Malaysia Kembali Eksport Mayat

0
490
div class="td-all-devices">

Sayangnya, dari investigasi media, tidak ditemukan satu dokumenpun yang menjelaskan, kronologis kematian korban. Status hukum yang membelit korban atau putusan pengadilan sebagaimana hukum yang berlaku di negara itu. Ini tentu saja berbanding terbalik ketika status hukum warga negara Malaysia di Indonesia yang hendak dihukum mati.


 

SUMBAWA—Malaysia melalui Kedutaan besar Indonesia kembali melakukan ‘Eksport’ atau pengiriman sedikitnya empat Mayat warga negara Indonesia asal Sumbawa dan Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (12/6) waktu setempat.

Keempat warga tersebut masing masing, Yahya Maulana asal Desa Lamusung Kecamatan Seteluk, Sumbawa Barat. Selanjutnya, Amrin asal Desa Jorok Kecamatan Utan, Sumbawa, Imran Aias Kuping asal Desa Luar Kecamatan Alas, Sumbawa dan terakhir,Mario Akbar alias Man, asal Desa Baru kecamatan Alas, Sumbawa.

IMG-20160612-WA0020
Tim medis tengah melakukan pengecekan kondisi fisik empat Jenazah, disaksikan keluarga korban di ruang IGD Puskesmas Alas, Minggu (12/6)

Mayat telah terbungkus kedalam empat peti jenazah tersebut dikawal dari Mataram Ibu kota NTB, dengan menggunakan dua unit Ambulance milik RSU pemerintah Provinsi NTB. Keempat jenazah itu diserah terimakan, kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kepolisian dan TNI Sumbawa Barat dan Sumbawa guna dipulangkan ke rumah duka masing masing.

Sesuai berita acara serah terima jenazah, keempat jenazah ini tiba di Sumbawa Barat dan Sumbawa Minggu (12/6) sekitar puku 5.30 wita. Kemudian, dihadapan perwakilan keluarga, peti dibuka oleh tim medis disaksikan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumbawa Barat, Abdul Hamid serta perwakilan UPTD Kesehatan Puskesmas Alas.

‘’Pembukaan peti jenazah dimaksudkan agar tim medis dan pihak keluarga korban mencocokkan ciri ciri fisik jenazah sesuai atau tidak dengan anggota keluarga mereka,’’kata, perwakilan tim medis, di Alas.

IMG-20160612-WA0012
inilah Surat Keterangan Identitas Jenazah dari Konsulat RI di Kualumpur, Malaysia

Selanjutnya pukul 6.16 wita jenazah dipulangkan kerumah duka masing masing untuk di semayamkan dan langsung di kebumikan. Masing masing perwakilan keluarga korban menandatangani berita acara tidak keberatan dan menerima kondisi jenazah.

Sesuai dokumen yang diterima keluarga korban dari kedutaan besar Indonesia di Malaysia, keempat korban tewas ditembak kepolisian Malaysia. Surat keterangan bernomor 0501/SK-JNH/06/2016 tersebut memuat   identitas jenazah tanggal keberangkatan jenazah dari Kualumpur serta sasaran penerima jenazah dari perwakilan keluarga. Surat keterangan tersebut ditandatangani , Indriati Kusuma Wardhani, Sekretaris Ketiga Konseler atas nama duta besar Republik Indonesia, Kuala Lumpur.

Dalam catatan media, pemulangan atau eksport mayat dari Malaysia ke Sumbawa dan Sumbawa Barat sudah kali kedua sejak awal tahun 2016 ini. Sebelumnya dua warga Mapin Kecamatan Alas dan Seteluk Sumbawa Barat juga dipulangkan dalam keadaan telah menjadi mayat. Mereka dilaporkan tewas ditembak polisi Malaysia karena diduga terlibat dalam aksi kriminal.

Sayangnya, dari inevstigasi media, tidak ditemukan satu dokumenpun yang menjelaskan, kronologis kematian korban. Status hukum yang membelit korban atau putusan pengadilan sebagaimana hukum yang berlaku di negara itu. Ini tentu saja berbanding terbalik ketika status hukum warga negara Malaysia di Indonesia yang hendak dihukum mati.

Indonesia sangat hati hati bahkan Kementerian hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) Indonesia mengeluarkan berita acara dan informasi atas keputusan Kejaksaan Agung (Kejagung) soal eksekusi warga negara Malaysia. Itupun Malaysia terus menempuh jalur diplomasi. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here