Gubernur Ingin Labangka Menjadi Kawasan Food Estate Terbaik di Indonesia

SUMBAWA, Zonamerah.net Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi satu dari empat Provinsi di Indonesia, yang akan dikembangkan menjadi Daerah food estate, untuk menjaga ketersediaan kebutuhan serta pasokan pangan lokal dan Nasional. 

Food estate sendiri merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam satu kawasan terpadu. Selain menjadi food, Labangka Integrated Farming juga akan menjadi tujuan Desa wisata dan dalam perencanaannya akan menerapkan pengolahan sampah menjadi energi.

“Kita bersyukur, daerah kita dipilih oleh Kementerian Pertanian untuk mendukung Sistem Pertanian Terpadu di Indonesia,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat berdialog langsung dengan masyarakat Labangka, Kabupaten Sumbawa, Sabtu, (10/10).

Kedepan, lanjut Gubernur, Labangka diharapkan menjelma menjadi lumbung peternakan serta pertanian di NTB. Itu semua butuh keberanian kita bersama, dengan cara menyiapkan SDM yang baik. Jangan sampai masyarakat menjadi penonton dalam pengembangan program food estate ini.

“Kita akan jadikan Labangka menjadi contoh food estate terbaik di Indonesia,” ungkap Gubernur penuh optimis.

Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Rahmanto, mengapresiasi kesiapan Pemprov NTB, dalam perencanaan pengembangan kawasan Pertanian Terpadu di Labangka.

“Diharapkan nanti lahan food estate bisa menaikkan cadangan pangan nasional,” katanya.

Dijelaskan pula, pengembangan food estate ini dilakukan dengan sinergi antara Kementerian/Lembaga dengan pemerintah daerah. Bahkan, kebermanfaatannya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Sinergi antara berbagai pihak tersebut mulai dari hulu, hilir, hingga distribusi pasar. Tak hanya itu, ada pula upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan korporasi petani, peningkatan kapasitas dan diversifikasi produksi pangan, serta penataan kawasan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian.

“Kami dari beberapa Dirjen sudah siap untuk menyediakan segala kebutuhan dan program untuk mendukung Labangka,” jelas Rahmanto.

Sementara itu, Endang (27), salah satu warga Desa Labangka, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa, mengaku, sebelumnya dirinya pesimis pengembangan food estate bisa berjalan di Labangka. Ia mengaku, saat melihat gambar perencanaan pembangunan tersebut, itu semua hanya mimpi yang sulit diwujudkan.

“Saya sempat pesimis, sebelum food estate ini, beberapa kali perencanaan pembangunan di Labangka sempat terhambat, bahkan tak berjalan,” ungkapnya di hadapan Gubernur NTB.

Tapi, lanjut Endang, keseriusan pembangunan tersebut benar-benar dirasakan saat Pemerintah Pusat serta Pemerintah Provinsi NTB, mulai turun langsung melihat proses pembangunan tersebut.

“Setelah mendengar penjelasan dari pak Gubernur, saya optimis Labangka ini menjadi lumbung pertanian dan peternakan di Provinsi NTB,” tandas Endang. (ZM.Yan).

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *