Gubernur : Jangan Karena Politik dan Kekuasaan, Kita Jadi Tak Nyaman

Caption Foto// Sejumlah perwakilan tokoh agama, adat, suku dan  segenap elemen masyarakat NTB berdoa dan mendaklarasikan ‘Kita NTB, Kita Papua, Kita Indonesia’.

MATARAM–Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkiefli Mansyah mengingatkan seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu membangun rumah kita Indonesia, meski berbeda latar belakang suku dan ras.

“Jangan karena politik dan kekuasaan kita jadi tidak nyaman hidup dirumah kita sendiri. Orang Bali tak nyaman di Lampung, orang Papua tak nyaman di tanah tempat lain. Negara ini tanah kita bersama,” kata Gubernur, berbicara dalam, Pray For Papua, di Hotel Aruna, Senggigi, Sabtu (7/9) malam.

Pidato Zulkiefli Mansyah yang Heroik tersebut memicu tepuk tangan dan seruan merdeka dari ribuan komponen masyarakat NTB yang hadir.

Gubernur mengatakan, NTB gemilang bukan hanya slogan, tetapi bermakna dalam. NTB Gemilang adalah memastikan tanah ini menjadi tuan rumah yang baik bagi pendatang. Masyarakat yang baik bagi investasi.

“Investasi yang memungkinkan masyarakat sejahtera. NTB bersahabat dan aman bagi para Investor. Keramahan kita diwujudkan dengan pertautan hati dalam satu keluarga, yakni, keluarga bagi rumah kita bersama, NTB,” ujar, Gubernur.

Gubernur menegaskan, NTB gemilang tidak melihat suku, ras dan agama. Sekali menginjakkan kaki di NTB, kita semua satu keluarga.

Tantangan NTB Gemilang kedepan memang berat. Tidak segampang seperti yang diucapkan. Tidak diaktualisasi dengan gampang dilapangan. Akan tetapi, menurut Gubernur, kita harus yakin, kita buktikan NTB memang replika kemajemukan, persatuan dan keberagaman.

“NTB rumah kita bersama, dari NTB kita semua untuk Papua,” ujarnya.

Zulkiefli Mansyah mengapreasiasi Kapolda NTB, Irjen Polisi Nana Sujana, yang menggagas acara ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat luar biasa. Menyatukan dan menguatkan kembali rasa kesatuan dan persatuan serta nasionalisme anak bangsa.

Gubernur NTB, Zulkiefli Mansyah dan Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana bertemu dan bersilaturahmi dengan tokoh lintas agama, komuditas adat dan suku yang hadir di acara Pray For Papua, Aruna Beach Hotel, Senggigi.

Kegiatan Pray For Papua memang digagas Polda NTB. Setidaknya, 5000 orang menghadiri cara malam doa untuk Papua. Mereka datang dari berbagai latar belakang suku, agama, ras dan golongan di NTB. Mereka membaur dalam satu rasa persaudaraan untuk Papua.

Acara ini ditutup dengan deklarasi ‘Kami NTB, Kami Papua, Kami Indonesia. Pace Mace We Love Papua’.

“Kami tetap akan memperjuangkan amanah leluhur kami, tentang keberagaman dalam beragama. Dan, menyatakan NKRI harga mati. Kami di Fak Fak telah mendeklarasikan, untuk tetap dibawah naungan NKRI,” kata Sekda Kabupaten Fak Gak, Provinsi Papua, Ali Baham Temongmere, yang turut hadir dalam acara ini.

Menurut Ali Baham, warga Papua dan Fak Fak bangga dan berterimakasih dengan Gubernur, Kapolda, Danrem, Danlanal, Danlanud serta seluruh aparat negara dan warga masyarakat NTB yang merindukan serta mendukung warga Papua.

Sementara itu, Kapolda NTB, Irjen Pol. Drs. Nana Sudjana, mengatakan, mendoakan warga Papua dan TNI Polri yang bertugas di Papua. Ia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak utamanya warga masyarakat NTB yang hadir.

“Ini bentuk solidaritas seluruh elemen masyarakat NTB, untuk saudara kita di Papua. Kami TNI Polri menjamin keselamatan dan keamanan seluruh warga Papua yang sedang belajar dan bekerja di NTB. Ibarat tubuh, jika ada salah satu yang terganggu, maka yang lain ikut merasakan. Begitulah kami di NTB, ikut merasakan apa yang dirasakan saudara kami di Papua,” demikian, Kapolda. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *