DPRD : Hentikan Sampai Polisi Selidiki

‘’Kalau kita lihat mutu konstruksi saya pertanyakan. Kalau akibat angin tidak mungkin seperti ini. Apalagi umurnya sudah 14 hari. Inikan bangunan lama, kalau karena angin bangunan baru pasti roboh. Direk sikitnya bahkan bisa terbang. Saya duga, kuat sekali campurannya bermasalah,’’

Muhammad Nasir, ST Ketua DPRD Sumbawa Barat

TALIWANG—Insiden rubuhnya tembok proyek APBN pembangunan Pasar Jereweh seketika menyebar. Bukan hanya karena proyek ini bersumber dari APBN namun insiden ini menjadi heboh karena standar keselamatan dan kelalaian proyek miliaran rupiah itu diduga justru memicu munculnya berbagai desakan proses hukum.

img-20160926-wa0001
Rombongan ketua DPRD Sumbawa Barat tampak turun meninjau langsung lokasi insiden tembok runtuh proyek Pasar Jereweh, Senin (26/9).

Ketua DPRD Sumbawa Barat, Muhammad Nasir, Wakil ketua dan anggota Komisi III langsung saja turun meninjau lokasi insiden proyek pasar jereweh ini. Ketua dewan menanyakan langsung kepada pengawas dan pelaksana proyek termasuk PPK dari dinas Perindustrian Perdagangan dan UMKM sebagai user.

Nasir menemukan fakta bahwa tewasnya Abdurrahman, 53 tahun warga RT 02 RW 01 Desa Beru Kecamatan Jereweh akibat konstruksi bangunan yang tidak lengkap. Balok beton tengah sebagai pengunci ternyata tidak dipasang terlebih dahulu. Belum lagi, ia menanyakan langsung, ternyata pekerja atau korban tidak menggunakan standar keamanan kerja yang benar.

‘’Kalau kita lihat mutu konstruksi saya pertanyakan. Kalau akibat angin tidak mungkin seperti ini. Apalagi umurnya sudah 14 hari. Inikan bangunan lama, kalau karena angin bangunan baru pasti roboh. Direk sikitnya bahkan bisa terbang. Saya duga, kuat sekali campurannya bermasalah,’’kata, Nasir, kapada wartawan dilokasi, Senin.

Ia mendesak kepada kepolisian untuk mengusut dan melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan sebab sebab tewasnya korban. Proyek ini kata dia belum selesai. Pihaknya ingin memastikan ada langkah lanjutan mengusut masalah ini.

Ia meminta kontraktor pelaksana menghentikan seluruh pekerjaan sampai investigasi dari kepolisian selesai. Anggota komisi III juga mendesak menghentikan pekerjaan yang masuk dalam penyelidikan atau policelinne sampai proses hukum selesai.

‘’Yang meninggal pakai tidak helm atau standar safety?. Jika tidak pekerjaan proyek ini tidak standar,’’ ujar Nasir usai mendengar jawaban pengawas proyek.

Ia meminta pengawas dan pihak dinas memastikan standar keamanan pekerja dipenuhi. Desakan agar proses hukum berjalan diharapkan terlaksana. Sebab, ini menyangkut nyawa dan kelalaian pelaksana. DPRD menilai harus ada penegakkan hukum dalam insiden tadi. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *