Disnaker : Macmahon dan Aliansi Langgar Aturan

Caption foto//Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbawa Barat, Abdul Hamid.

SUMBAWA BARAT—Pemerintah Sumbawa Barat melalui jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) akhir tegas merespons dugaan tidak fairnya management McMahon dan aliansi perusahaan AMNT terkait nasib tenaga kerja non skill.

Kepala Disnakertrans Sumbawa Barat, Abdul Hamid menegaskan, Macmahon melanggar aturan ketenaga kerjaan. Rekrutmen tenaga non skill merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan karena sesuai kebutuhan mereka.

“Pemerintah daerah sudah sampaikan usulan, bahwa hubungan kerja itu dimulai dengan kontrak kerja. Diluar itu tidak diatur dalam undang undang. Seperti tes kompetensi dan bela negara,”kata, Hamid.

Menurutnya, perusahaan harus konsisten, bahwa tenaga non skill itu memang tanpa skill. Mereka Macmahon harus mempersiapkan, jangan membayangkan mereka tenaga yang siap. McMahon, menurut Hamid tidak perlu mencari alasan alasan yang diluar ketentuan undang undang.

“Memang mereka beralasan, tes kompetensi dan bela negara itu untuk kemajuan mereka. Ini alasan yang di buat buat. Aturannya, harus kontrak kerja dulu baru ada hubungan kerja. Ini belum di penuhi semua,” ujarnya.

Pemerintah kata Hamid telah penyampaikan teguran resmi kepihak management AMNT. Agar mereka mengikuti aturan tentang hubungan kerja dimaksud. Ia bahkan menyayangkan, McMahon dan AMNT mengingkari kesepakatan yang dibuat sebelumnya.

Hamid bahkan menilai McMahon dan AMNT berbicara di luar kesepakatan dengan tenaga non skill secara pribadi secara sembunyi sembunyi agar tenaga non skill ini tidak ikut menuntut ikatan kontrak mereka. Tetapi, diminta mengikuti arahan perusahaan untuk mengikuti serangkaian tes dan pelatihan yang tidak ada hubungannya dengan ikatan kontrak yang jelas.

Area operasi aliansi PT.AMNT

“Aturan formil, ya, AMNT dan McMahon melanggar. Kita akan buat surat teguran ke management mereka yang lebih tinggi. Pemerintah sudah memperingatkan mereka,” terangnya.

Sebelumnya, konflik atas ketidak jelasan nasib 372 tenaga kerja non skill yang direkrut terus mencuat. McMahon dituding sengaja mengulur ngulur waktu tanpa memastikan kapan kontrak kerja atau ikatan kerjasama antara perusahaan dengan tenaga yang mereka sudah rekrut.

Rekrutmen terhadap ratusan tenaga non skill ini dilakukan bertahap sejak Desember 2017. Hingga nyaris satu tahun pasca mereka di rekrut hingga kini para tenaga yang lulus tersebut belum menandatangani Letter Of Agreement (LOA) atau kontrak kerja.

Sikap aliansi AMNT ini memicu spekulasi dan tuduhan miring terhadap kinerja ketua tim rekrutmen satu pintu yang juga Bupati Sumbawa Barat. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *