Dibalik Nilai Magis Baitullah

Mengenakan pakaian Ihram, putih polos tanpa jahitan, Labbaik Allahumma Labbaik.Labaika Laa Syarika Laka Labbaik. Innal Hamda Wan Ni’mata Laka Wal Mulk. Laa Syarika Lak. Tawaf mengelilingi Ka’bah, meneguk segarnya sari zam-zam, dengungan talbiyah dari segala tempat.  Tidak terasa mata telah berlinang menahan kerinduan kepada sang pencipta, dan utusannya yang mulia. Sedikit ini gambaran setiap jamaah haji dan umroh yang telah mencicipi nikmatnya berkunjung ke Baitullah.

Baitullah, Mekkah Al-Mukarromah memeiliki daya tarik sendiri bagi seluruh umat muslim di dunia. Ribuan manusia tumpah setiap tahunnya menunaikan Haji dan Umrah. “Tidak pernah sepi” merupakan kalimat yang tepat menggambarkan tanah suci ini. Kendati kos yang dikeluarkan untuk melaksanakan rukun Islam kelima ini sampai menyentuh 30 jutaan, dan masa menunggu sampai beberapa tahun, namun tetap saja orang-orang berduyun ingin menunaikannya. Karena Tanah yang satu ini juga memiliki kekuatan besar merubah manusia menjadi lebih apik.

Karena berbagai alasan, haji dan umrah mempu merapikan kembali ketauhidan seseorang. Tidak sedikit manusia menjadi lebih lembut tutur bahasanya setelah berkunjung dari rumah Allah ini. Ibadah ini bahkan mampu menjadikan manusia lebih arif nan bijak.

Ditemui disela acara Milad ke 18 Mastour Travel Haji dan Umrah, Dr. Tgh. Lalu Ahmad Zainuri, MA., menyampaikan bahwa kekuatan tanah suci terdapat pada tempatnya sendiri. Baitullah merupakan tempat yang pertama kali Allah ciptakan dari tempat lain, sehingga memiliki keutamaan jika beribadah dan bermunajat di sini.

Dr. Tgh. Lalu Ahmad Zainuri, MA.

Tanah tempat Ka’bah berdiri ini juga tempat dari para nabi, terutama Nabi Muhammad SAW, nabi akhir zaman yang tiada lagi nabi setelahnya. Sebab do’a para nabi inilah kemuliaan senantiasa menyelimuti tanah suci Mekkah.

” Berada di tempat yang mulia, bersama orang-orang yang berharap kemuliaan Allah inilah yang membentuk orang menjadi lebih baik,” terang Tgh. Zainuri lagi.

Hal ini juga yang dirasakan saat berada di kumpulan calon jamaah umroh mastour travel saat melaksanakan manasik ibadah umroh di Grand Legi Hotel, Sabtu (22/02) lalu. Bergantian beeberapa tokoh menyampaikan pengalamannya di tanah suci, menggambarkan perasaan saat disana, dan keinginan untuk kembali. Susasana haru dan khidmat tidak terelakan ketika TGH. Turmuzi Badarudin dari Bagu, membacakan doa memohon keberkahan ibadah umroh untuk jamaah yang akan diberangkatkan maret mendatang. Memang jika sudah menanamkan rasa cinta pada Khaliq apapun akan ditempuh untuk menunaikan, kendati biaya yang dikeluarkan setara dengan setengah kilo emas.

Saat ditanyai mengenai biaya haji dan umrah, Tuan Guru ini meyakinkan bahwa semua harta yang diperjalankan untuk Allah, pasti Allah yang urus.

” Pernahkah melihat orang sepulang haji dan Umrah jatuh miskin?,” kembali bertanya.

Figur Tuan Guru satu ini juga mengingatkan untuk cerdas beribadah. Haji dan Umrah sendiri memerlukan biro perjalanan dalam pelaksanaannya. Setiap orang diingatkan untuk melihat trek record, dan izin sebuah travel haji dan umroh agar tidak salah langkah menuju baitullah.(ZM.win)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *