BKKBN NTB Nilai Management Layanan KB RS Asy-Syiffa’

FOTO// Kepala Sub Bidang (Kasubid) kesehatan reproduksi BKKBN NTB, dr.Sofiatun yang juga ketua tim penilai lomba KB.

dr. Sofiatun dan tim datang ke RS Asy Syiffa’ disamping untuk menilai PKBRS KB juga sekaligus melakukan pembinaan managerial pelayanan konseling KB.

SUMBAWA BARAT—Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi NTB mendorong peran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk meningkatkan jumlah Akseptor Keluarga Berencana (KB). Khususnya paska persalinan dan keguguran.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) kesehatan reproduksi BKKBN NTB, dr.Sofiatun menegaskan, peningkatan jumlah  Akseptor KB sangat dipengaruhi managemen konseling serta ketersediaan sarana atau klinik Pelayanan KB dirumah Sakit (PKBRS).

Direktur RSUD Asy Syiffa, dr. Carlof menerima tim penilai lomba KB dari BKKBN Provinsi NTB diruang pertemuan utama RS setempat, Kamis (29/3).

“Nah, kami datang dan tim kesini untuk menilai management PKBRS tadi serta innovasi rumah sakit ini dibidang konseling KB. Kita ingin bandingkan data dari tahun ketahun apakah tren Akseptor KB tadi terus meningkat, ” ujar, Sofiatun yang juga ketua tim penilai lomba KB paska perasalinan dan keguguran BKKBN NTB, di RS Asy Syiffa’, Kamis (29/3).

dr. Sofiatun datang ke RS Asy Syiffa’ disamping untuk menilai PKBRS KB juga sekaligus melakukan pembinaan managerial pelayanan konseling KB. Menurutnya, PKBRS di bentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) direktur. Didalamnya ada struktur organisasi kerja. Dimana ada dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi serta jumlah bidan. Nah, ketersediaan dan standar kerja PKBRS inilah yang dinilai.

Menurutnya ajang lomba KB ini setiap tahun dilaksanakan utamanya menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas). Lomba juga ditujukan sebagai promosi kesehatan reproduksi serta konseling.

“Kita ingin lihat adakah innovasi atau ide ide baru yang bisa diterapkan rumah sakit dalam melayani konseling KB pasca bersalin dan pasca keguguran tadi. Intinya, bagaimana agar supaya pasien yang datang ke klinik serta menerima konseling tentang KB lalu setelah keluar dari rumah sakit ia langsung mendaftarkan menjadi peserta KB,” akunya.

Sementara itu,  tim penilai BKKBN NTB disambut oleh direktur RS Asy Syiffa’, dr.Carlof beserta jajaran management rumah sakit. Turut mendampingi kepala dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (P2KB), Suparno.

Dikesempatan yang sama, dr.Carlof mengatakan pihaknya telah dua kali mengikuti lomba KB tingkat Provinsi NTB. Sejak RS Asy Syiffa’ berdiri 2016 lalu, management telah membentuk klinik KB atau PKBRS tadi. Ia menekankan, lomba ini bisa sebagai ajang bimbingan kepada management agar memenuhi konsep baik, benar dan tepat dalam memenuhi standar pelayanan yang baik kepada masyarakat khususnya pelayanan KB tadi.

Sebagai catatan, Asy Syiffa masuk satu dari empat rumah sakit yang dinilai di NTB dalam ajang lomba ini. Daerah lain seperti, Mataram, Kota Bima dan Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan segera di sasaran tim penguji ini setelah agenda penilain usai di Kabupaten Sumbawa Barat. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *