Di Halang Halangi, Rahma Laporkan Panitia Pemilihan BPD

Caption foto//Rahma Ayu Andira, bersama tokoh masyarakat dan anggota BPD terpilih, Sudarmono, pose bersama guna mendukung aksi protes ini.

SUMBAWA BARAT—Mencurigai ada keberpihakan kepada salah satu calon anggota BPD, Rahma Ayu Andira, 25 tahun warga Desa Mantar, Kecamatan Tano berniat melaporkan panitia pemilihan Badan Perwakilan Desa (BPD) setempat ke Bupati dan pihak kepolisian setempat.

“Saya sengaja di halang halangi masuk menjadi calon anggota BPD dengan alasan yang tidak jelas,” kata, Rahma, di Balai Aspirasi Datu Seran, Seteluk, Senin (18/3).

Sebagai calon wakil perempuan di desanya, Rahma, merasa memiliki pengalaman organisasi yang mumpuni. Misalnya, pembina Pramuka gugus depan SMP satap, kwartir ranting Poto Tano. Sebagai ketua seksi kesenian dan kebudayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Mantar.

“Tapi, tiba tiba panitia menolak seluruh rekomendasi organisasi yang saya ajukan. Di Pokdarwis saya masuk dalam seksi kebudayaan. Tapi panitia menolak karena tak ada dalam SK, padahal nama saya masuk dalam penetapan struktur organisasi Pokdarwis yang ditetapkan kepala desa,” akunya.

Rahma kecewa dan memprotes, ia yang satu satunya perempuan yang konsen ingin mengembangkan aset wisata mantar justru diduga sengaja di gugurkan panitia. Ia menilai panitia pemilihan tidak profesional, karena tidak mengakomodir syarat dua anggota keorganisasian yang di miliki.

“Alasannya, panitia tidak menjelaskan kepada pendaftar soal syarat organisasi harus dengan SK. Hingga ia melamar dengan piagam penghargaan. Namun, setelah di susul dengan rekomendasi dua organisasi tadi sebagai perbaikan, panitia tiba tiba menolak. Ini aneh,” protesnya.

Ia merasa panitia sengaja mengugurkan dirinya untuk mencalonkan diri. Maka itu, Rahma menegaskan telah membuat laporan kepada Bupati cq Kepala BPMPD dan kepolisian untuk mengevaluasi dan menerjunkan tim ke Mantar guna memeriksa kerja panitia pemilihan BPD.

“Kami juga akan menggalang dukungan masyarakat guna ikut memprotes ini,” demikian, Rahma.

Ahmad Daud, tokoh masyarakat setempat mendukung agar Bupati memerintahkan BPMDes guna menerjunkan tim ke Desa Mantar guna memeriksa panitia pemilihan BPD. Menurutnya, sikap panitia bisa menimbulkan kecurigaan karena merugikan salah satu masyarakat terutama perwakilan perempuan yang potensi.

Konsultasi ke Camat dan Kepala desa telah dilakukan Rahma, tapi tidak difasilitasi sama sekali.

Untuk diketahui, khusus keterwakilan perempuan tidak dipilih langsung oleh warga, melainkan hanya di seleksi oleh panitia pemilihan BPD berdasarkan skoring atau rangking.

Untuk diketahui, perwakilan perempuan yang terpilih menjadi anggota BPD adalah keponakan Kades Mantar, Abdus Salam.

Sementara, Irwansyah ketua panitia pemilihan BPD Desa Mantar belum dapat dikonfirmasi media. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *