Hj.Hanifah : Konsumsi Ikan KSB Sudah Membudaya

Kami juga mulai berfikir membuat produk bahan ikan bernilai gizi tinggi kerjasama dengan dinas kesehatan. Kita teliti dan perkenalkan ke masyarakat. Selanjutnya perlu juga digagas pembuatan Labolatorium ikan kerjasama dengan dinas Dikpora dan Perikanan. Fasilitas ini bisa jadi ajang praktik pelajar, sumber pengetahuan dan pusat penelitian perikanan,”

Ketua Forikan Sumbawa Barat, HJ.Hanifah Musyafirin

SUMBAWA BARAT—–Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Sumbawa Barat melaporkan  konsumsi ikan di daerah ini terbaik. Selain didukung produksi perikanan yang tinggi, makan ikan sudah menjadi budaya yang melekat erat dengan masyarakat setempat.

“Makan ikan bagi masyarakat kita ini sudah jadi budaya. Itu karena daerah kita kaya akan sumber daya perikanan, ikan laut dan air tawar. Potensi lingkungan kita mendukung untuk itu,” kata Ketua Forikan Sumbawa Barat, Hj. Hanifah Musyafirin, di sela sela sosialisasi gerakan gemar makan ikan anak usia dini, di Paud dan TK terpadu Mulya, Taliwang, Jum’at (25/8).

Hj. Hanifah yang juga Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumbawa Barat tersebut optimis tingkat konsumsi ikan dan olahan berbahan dasar ikan sudah semakin tinggi. Ia bahkan menyinggung budaya itu didukung dengan kuliner tradisional setempat, yang juga tidak lepas dari bahan baku ikan. Misalnya, Singang, Pesal (Sepat,red) sate ikan bumbu, Pes ikan (pepes,red) dan masih banyak lagi.

Ketua Forikan bersama Bupati Sumbawa Barat, H. W.Musyafirin pose bersama murid Paud dan TK terpadu Mulya. Anak anak lucu ini antusias menari dan bersorak sorai mengikuti kampanye gemar makan ikan.

Ia juga mengatakan, Forikan setempat juga banyak menggagas kegiatan yang berorientasi terhadap kampanye gerakan makan ikan. Salah satunya, lomba olahan makanan sehat berbahan baku ikan.

Terbaru, kata Hj. Hanifah, KSB meraih juara tiga tingkat Provinsi NTB dalam menyajikan produk olahan berbahan baku ikan. Karena itulah, PKK juga diarahkan untuk intensif melakukan pendampingan kepada lingkungan rumah tangga lainnya.

“Kami juga mulai berfikir membuat produk bahan ikan bernilai gizi tinggi kerjasama dengan dinas kesehatan. Kita teliti dan perkenalkan ke masyarakat. Selanjutnya perlu juga digagas pembuatan Labolatorium ikan kerjasama dengan dinas Dikpora dan Perikanan. Fasilitas ini bisa jadi ajang praktik pelajar, sumber pengetahuan dan pusat penelitian perikanan,” tegas, Hj.Hanifah.

Hj. Hanifah menegaskan, kepengurusan PKK akan terus didorong  terbuka, diisi oleh masrakat dan ibu rumah tangga yang mampu serta menjadi motifasi bagi ibu rumah tangga lainnya.

“Saatnya kita terbuka dan maju. Siapa yang mampu menjadi inspirasi, bergabung dengan PKK,” timpalnya lagi.

Sebelumnya, gerakan gemar makan ikan ini disuport penuh oleh Kepala Seksi (Kasi) Peningkatan daya saing produk kelautan perikanan bidang sumber daya dan peningkatan daya saing produk perikanan Dinas Kelautan Perikanan (DKP). Kedepan, gerakan sosialisasi  gemar makan ini akan berlanjut di Kecamatan Brang Rea, Brang Ene, Seteluk dan Poto Tano.

Data bidang sumber daya dan daya saing produk perikanan setempat melaporkan tingkat konsumsi ikan daerah ini mencapai 31,1 kilogram perkapita perorang pertahunnya. Jumlah itu lebih tinggi dari rata rata konsumsi ikan nasional yang hanya, 29, 9 kilogram perkapita perorang pertahunnya.

Unik dan kreatif: Sayur sayuran yang dikhias manis, buah tangan anggota PKK Paud TK Mulya.

“Jadi benar sesuai yang dikatakan ketua Forikan KSB, bahwa dari 134 ribu jumlah penduduk daerah ini, setidaknya setiap orang mengkonsumsi 92 geram ikan perharinya. Hampir satu ons. Itu konsumsi yang besar. Konsumsi ikan masyarakat kita terbaik,” kata, Kabid sumberdaya perikanan dan daya saing produk perikanan, Agusman, S.Pt.

Saat ini kata dia, produksi perikanan tangkap dan budidaya kita lebih dari 4500 ton pertahun. Jika dibagi dengan rasio penduduk kita tadi, maka rata rata kita konsumsi ikan 92 gram perhari.

Sosialisasi gerakan gemar makan ini sengaja dilakukan dengan menyasar anak usia dini.

Tujuannya agar anak lebih menyukai dan mengenal ikan dan jenis ikan yang enak serta menyehatkan. Ini juga bagi Forikan dilakukan agar anak anak merasa bangga akan daerahnya yang masih dikaruniai kekayaan danau, laut dan ikannya.

“DKP akan mendukung penuh sosialisasi dan aksi aksi nyata gerakan makan ikan yang digagas Forikan KSB,” demikian, tutup pelaksana tugas Kepala DKP, Zainul Arifin, dalam sambutannya. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *