Damkar Perluas Managemen Tangkal Kebakaran

SUMBAWA BARAT—Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sumbawa Barat masih terus berinnovasi guna memenuhi kesiap siagaan pelayanan pemadam kebakaran.

Sejauh ini, ditengah kemampuan armada dan personel terbatas, akan tetapi instansi yang mengurusi operasional, management dan tangkal kebakaran ini mengembangkan Standar Pelayanan Pemadam Kebakaran (SPM) ke wilayah wilayah. Artinya tidak terpusat lagi.

“Sejauh ini SPM kebakaran kita masih terpusat. Dengan enam armada pemadam ditambah tangki suplay, gerak pasukan dan armada terbatas dan terpusat ke satu wilayah saja, yakni Taliwang. Ini menyulitkan cover daerah lainnya atau kecamatan,” ujar, Sekretaris Dinas (Sekdis) Damkar setempat, Dadi Kusmayadi, kepada Pers, Senin (5/3).

Aksi simulasi pemadaman kobaran Api oleh personel Damkar Sumbawa Barat.

Maka itu, sesuai hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kabupaten, pemerintah daerah didorong menyediakan sarana pemadam yang mampu mengcover pelayanan kebakaran hingga kecamatan dan desa desa.

“Kita didukung untuk memperluas wilayah jangkauan kerja. Makanya akan ada pos pemadam di kecamatan mulai tahun ini. Pemerintah menguji coba dua pos terlebih dahulu, yakni, pos Seteluk dan Maluk,” ujar, Dadi.

Dua pos pemadam tadi telah dirancang serta direncanakan akan terlaksana tahun 2018 ini. Satu pos akan di isi setidaknya empat personel dan satu unit mobil pemadam kebakaran. Idealnya, kata Dadi, satu pos itu di isi tiga siff personel ditambah satu mobil tangki suplay air. Satu siff masing masing dikendalikan lima personel dengan satu komandan pos.

Pose bersama personel satuan pemadam serta seluruh jajaran di pimpin pelaksana tugas Dinas Pemadam Kebakaran (Satdamkar), Syamsul Kamil usai upacara peringatan HUT ke 99.

Namun karena keterbatasan lanjut dia, satu pos hanya di isi empat personel dan satu siff saja. Akan tetapi, menurut Dadi, Dinas Pemadam telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) serta kantor camat untuk memperbantukan personel pegawai honorer atau ASN guna ditempatkan di pos di maksud.

“Kita dalam rencana tahun ini akan melatih ASN untuk mendapatkan sertifikasi pemadam kebakaran di Bogor, Jawa Barat. Tahun lalu ada tiga personel yang kita pelatihankan dan kini akan bertambah lagi. Pemegang komandan pos harus perwira pemadam yang sudah bersertifikat,” demikian, Dadi.

Peringati hari jadi yang ke 99

Tepatnya, Senin (5/3) kemarin, Damkar Sumbawa Barat memperingati hari jadi Pemadam yang 99 tahun. Nyaris tepat satu abad sejak ‘Where House’ atau sebutan bagi satuan pemadam kebakaran didirikan pertama kali di Indonesia.

Di Sumbawa Barat sendiri, peringatan hari jadi satuan pemadam kebakaran ditandai dengan simulasi pemadaman api setelah upacara peringatan dilaksanakan di halaman Graha Fitrah kantor Bupati setempat. Simulasi itu bagian dari rangkaian uji coba kemampuan personel, peralatan dan tehnik pemadaman skala kecil serta skala besar.

Dalam hari jadinya tahun ini, Dinas Pemadam setempat mengambil tajuk dengan tema, “Dengan Peringatan Harlah Damkar Ke 99 Tahun 2018 Kita Ciptakan Rasa Aman Masyarakat Dari Bencana Kebakaran Dan Bencana Lainnya”. (ZM.ndy-01/Advertorial)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *