Bisnis Lippo Group Mulai Rambah NTB

Awin Azhari-MATARAM

Siloam Hospital baru saja diresmikan Gubernur NTB, Kamis (16/1). Rumah sakit dengan komisaris utama, Theo L Sambuaga ini menjadi simbol baru pembangunan di wilayah NTB.

Rumah sakit dengan taraf Internasioanal ini, hadir dengan mengusung hospital tourism. Artinya, rumah sakit ini dibangun agar tidak hanya melayani masyarakat NTB namun juga pelancong yang hendak berwisata. Baik itu pelancong domestik maupun mancanegara.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan, Direct Flight Perth-Lombok yang dibuka pemerintah Provinsi NTB beberapa waktu lalu berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan negeri Kangguru itu hingga 700 persen. Kebijakan itu diperkirakan lebih besar jika ditambah dengan beberapa penerbangan langsung dari negara lainnya.

Gubernur NTB bersama Mochtar Riyadi, Presiden Lippo Group saat Hospital tour

Kenaikan ini kata Gubernur tentu saja menuntut peningkatan fasilitas penunjang pariwisata.

Nah, Siloam Hospital milik Lippo Group ini menganggap konsep yang ditawarkan mereka mampu menjadi daya tarik meningkatnya wisatawan ke Lombok.

Dr. Rini Handayani, Direktur Siloam Hospital Mataram
Dr. Rini Handayani, Direktur Siloam Hospital Mataram

Direktur Siloam Mataram, Dr. Rini Kurniati mengatakan, konsep hospital tourism masih pada tahap persiapan, artinya belum sepenuhnya rampung, dan siap dijalankan.

” Kami tidak ingin ini hanya akan menjadi jargon semata. Untuk fasilitas, dan tenaga kesehatan sudah dipersiapkan untuk taraf internasional. Selain itu kami mempunyai fasilitas penangan trauma untuk menanggulangi kasus para wisatawan yang mengalami trauma, ” kata Rini, disela sela acara peresmian Siloam Hospital Mataram.

Rini mengaku, telah menjalin kerjasama dengan Universitas Mataran dalam hal tenaga medis. Pelibatan ini dilakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat asli NTB.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah kembali menyebut visi besar memwujudkan NTB Gemilang. Salah satunya, NTB harus ramah terhadap investasi, ramah terhadap wisatawan, dan yang paling penting masyarakatnya harus berdaya dan bahagia.

Maka, NTB gemilang tidak akan terwujud jika hadirnya investasi tidak membuat masyarakat berdaya dan bahagia.

Gubernur juga berharap, hadirnya Siloam tidak menjadi saingan Rumah Sakit pemerintah. Hadirnya siloam justru menjadi sparing partner rumah sakit, dan tenaga kesehatan di NTB agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi tempat belajar yang baik.

Presiden Lippo Group, Mochtar Riady menegaskan, usai rumah sakit Siloam di Mataram di resmikan, pihaknya akan kembali membangun Rumah Sakit Siloam di wilayah kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Hal ini dilakukan sebagai bentuk ketertarikan Lippo Group atas potensi pariwisata dan prospek investasi NTB kedepan.

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *