DPRD Sorot Pemda Lamban Urus Aset Mangkrak 

FOTO//Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Sumbawa Barat dengan Dinas Pengelolaan Aset Daerah.

SUMBAWA BARAT—Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyorot keras kinerja pemerintah daerah yang lamban memaksimalkan kembali keberadaan aset yang sudah lama mangkrak, tidak menghasilkan apapun dan membebani keuangan daerah.

Beberapa aset mangkrak itu diantaranya,  RPH Poto Tano, pabrik pupuk organik, pabrik Es, serta beberapa aset  daerah lainnya yang pemanfaatanya belum optimal.

Tampak, jajaran SKPD mitra komisi II memaparkan persoalan aset di KSB.

“Kami minta SKPD yang memiliki tugas dan fungsi di aset yang sudah lama  mangkrak untuk bisa mengambil sikap.  Jika masalah ini tetap dibiarkan, akan menjadi preseden buruk bagi pemerintah sendiri karena dianggap belum mampu mengelola aset -aset yang telah dibangun tersebut,” kata, Ketua Komisi II Akheruddin Sidik didampingi sekretaris Komisi, Abidin Nasar SP dan anggota Haeron, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama SKPD Mitra komisi di ruang Rapat Komisi II, Senin (22/1) kemarin.

Komisi II, menurut Aheruddin menilai aset-aset sudah lama tidak berfungsi dan terbengkalai menjadi perhatian serius pihaknya. Karena itulah, menurutnya, melalui forum ini SKPD yang menangani aset  bisa mencari solusi terbaik, cepat dan efisien untuk kembali memaksimalkan keberadaan aset ini.

“Minimal dalam jangka pendek, sudah harus ada solusi terbaik. Kita target tahun 2018 ini diharapkan aset-aset ini sudah bisa action atau dimanfaatkan,” tukasnya.

Komisi keuangan, aset dan pendapatan itu berpendapat jika aset-aset ini sudah bermanfaat secara tidak langsung akan memberikan tambahan lebih terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena selama ini PAD selalu saja belum memberikan kontribusi besar terhadap postur APBD yang dimiliki Pemkab setempat.

“Kita minta SKPD ini fokus membenahi apa yang menjadi masalah terbengkalainya aset-aset ini. Apabila hal tersebut sudah rampung, maka peningkatan PAD juga akan terjadi,” ungkapnya.

Ditambahkan Aher sapaan akrab politisi muda Seteluk ini, bahwa seharusnya aset-aset ini  sudah bisa fungsikan maksimal dan tidak terbengkalai begitu saja. Tapi hingga saat ini tetap saja belum ada progres menggembirakan terkait aset-aset yang sudah bertahun- tahun mangkrak ini.

RDP seperti ini juga sudah sering dilaksanakan dan semua SKPD mitra juga sudah siap membenahi apa yang menjadi masalah ini. Tetapi keefektifan dan kesiapannya secara nyata dari para SKPD mitra masih dipertanyakan keseriusannya.

 “Kita sudah sering melakukan RDP terkait masalah aset yang mangkrak, tapi masa iya tidak ada progres sama sekali. Dari tahun ke tahun masalahnya sama-sama saja seperti dilaporkan saat ini, tetapi setelah itu tidak ada tindak lanjut lagi,” sesalnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada SKPD mitra untuk bisa serius mengatasi masalah ini. Jangan sampai hanya alasan saja yang diperdengarkan tetapi tindakan untuk memanfaatkan aset ini tidak ada.

“Kami minta harus sudah mulai dilakukan langkah-langkah taktis dan strategis baik jangka pendek maupun jangka panjang terhadap pengelolaan aset ini kedepan,” demikian, Aher. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *