Nyawa Warga Indonesia Murah di Malaysia

1
304
div class="td-all-devices">
IMG-20160612-WA0016
Ini surat keterangan bertulisan tangan dari keluarga korban. Surat ini sekaligus berfungsi sebagai tanda serah terima jenazah bukti keluarga menerima kondisi jenazah

Ini tentu saja janggal. Informasi yang diterima media dari berbagai sumber menyebutkan, tidak hanya isu tidak jelasnya status hukum dan kornologis kematian korban, isu penjualan organ tubuh manusiapun ikut menyeruak. Pasalnya, sejumlah warga saksi yang melihat kondisi jenazah korban, tampak jenazah dalam kondisi habis dibedah alias bekas jahitan. Kondisi fisik jenazahpun tidak dijelaskan detail dalam dokumen resmi yang dikirimkan pihak kedutaan.


 

SUMBAWA—Perwakilan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia tidak satupun terlihat mendampingi kepulangan empat Jenazah warga negara Indonesia, asal Kecamatan Alas, Utan dan Seteluk Sumbawa dan Sumbawa Barat. Padahal sebagai instansi yang mengurus dan melindungi warga negara di luar negeri, Kemenlu harusnya bertanggung jawab memperjelas kronologis dan status kematian korban.

Apalagi, sebagai penanggung jawab utama kepulangan jenazah, Kemenlu adalah pihak yang bertanggung jawab menjelaskan dan mendampingi serah terima jenazah kepada keluarga korban, sebagai bagian dari bentuk perlindungan warga negara. Pasalnya, hingga kini, tidak satupun dokumen resmi yang menjelaskan status hukum kematian korban.

‘’Tidak ada perwakilan Kemenlu. Jenazah diterima pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dua Kabupaten, ‘’kata, Kapolsek Seteluk, AKP I Kadek Supartha, di Seteluk, Minggu (12/6).

Kasus tewasnya, warga Indonesai khususnya Sumbawa dan Sumbawa Barat dalam beberapa tahun terakhir, terlewatkan begitu saja. Memang, saat serah terima, perwakilan pemerintah daerah keluarga korban membuat surat keterangan tidak keberatan dan menerima kondisi jenazah. Surat yang ditulis dan ditandatangani dengan tulisan tangan perwakilan keluarga korban itu tidak dilengkapi saksi sah dari pemerintah.

Ini tentu saja janggal. Informasi yang diterima media dari berbagai sumber menyebutkan, tidak hanya isu tidak jelasnya status hukum dan kornologis kematian korban, isu penjualan organ tubuh manusiapun ikut menyeruak. Pasalnya, sejumlah warga saksi yang melihat kondisi jenazah korban, tampak jenazah dalam kondisi habis dibedah alias bekas jahitan. Kondisi fisik jenazahpun tidak dijelaskan detail dalam dokumen resmi yang dikirimkan pihak kedutaan.

IMG-20160612-WA0020
Tim medis tengah memeriksa kondisi fisik Jenzah disaksikan perwakilan keluarga korban. Pemeriksaan ini dilakukan, untuk mencocokkan ciri ciri fisik jenzah korban

Kondisi ini semakin saja memprihatinkan. Bagaimana mungkin negara yang harus melindungi warganya dari hukum di luar negeri justru tidak memiliki dokumen atau jejak resmi hal ikhwal kematian korban. Ini berbeda seratus delapan puluh derajat dari tewasnya warga negara asing di Indonesia.

Bahkan tak jarang nota protespun dikirim negara mereka ke Indonesia. Lepas dari kriminal atau tidak, yang jelas undang undang mengatur negara berkewajiban memberilkan perlindungan hukum bahkan nyawa setiap warga negaranya di luar negeri.

Sayang, Bupati Sumbawa Barat, H. W. Musyafirin tidak bergeming terhadap isu ini. Media berulang kali menanyakan tanggapan kepala daerah terkait kondisi warga KSB yang ditembak tanpa dokumen yang jelas , tidak memberikan penjelasan atau tanggapan. Demikian pula Bupat Sumbawa, H. Husni Jibril bahkan Gubernur sekalipun. Pejabat dan perwakilan pemerintah pusat ini justru diam seribu bahasa. Begitu murahkah nyawa warga Indonesia di Malaysia?. (ZM.ndy-01)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here