BWS Kucurkan Rp 400 Miliar Amankan Rawa Lebo

Foto//Suasana fasilitas memancing di Danau Rawa Lebo. (detik.com)

SUMBAWA BARAT—Setiap tahun Taman Wisata Alam (TWA) Rawa Lebo Taliwang, di Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat terus mengalami penyempitan kawasan, akibat perladangan dan pemanfaatan lahan untuk pertanian.

Pemerintah setempat melaporkan, TWA Rawa Lebo kini berada  dibawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi NTB. Setiap tahun Rawa terus mengalami konversi atau penyempitan hingga 600 hektar dari 1400 lebih hektar lahan yang di lindungi negara tersebut.

Terakhir jumlah luas lahan Rawa ini tercatat 819 hektar saja. Jadi, guna mencegah penyempitan lahan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) NTB merencanakan kucuran dana hingga Rp 400 Miliar hingga 2019 mendatang guna membangun tanggul pelindung sepanjang 18 Kometer mengelilingi Danau Rawa tersebut.

travel_img_0635
Foto//Salah satu sudut kain wajah Danau Rawa Lebo.

” Kita mulai pembangunan tahun ini. Sekitar Rp 5 Miliar dana sudah dialokasikan khusus 2017. Pembangunan akan di fokuskan bagi wilayah yang dinyatakan klier dan tidak dikuasai masyarakat,” ujar, pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) , Amar Nurmansyah kepada wartawan, Selasa (15/5).

Pemerintah kata Amar memutuskan memulai pekerjaan pembangunan tanggul tersebut di kawasan Desa Meraran, Kecamatan Seteluk. Disana tanggul dibangun sepanjang 400 meter dengan tinggi dua meter. Pemerintah menilai, Meraran dinyatakan klier karena masyarakat dan pemerintah desa memiliki kesepakatan tidak menguasai lahan namun dimanfaatkan saja.

“Masyarakat Meraran mengerti bahwa kawasan lahan lebo ini milik negara. Jadi tidak bisa dikuasai perorangan. Yang boleh dimanfaatkan saja berdasarkan kesepakatan. Tidak  ada pembebasan lahan,” ujarnya.

Saat ini lanjut Amar, pemerintah daerah telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Dinas PU, LH, Kehutanan, Badan Pertanahan, Kepolisian dan TNI guna memastikan tidak ada penguasaan lahan milik negara oleh masyarakat. Tim ini akan bersosialisasi dengan masyarakat dan pemerintah desa agar lahan lahan yang masuk kawasan Danau Rawa Lebo di kembalikan sesuai fungsinya.

Amar sekali lagi menegaskan pemerintah dilarang membeli lahan atau membebaskan lahan yang sudah jadi milik negara. Ini melanggar aturan. Nanti kata dia, tim ini akan memastikan kawasan Lebo yang dilalui tanggul benar benar bebas agar pembangunan terus berjalan.

“Kita targetkan 2019 tuntas. BWS dan BKSDA terus memantau progress ini dilapangan,” akunya.

Sesuai aturan, dan peta kawasan dari BKSDA, TWA Rawa Lebo di bagi berbagai zona. Yakni, zona pemanfaatan, zona konservasi atau perlindungan, zona budidaya dan zona tangkap. Berdasarkan kajian, tanggul ini dibangun tidak akan merubah bentang alam serta fungsi Rawa ini seperti sedia kala.

Jika sudah di tanggul diharapkan, Lebo mampu mengoptimalkan daya tampung air serta mampu menjadi sumber pengembangan ekonomi masyarakat, baik bidang Pariwisata, Perdagangan dan Perikanan. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *