Kementan Jadikan Jagung KSB Sentra Agribisnis

0
328
div class="td-all-devices">

Tidak sulit menjadikan Sumbawa Barat sebagai daerah industri Agribisnis Jagung, asalkan pemerintah fokus pada kebijakan hulu dan hilir. Perlu ada tehnologi pengolahan hasil pertanian Jagung yang memadai yang memungkinkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Misalnya, mesin pengolahan dan pencacahan limbah jagung menjadi pakan ternak.

Kepala Litbang Penelitian Bio Tehnologi dan Sumberdaya Genetik, Kementan RI,  Mastur, P.hD


IMG_5606
Mastur, P.hD kepala Litbang dan Pengembangan Bio Tehnologi dan Sumber Daya Genetik, Kementan RI

TALIWANG—Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Badan Penelitian Pengembangan (Litbang) Biotehnologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, mulai merancang program pengembangan potensi Jagung Sumbawa Barat sebagai sentra Agribisnis.

Kepala Litbang Bio Tehnologi dan Sumber Genetik Kementan, Mastur, P.hD mengatakan, tidak sulit menjadikan Sumbawa Barat sebagai daerah industri Agribisnis Jagung, asalkan pemerintah fokus pada kebijakan hulu dan hilir. Misalnya, perlu ada tehnologi pengolahan hasil pertanian Jagung yang memadai yang memungkinkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Misalnya, mesin pengolahan dan pencacahan limbah jagung menjadi pakan ternak.

‘’Ini bisa jadi industri jika kemampuan tehnologi itu ada. Selanjutnya, harus didukung dengan sektor lain, misalnya perternakan unggas dan Sapi, yang memungkinkan pasar pakan ternak ini bisa diserap,’’tandasnya.

Pemerintah daerah juga bisa lebih mengembangkan industri pertanian jagung ini jika pusat penakaran bibit bisa dibuat. Penakaran atau budidaya benih jagung Hibrida misalnya, harus diperbanyak sebab pasarnya ada. Seluruh petani jagung di Sumbawa Barat ini, lebih suka menanam bibit jagung Hibrida  ketimbang merk lain.

Saat ini kata dia, Kementerian tengah membangun Taman Tehnologi Pertanian (TTP) di Kecamatan Poto Tano. TTP fungsinya, sebagai pusat pengembangan dan penerapan program industri pertanian. Maka itu, TTP nantinya, kata Mastur bisa saja cikal bakal di dorongnya Peraturan Daerah (Perda) Jagung berbasis Agribisnis.

‘’Petani kita perlu banyak dempolad, sekolah lapangan. Begitu juga peran penyuluh lapangan kita optimalkan. Kita arahkan petani kita berwirausaha,’’akunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Pertanian dan Perkebunan Sumbawa Barat (Dishutbuntan), I Gusti Sumbawanto, M.Si mengatakan, saat ini potensi pertanian unggulan Sumbawa Barat adalah jagung. Tidak kurang ada 10 ribu hektar luas tanaman varietas ini tersebar di seluruh wilayah. Tapi, memang kata dia, basis atau sentra tanaman ini masih di Kokarlian dan Poto Tano.

‘’Kapasitas Produksi jagung kita diperkirakan 7,5 ton perhektar tahun ini. Jadi ada total produksi kita mencapai 75.000 ton,’’demikian, Sumbawanto. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here