H. Alimin : Kemandirian Pangan, Kita Harus Mulai Dari Desa

SUMBAWA BARAT, Zonamerah.net — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Ir. H. Alimin mengatakan, bahwa kemandirian pangan, harus dimulai dari Desa, kemudian dikelolah oleh masyarakatnya sendiri. Karena selama ini, sebagian Desa di Sumbawa Barat, kebutuhan pangan seperti sayur mayur, buah-buahan, dan komoditas lainya, di suplay dari luar KSB.

“Nah, maka dari itu, kami dari Dinas Ketahanan Pangan KSB, menginginkan semua Desa yang masih kurang produksinya, agar memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam sayur mayur, buah, obat-obatan, dan komoditas lainya,” kata H. Alimin sapaan akrabnya.

Sambung H. Alimin, pihaknya juga sudah merencanakan akan mengundang beberapa Kepala Desa, untuk membahas terkait dengan Desa kemandirian pangan. Nanti, lanjut Alimin, ia cukup meminta Desa menyediakan lahan sebesar 2 are, yang mana satu arenya untuk pembibitan, dan satu are laginya tempat penyimpanan setelah panen nantinya.

“Kami akan siap memfasilitasi untuk benihnya, dan Desa kita harapkan menyediakan lahan saja. Setelah itu, bibit yang sudah ada, dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam di pekarangan rumahnya. Apabila sudah panen, maka disitulah peran Bumdes, untuk membayar kepada masyarakat. Setelah dibayar oleh Bumdes, dan dikumpulkan ke tempat penyimpanan, maka kami dari Dinas Ketahanan Pangan KSB, akan siap membantu dan memfasilitasi untuk pemasarannya,” ujarnya.

Selain itu, Untuk tahun 2020 ini, lanjut Alimin, ada 4 kelompok di Sumbawa Barat, yang menerima bantuan untuk pemberdayaan pekarangan rumah untuk kemandirian pangan bagi masyarakat Desa itu sendiri. Seperti Desa Mataiyang, Desa Rarak Ronges, Desa Tonggo, dan Desa Meraran, yang memang wilayah tersebut masuk dalan kategori rawan pangan, stanting, atau tingkat kemiskinanya tinggi.

“Masing-masing kelompok mendapat bantuan 60 juta, untuk ketersedian bibit pemanfaatan pekarangan rumah, seperti bibit sayur, buah, dan bibit obat-obatan. Untuk saat ini baru 30% pencairan anggaran untuk masing2 kelompok. Dan apabila mereka sudah menyelsaikan kebun bibitya, baru sisanya bisa kita cairkan,” demikian Kadis DKP KSB. (ZM.Yan)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *