Indah Dugi : Tukang Sapu pun Bisa Jadi Atlet

KONI di Kritik Keras

SUMBAWA BARAT—-Prestasi Komite Olah Raga Nasional Indonesia Indonesia (KONI) Sumbawa Barat, nampaknya menjadi sorotan keras akhir akhir ini.

Jatuhnya prestasi olah raga daerah ini justru dikritik dari kalangan internal KONI sendiri. Indah Dugi Cahyono, ketua Cabang Olah Raga (Cabor) Tinju, menilai harus ada evaluasi total Cabor dan pengurus KONI sendiri. Sebab, ketua Cabor kata dia, rata rata jadi pengurus KONI.

“Sekarang tukang sapu pun bisa tiba tiba jadi atlet. Wong di biayai kok, sapa yang  tidak mau. Artinya, Atlet itu dadakan, tidak dibina. Contohnya, tinju kita butuh pembinaan bertahun tahun. Bukan untuk event saja,” sindirnya.

Kelemahan prestasi Sumbawa Barat pada Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) ke X, menurut Indah Dugi, bukan salah pengurus KONI. Sebab, KONI tidak punya atlet. Yang punya atlet Cabor. Jadi kata dia, Cabor harus di evaluasi total.

“Kalau ditanya, pengurus Cabor kita mengerti olah raga atau tidak?. Ya jawabnya, kadang kadang iya, kadang kadang tidak,”ujar, Dugi sinis.

Sebelumnya, Indah Dugi menulis status mengejutkan di laman facebooknya. Akun atas nama ‘indahdugicahyono’ mengibaratkan atlet seperti susu kuda liar. Begitu di butuhkan, susu nya di perah, namun ketika tidak di butuhkan, ia dilepas seperti kuda liar.

Status akun facebook ini, kini menjadi viral dan kontroversial.

“Kita sarankan bonus atlet itu di tingkatkan. Buat atlet berprestasi di hargai, sehingga memotivasi pembinaan atlet dan pengurus,” demikian, Indah Dugi.

Status maestro tinju Sumbawa Barat itu kontan saja, menuai reaksi netizen. Ada yang setuju ada pula yang tidak setuju. Apapun itu, kritikan ini dinilai sebagai momentum bagus bagi korps olah raga daerah itu untuk mengevaluasi diri dan memprioritaskan pembinaan atlet serta pengurus Cabor yang mengerti olah raga.

Sebagaimana di ketahui, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 tahun 2007 tentang penyelenggaraan keolahragaan pasal 55 ayat 2 menyebutkan, bahwa KONI kabupaten mempunyai tugas, mengusulkan kepada Bupati rencana program, pengelolaan dan pembinaan serta pengembangan prestasi olah raga.

Sebelumnya, Ketua KONI Sumbawa Barat, Deden Zaiful Bachri di berbagai media menyebutkan, akan menargetkan peringkat ketiga perolehan medali di ajang Porprov ke X dengan 71 emas.

Apa tanggapan KONI?. Juru bicara KONI Sumbawa Barat, Indra Irawan tidak membantah  atau membenarkan secara eksplisit kritikan Indah Dugi  tadi.

Indra Irawan hanya menjelaskan,  sesuai komitmen untuk emas bonus Rp 10 juta, perak Rp 7,5 juta dan perunggu Rp 5 juta.

“Itu sesuai  komitmen pak Bupati sebelumnya,” kata, Indra.

Selanjutnya, target 71 emas itu muncul dari perhitungan  dan target masing masing Cabor setelah Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebelum kontingen berangkat ke arena Porprov.

Sementara, Cabor yang tidak memenuhi target, menurut Indra Irawan di harapkan dapat mengevaluasi hasil yang di capai. Untuk selanjutnya berbenah hadapi Porprov selanjutnya yang menurut rencana akan digelar dua tahun sekali tersebut.

“KONI memberi apresiasi kepada semua cabor baik yang penuhi target maupun yang tidak, karena sudah sama sama berjuang. Apapun hasilnya, itulah kerja keras selama ini. KONI menyaksikan langsung bagaimana atlet terbaik Sumbawa Barat berjuang di arena Porprov,” tandasnya.

Terakhir, sebagai juru bicara KONI, Indra Irawan meminta maaf  kepada seluruh atlet,  official Cabor atas segala kekurangan termasuk kepada semua pihak. KONI menyampaikan  terima kasih kepada segenap warga Sumbawa Barat atas suport dukungan dan doa dalam Porprov 2018. (ZM.ndy-01)

Bagikan berita:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *