Imam Besar KSB Restui Raja Muda Menuju Udayana

Caption Foto//Dea Guru, Zulkifli Daud bersama MSA dalam sebuah silaturohmi di Seteluk.

Ia masuk ke partai yang kini selaras dan di dukung Ijtima’ ulama. Di Sumbawa Barat dan Sumbawa MSA sudah dikenal luas, baik kalangan muda termasuk kalangan tokoh sepuh.

Dea Guru Zulkifli Daud

SUMBAWA BARAT—-Politik lokal dan regional mulai menggeliat. Ulama dan imam besar di Sumbawa Barat mendorong tokoh muda potensial untuk duduk di parlemen udayana, anggota DPRD NTB.

“Kita perlu keterwakilan legislatif yang berkualitas. Mengerti realitas kondisi politik ummat kekinian. Kita butuh suara legislator NTB yang benar benar membela ummat dan agama. Ulama berkewajiban untuk ikut memberikan pencerahan itu,” kata, ulama dan imam besar Sumbawa Barat, Dea Guru Zulkifli Daud, menyikapi peran serta tokoh politik dalam membangun ummat saat ini, Minggu (21/10) di Seteluk.

Dea Guru, sapaan akrab Zulkifli Daud menegaskan ummat harus mampu melihat potensi bakal calon pemimpin politik yang bijak dan senafas dengan garis perjuangan ulama dan ummat Islam termasuk kuat juga menjaga keberagaman dan toleransi antar ummat.

Zulkifli Daud melihat ada beberapa calon legislator NTB yang mumpuni dan selaras dengan perjuangan tokoh dan ummat. Salah satunya, sosok Muhammad Sahril Amin (MSA). Menurutnya tokoh ini, sudah ia kenal lama.

Ia masuk ke partai yang kini selaras dan di dukung Ijtima’ ulama. Di Sumbawa Barat dan Sumbawa MSA sudah dikenal luas, baik kalangan muda termasuk kalangan tokoh sepuh.

“MSA ini karakternya outentik. Dia bisa lantang dan tegas bicara soal isu isu berdampak luas untuk umat. Kita nilai sosok beliau ini masuk salah satu  tokoh potensial yang kita dorong membawa konsep politik ummat di parlemen NTB 2019 mendatang,” ujarnya.

Zulkifli Daud mengaku, berkewajiban menyampaikan pencerahan dan penilaian yang sesuai dengan kebangkitan politik Islam dewasa ini. Kondisi negara dan ummat akhir akhir ini menjadi keprihatinan sendiri. Menurutnya, seharusnya semakin banyak lagi tokoh politik yang lantang memperjuangkan konsep pembangunan keumatan kedepan.

Seperti halnya Ijtima’ (restu,red) para ulama yang diberikan kepada calon pemimpin Indonesia masa depan. Begitu pula dalam politik regional, ulama perlu juga mengambil peran mendukung tokoh politik yang mengusung konsep pembangunan ummat. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *