Gubernur Attensi Pembangunan Ekonomi dan SDM Cegah Konflik Sosial

Caption Foto//Gubernur NTB, Zulkiefli Mansyah berpidato dalam rangkaian silaturohminya bersama tokoh agama, suku dan adat Kecamatan Lunyuk, di Aula Camat Lunyuk, (25/12).

SUMBAWA — Gubernur NTB, Zulkiefli Mansyah memikirkan sekaligus merencanakan pembangunan Ekonomi dan Sumber Daya Manusia guna menekan munculnya konflik sosial di masyarakat, utamanya kecamatan yang tingkat toleransi masyarakatnya tinggi.

Gubernur menyampaikan hal tersebut dalam silaturohmi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama Hindu dan Islam serta tokoh adat di Kecamatan Lunyuk, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Selasa (25/12) pukul 20.00 Wita waktu setempat.

Gubernur meminta kepada seluruh elemen daerah dan pemerintah Sumbawa memperhatikan aspek ekonomi dan sumber daya manusia di Kecamatan Lunyuk. Kawasan yang kehidupan penduduknya plural tersebut, ternyata penuh dengan toleransi.

Gubernur memintah tokoh masyarakat berhubungan dengannya langsung dan pemerintah kabupaten Sumbawa jika masyarakat membutuhkan pengembangan sektor ekonomi dan sumber daya manusia. Misalnya, program Strata (S1) dan Strata (S2).

“Para tokoh bisa menghubungi saya langsung melalui staf khusus saya atau keterwakilan anggota DPRD setempat,” ujarnya.

Pertemuan Gubernur dengan masyarakat lintas tokoh ini untuk menjalin silaturohmi dengan masyarakat Suku, Adat dan agama setempat. Konflik berbau Suku Ras dan Agama (SARA) ternyata tidak ada di Lunyuk. Gubernur mengatakan, konflik itu hanya isu sesat tanpa bukti yang terlanjur menyebar di media sosial.

” Saya pesan khusus kepada bapak bupati agar menempatkan Camat yang muda di Lunyuk ini. Masyarakat butuh dikunjungi serta silaturohmi,” demikian, Gubernur.

Hadir bersama Gubernur NTB, Wakil Bupati Sumbawa, H.Mahmud Abdullah, Kapolres Sumbawa, AKBP. Tunggul Sintrio, S.I.K, Dandim 1607 Sumbawa Letkol Inf. Samsul Huda, Anggota DPRD NTB, Nurdin Rangga Barang, Anggota DPRD Sumbawa, I.Nyoman Wisma, Mistadjabuddin dan Salamuddin Maula.

Sebelumnya, beredar informasi baik dalam bentuk gambar dan vedeo di media sosial terkait munculnya konflik antara masyarakat beragama di Kecamatan Lunyuk.

Aparat keamanan langsung sigap melakukan deteksi dan menetralisir info tidak benar itu dengan berdialog dengan para tokoh dan pemerintah. Hasilnya, Lunyuk dalam keadaan kondusif dan aktifitas masyarakat berjalan seperti biasa. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *