Polisi : Petasan Boleh, Tapi Ada Prosedurnya

0
292
div class="td-all-devices">

TALIWANG—Kepolisian Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat mengingatkan penggunaan petasan atau bahan kembang api untuk melaporkan penggunaan atau aktifitas penjualan petasan kepada pihak kepolisian.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan menegaskan, penggunaan kembang api atau petasan pada kondisi tertentu diperbolehkan asalkan sesuai prosedur yang berlaku. Ia mengatakan, ada standar bunga api yang dizinkan. Maka itu, penjual, agen dan pembuat harus mendapat izin dari kepolisian.

IMG-20160606-WA0010
Kapolres sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan bersama Wakil Bupati, Fud Saifuddin, ST didampingi Ketua DPRD, Muhammad Nasir, ST secara simbolis memusnakan BB hasil operasi Pekat 2016

‘’Saya sudah minta seluruh jajaran untuk memeriksa, mengecek dan merazia seluruh agen, penjual kembang api atau petasan selama bulan Ramdhan ini. Babinkamtibmas, telah diinstruksikan berkoordinasi dengan penitia hari besar keagamaan, RT bahkan instansi pemerintah di desa desa agar bekerjasama mengamankan agar tidak ada lagi penggunaan petasan yang menganggu jalannya ibadah,’’ujar, Andy menjawab wartawan, kemarin.

Kapolres juga menegaskan, kepolisian  juga tengah mengantisipasi munculnya tempat atau kegiatan pembuatan bahan peledak atau petasan secara pribadi atau rumahan.  Ia berharap, anggota kepolisian bisa bekerja dengan baik dilapangan sesuai instruksi pimpinan, agar tidak ada lagi ancaman atau korban jiwa akibat penyalahgunaan kandungan bahan peledak berbahaya.

Saat ini, polri diwilayah hukum polres Sumbawa Barat dilaporkan telah melaksanakan operasi cipta kondisi, dengan sasaran penyakit masyarakat seperti peredaran miras, bahan makanan berbahaya dan kadaluarsa, razia kenalpotreacing lalulintas  serta obat obatan terlarang atau Narkoba. (ZM.ndy-01)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here