DPR RI : Tak Seperti Freeport, Smelter KSB Pasti Terwujud

FOTO//Mine Area, PT.AMNT, Batu Hijau.

“Saya hanya ingin menekankan kepada PT. AMNT agar masterplan pembangunan smelter diperjelas, sehingga pemerintah daerah mengetahui kawasan mana saja yang akan terdampak nantinya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan tantangan yang akan muncul,”

Bupati Sumbawa Barat, H.W. Musyafirin

SUMBAWA BARAT—Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin dan jajaran mendampingi Komisi VII DPR RI dalam kegiatan Kunjungan Kerja Spesifik ke PT. AMNT, Selasa (17/4).

Kegiatan diawali dengan meninjau beberapa lokasi kegiatan pertambangan dan lokasi pembangunan smelter dan dilanjutkan dengan diskusi bersama di aula pertemuan Town site.

Ketua komisi VII DPR RI, H. Gus Irawan Pasaribu, mengatakan bahwa kunjungan spesifik kali ini untuk memastikan pembangunan Smelter yang dilakukan PT. AMNT terlaksana dengan baik  serta tepat waktu.  Utamanya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun  2017 tentang perubahan keempat atas peraturan pemerintah Nomor 23 tahun 2010 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara.

Komisi VII, kata Gus rawan  sangat optimis pembangunan smelter di sumbawa Barat akan segera terwujud.  Jika dibandingkan dengan hasil kunjungan ke PT. Freeport sebelumnya, Gus Irawan justru lebh pesisimis pelaksanaan  pembangunan Smlter akan terealisasi di PT Freport.

“Di Freeport Smelter seperti Pemberian Harapan Palsu (PHP),” ceotehnya disambut tawa, para tamu.

Bupati Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin sendiri sangat mengapresiasi kunjungan komisi tujuh DPR RI. Kunjungan kerja ini menandakan bahwa DPR RI memberikan perhatian khusus terhadap Kabupaten Sumbawa Barat.

“Alhamdulillah ada yangmembantu kami mengawasi dan mengawal jalannya industri tambang yang dilakukan PT. AMNT”. Ungkap bupati.

Musyafirin kemudian memaparkan bahwa stabilitas dan keamanan di Kabupaten Sumbawa Barat  terjaga dengan baik. Sampai saat ini Kabupaten Sumbawa Barat tercatat sebagai kabupaten dengan Zero Horizontal Conflict sehingga para pelaku usaha bisa melaksanakan kegiatannya dengan rasa aman dan nyaman.

Kepala  daerah juga menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat  sangat mendukung pengembangan kegiatan pertambangan yang dilakukan PT. AMNT terutama dalam membangun Smelter. Pemerintah Daerah sudah menyelesaikan Analisi Mengeenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta beberapa kelengkapan administrasi lainnya dalam waktu dekat akan rampung.

Bupati  bahkan memberikan garansi berapapun luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Smelter ini  pemerintah setempat siap menyediakannya agar proses pembangunan smelter ini bisa berjalan sesuai dengan rencana tahun 2022 mendatang.

“Saya hanya ingin menekankan kepada PT. AMNT agar masterplan pembangunan smelter diperjelas sehingga pemerintah daerah mengetahui kawasan mana saja yang akan terdampak nantinya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan tantangan yang akan muncul.” Kata bupati.

Sementara itu, Presiden Direktur AMNT, Rakhmad Makasau, menjelaskan bahwa mereka sangat serius untuk membangun smelter di KSB dan sampai saat ini prosesnya sudah sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Management AMNT mengapreasiasi kembali dukungan penuh yang diberikan pemerintah setempat, termask soal berbagai rekomendasi perizinan sehingga  proses percepatan izin bisa terlaksana lebih cepat . Sebut saja seperti pengurusan AMDAL .

“Oleh karena itu melalui pertemuan ini pihak AMNT memohon dukungan dari Pusat dalam hal ini adalah Komisi VII DPR RI yang memang menangani bidang pertambangan,” demikian Rahmad.

Selian tim dari DPR RI, hadir  pula Dirjen ESDM, Bambang Susigit, dua belas anggota DPR RI yang tergabung dalam komisi VII, Asisten pemerintahan dan kesra, Presiden Direktur PT. AMNT, beserta jajaran Manajemen PT. AMNT dan pimpinan proyek pembangunan smelter Bapak Lukman Mahfoedz. (ZM.ndy-01/adv)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *