Kejati Instruksikan Tuntaskan Kasus EW

0
238
div class="td-all-devices">

Segera Ada TSK

SUMBAWA BESAR—Kejaksaan Tinggi NTB, nampaknya mulai menunjukkan perhatian serius terhadap pengungkapan kasus bobolnya dana kas Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Olah Raga (Dikbudpora), senilai lebih dari Rp 636 juta.

“Kasusnya sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Data sudah dikantongi termasuk hasil audit inspektorat dan dokumen lainnya,”

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa, Anak Agung Raka P.D, SH mengatakan, ia menerima instruksi untuk segera menuntaskan kasus bobolnya kas Dikpora, yang disebut sebut menyeret mantan bendahara dinas itu, EW.

“Entah kebetulan atau tidak, baru saja menerima sprint dari Kajari atas perintah Kajati NTB untuk menuntaskan kasus ini,”kata, A.G. Raka, kepada Pers, diruang kerjanya, kemarin.

Raka mengungkapkan, ia telah memerintahkan penyidik untuk membuat surat pemanggilan untuk diperiksa kepada EW, serta sejumlah pejabat lainnya. Kemungkinan, EW sudah bisa diperiksa paling lambat pekan depan. Penyidik juga telah mengantongi calon tersangka.

“Kasusnya sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Data sudah dikantongi termasuk hasil audit inspektorat dan dokumen lainnya,”ujarnya lagi.

Ia menegaskan, sebenarnya ada sedikitnya 11 kasus korupsi yang masih tertunggak dan harus diselesaikan, sebagian besar diantaranya di KSB beberapa tahun terakhir. Namun karena ini kasus EW atensi khusus, jadi pihaknya juga harus menyelesaikannya sesegera mungkin.

“Dengan banyaknya kasus dan minimnya personel penyidik kami cukup repot. Tapi apapun itu, tugas tetap tugas,”ujarnya, menghela nafas.
Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Paryono SH.MH, mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Polres Mataram untuk menuntaskan kasus EW. EW yang juga mantan bendahara Dikpora juga mendekam di sel tahanan polres Mataram karena diduga terlibat dalam kasus pembunuhan berencana yang menegaskan, H. Ahmad Alfan,60 tahun, warga Taliwang, Sumbawa Barat.
“Kita koordinasi dengan kepolisian Mataram. Bahkan sekarang sudah berada di Mataram, untuk koordinasi dengan Kajati NTB juga,”demikian, Kajari. (ZM.Ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here