Awas AMNT Korbankan Bupati KSB

Dok foto/ kumparan.com
” Nama baik ketua tim ini bisa saja di korbankan. Hasil rekrutmen beliau di biarkan terkatung katung ini tentu saja menyakiti para pekerja lokal kita. Bupati juga harus menjaga kridibilitas dan nama baik pemerintah dong,”
Sahril Amin

SUMBAWA BARAT—Keprihatinan masyarakat dan jaringan civil society terhadap kasus yang menimpa tenaga kerja lokal Sumbawa Barat memicu spekulasi negatif terhadap kinerja Bupati Sumbawa Barat, H.Musyafirin.

“Nasib tenaga kerja lokal kita ini seperti tak berujung. Contohnya kasus rekrutmen tenaga non skill. Management Mcmahon dan AMNT terkesan mengulur ulur waktu. Sampai sekarang belum jelas penempatan mereka. Belum lagi nasib angkatan kerja lokal lainnya,”kata, Sahril Amin, ketua Front Pemuda Taliwang (FPT), dalam keterangan persnya, Jum’at (2/11).

Sejak direkrut Januari 2018 silam, hingga kini penempatan terhadap 372 tenaga non skill tidak jelas. Belum ada kontrak kerja. Mcmahon, hingga kini malah kirim non skill ini dalam program bela negara. Ini menurutnya aneh, hak mereka yang lulus tidak dipenuhi terlebih dahulu.

Sikap ‘main main’ McMahon dan aliansi AMNT justru menjatuhkan kridibilitas Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin. Sahril menegaskan, sebagai ketua tim rekrutmen satu pintu bupati seharusnya ikut bertanggung jawab memastikan kepastian nasib para pekerja lokal yang telah dinyatakan lulus.

” Beliau kami minta bersikap. Jangan diam saja. Kok sudah hampir setahun tenaga kerja lokal non skill kita nasibnya gak berujung. Produk rekrutmen ini produk ketua tim, kenapa aliansi AMNT tidak ditegur atau dipanggil,” kritiknya.

Masalah seperti ini menurutnya, berpotensi membuat suasana gaduh. Ancaman terhadap stabilitas keamanan. Orang bisa saja menuntut dan protes hingga memicu provokasi pekerja lainnya. Seperti demo di gate akses road beberapa waktu lalu.

” Nama baik ketua tim ini bisa saja di korbankan. Hasil rekrutmen beliau di biarkan terkatung katung ini tentu saja menyakiti para pekerja lokal kita. Bupati juga harus menjaga kridibilitas dan nama baik pemerintah dong,” pintanya.

Selain Bupati, Gubernur NTB, Zulkifli Mansyah juga diminta bersikap keras. Potensi konflik ketenaga kerjaan yang terjadi  justru harus menjadi rana pemerintah provinsi NTB. Sebab pengawas ketenagakerjaan dan operasional tambang kini berada ditangan Pemprov.

” Gubernur juga atensi dong masalah ini. Harus ada langkah terencana mengatasi masalah tenaga kerja kita. Jangan diam saja. Jangan seperti tidak paham kewenangannya. Kenapa Gubernur dan Bupati seperti takut dengan AMNT, ada apa?,” tegasnya.

Kepala Dinas tenaga kerja Abdul Hamid tidak menjawab dikonfirmasi wartawan terkait masalah status non skill Mcmahon ini. Media menanyakan sejauh mana progress dan kepastian penempatan tenaga non skill tadi namun tidak di jawab.

Sebelumnya, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sumbawa Barat juga telah memperingatkan potensi konflik ketenaga kerjaan akibat ketidak pastian nasib non skill ini. Kasus non skill tadi menurut FKDM persis sama  dengan kasus witing list atau ratusan pekerja lokal yang dijanjikan oleh pemerintah dan Newmont, namun tak kunjung pula direkrut.

Mereka bahkan di pecah dan dititipkan pada subkontraktor yang tidak memiliki kepastian kontrak kerja dengan Newmont waktu itu. Bahkan isu witing list inilah yang di blow up management Newmont waktu itu sebagai penyebab lumpuhnya operasi perusahaan, akibat gangguan dan demonstrasi para witing list tadi. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *