FKDM : AMNT Sengaja Ciptakan Konflik Tenaga Kerja

Caption foto. : Lokasi Konsentrator PT.AMNT

SUMBAWA BARAT—Belum jelas keberlanjutan pembangunan rencana Smelter, kini masalah baru muncul. Setidaknya ada lebih dari 327 tenaga kerja non skill yang direkrut AMNT sekitar Desember 2017, lalu kini nasibnya tidak jelas.

“Kita deteksi ada upaya mengulur waktu dan membuat kebijakan yang membingungkan terkait penempatan para tenaga non skill hasil rekrutmen mereka sendiri. Faktanya, belum ada penempatan sama sekali,” kata, Wakil Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Kamaruddin, SH dalam siaran pers yang di terima media, Rabu (17/10).

Kamaruddin menegaskan, berbagai data serta laporan pengaduan masuk ke FKDM. Hingga kini, tidak satupun kepastian penempatan para tenaga kerja hasil rekrutmen ini segera di tempatkan. Tidak ada training, apalagi kontrak kerja atau Letter Of Agreement (LOA).

“Berbagai aturan baru diciptakan. Diantaranya uji kompetensi diri dan kebijakan aturan lain. Namun hingga kini tidak jelas juga. Ini potensi memicu kekacauan dan konflik tenaga kerja. Kita ingatkan perusahaan agar jangan masalah non skill ini sama dengan kasus witing list jilid I. Sengaja di jadikan alasan atau tameng ketika fase tuju habis dikeruk. Kemudian non skill ini dijadikan pemicu  hengkangnya AMNT dari Sumbawa Barat, dengan alasan gangguan keamanan,” katanya.

Ketidak jelasan kasus non skill , menurut Kamaruddin sama modusnya dengan kasus pembangunan Smelter. Di ekspose, di proses namun tidak berujung. Kapan dan bagaimana progressnya.

“Kami sampaikan laporan dan analisa deteksi ini kepada FKDM NTB untuk diteruskan ke Gubernur. Kami minta Polri khususnya Polda NTB menurunkan tim khusus mengusut dan membongkar motif buruk management AMNT di balik rekrutmen witing list ini,”ujarnya.

FKDM Sumbawa Barat sendiri bersama sejumlah mitra aparat keamanan telah menggodok serta mendeteksi potensi negatif tersebut. Ini menurut Kamaruddin perlu menjadi perhatian karena menyangkut nasib tenaga kerja serta keberlangsungan komponen lain yang sangat bergantung dari keberadaan tambang emas dan tembaga tersebut.

FKDM adalah organisasi yang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 6 tahun 2016 tentang deteksi dan kewaspadaan dini masyarakat.  Deteksi dan kewaspadaan dimaksud berkaitan langsung dengan konflik, bencana serta dampak yang ditimbulkan. FKDM menjadi mitra Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) seluruh Indonesia.

Sebelumnya, PT.AMNT Telah melakukan rekrutmen tenaga kerja non skill dan skill dengan total kuota yang dibutuhkan sebanyak 827 orang. Rekrutmen itu dilakukan sejak Desember 2017.

Dari total itu, tenaga non skill yang sudah direkrut yakni 327 orang. Hingga kini, tenaga non skill ini belum sama sekali ditempatkan perusahaan.

Sebagaimana diketahui, rekrutmen tenaga kerja di lakukan perusahaan berdasarkan kebutuhan. Aneh memang jika di butuhkan dan direkrut, bagaimana mungkin perusahaan belum menempatkan posisi apapun bagi pekerja non skill ini. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *