayanan yang diberikan berangkat dari hati IJS (ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh). “Dalam memberikan pelayanan memperlakukan pasien sama, tanpa pandang bulu. Kaya dan miskin harus dilayani sama, bukan berdasarkan status social pasien,” imbuhnya.

Ditemui terpisah, Direktur RSUD Asy-Syifa, dr. Carlof Sitompul mengatakan masukan dari DPRD terkait dengan masih adanya petugas kurang ramah terhadap pasien, menjadi PR-nya. Sebab ia menyadari bahwa semakin tinggi angka kunjungan kian banyak tuntutan. Namun dalam setiap pertemuan internal, Ia selalu mengingatkan jajarannya tentang keramahan. “Ini memang masalah karakter orang. Ada yang model mukanya asam padahal hatinya baik. Ada juga karakternya keras sehingga sulit tersenyum. Untuk merubah karakter ini bukan perkara mudah tapi butuh waktu dan perlahan-lahan,” kata Dokter Carlof.

Sebelum itu, Untuk pertama kalinya,  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syiffa’ meraih predikat juara dua dalam lomba Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan dan keguguran tingkat NTB. Atas prestasi itu, RSUD ini dinyatakan berhak mewakili NTB dalam ajang lomba yang sama ditingkat nasional.
Direktur RSUD Asy-Assyffa’, dr.Carlof mengatakan, bersyukur atas keberhasilan yang diraih jajarannya. Kondisi ini sebagai pelecut semangat para dokter dan petugas medis untuk terus meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat dan pasien.

“Sejatinya pelayanan KB ini, adalah pelayanan rutin yang dilakukan rumah sakit. Beberapa tahun terakhir, metode pelayanan saja yang kita tingkatkan. Seperti, Shared Decision Making dimana para petugas KB dirumah sakit melibatkan suami dan keluarga terdekat sebelum menjadi akseptor KB,” kata, Carlof dalam keterangan persnya, Kamis (3/4).

Nah, kata dia, pendekatan ini yang memungkinkan penjelasan dan penerapan standar pelayanan KB benar benar menjadi sangat efektif. Sehingga baik target dan manfaatnya mudah tercapai.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi NTB mendorong peran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asy-Syffa’ untuk meningkatkan jumlah Akseptor Keluarga Berencana (KB). Khususnya paska persalinan dan keguguran.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) kesehatan reproduksi BKKBN NTB, dr.Sofiatun menegaskan, peningkatan jumlah  Akseptor KB sangat dipengaruhi managemen konseling serta ketersediaan sarana atau klinik Pelayanan KB dirumah Sakit (PKBRS).

“Nah, kami datang dan tim kesini untuk menilai management PKBRS tadi serta innovasi rumah sakit ini dibidang konseling KB. Kita ingin bandingkan data dari tahun ketahun apakah tren Akseptor KB tadi terus meningkat, ” ujar, Sofiatun yang juga ketua tim penilai lomba KB paska perasalinan dan keguguran BKKBN NTB, di RS Asy Syiffa’, Kamis (29/3) belum lama ini.

Direktur RSUD Asy Syiffa, dr. Carlof menerima tim penilai lomba KB dari BKKBN Provinsi NTB diruang pertemuan utama RS setempat, Kamis (29/3) belum lama ini.

dr. Sofiatun datang ke RS Asy Syiffa’ disamping untuk menilai PKBRS KB juga sekaligus melakukan pembinaan managerial pelayanan konseling KB. Menurutnya, PKBRS di bentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) direktur. Didalamnya ada struktur organisasi kerja. Dimana ada dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi serta jumlah bidan. Nah, ketersediaan dan standar kerja PKBRS inilah yang dinilai.

Menurutnya ajang lomba KB ini setiap tahun dilaksanakan utamanya menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas). Lomba juga ditujukan sebagai promosi kesehatan reproduksi serta konseling.

“Kita ingin lihat adakah innovasi atau ide ide baru yang bisa diterapkan rumah sakit dalam melayani konseling KB pasca bersalin dan pasca keguguran tadi. Intinya, bagaimana agar supaya pasien yang datang ke klinik serta menerima konseling tentang KB lalu setelah keluar dari rumah sakit ia langsung mendaftarkan menjadi peserta KB,” akunya. (ZM.ndy-01)

 

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *