Jejak Peradaban Negeri Diatas Awan

0
473
div class="td-all-devices">

‘’Ciri masyarakat maju itu bukan peniru. Tapi mampu beradaptasi dengan baik terhadap pengaruh luar  namun tidak meninggalkan nilai  warisan budaya leluhur,’’

AKBP Andy Hermawan


 

TALIWANG—Sumbawa Barat memiliki bebergai khasana budaya dan obyek wisata yang unik. Keunikan ini telihat dari warisan nilai nilai budaya dan adat istiadat leluhur. Berbagai literatur sejarah sudah banyak mengupas bagaimana, budaya masyarakat masa lampau mampu menjadi daya tarik tersendiri tidak hanya masyarakat lokal, namun nasional bahkan manca negara.

IMG_5719
Suasana Silaturohmi Safari Ramadhan Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan bersama Kepala Desa dan warga Mantar didampingi Kapolsek Seteluk, AKP Kadek Supartha, Senin (13/6) sore.

Nilai nilai estitika seni dan cagar budaya tanpa disadari ikut menjaga wawasan masyarakat tentang nilai nilai yang terkandung dalam kebudayaan itu sendiri. Tidak heran, kebanyakan warga Sumbawa Barat berpandangan, adat istiadat dan warisan budaya leluhur bisa menjadi perekat nilai nilai sosial kekinian.
‘’Ciri masyarakat maju itu bukan peniru. Tapi mampu beradaptasi dengan baik terhadap pengaruh luar namun tidak meninggalkan warisan budaya peninggalan leluhur,’’kata, Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan, berbicara dengan tokoh agama dan masyarakat warga Desa Mantar, Kecamatan Seteluk, Senin (13/6).
Kepala kepolisian di Sumbawa Barat ini terbilang baru. Ia datang ingin mengenal lebih dekat dengan suasana serta sosok warga desa yang terkenal dalam serial film layar lebar, Serdadu Kumbang, karya sutradara terkenal tanah air, Ari Sihasale.
‘’Serasa dirumah sendiri’’ begitulah kalimat pertama terucap dari mulut pria asli Tasikmalaya, Jawa Barat itu. Suasana Desa Mantar tak ubahnya dikampung halamannya sendiri. Atmosfer mantar begitu menyejukkan, tenang serta sangat menginspirasi. Maklumlah, ketika melihat sekilas suasana Mantar Andy seakan mengulang kembali memori masa lalu, di Tasik.
‘’Saya datang kesini ingin menjadi bagian dari masyarakat Sumbawa Barat, khususnya Mantar. Saya mengenal Mantar dari banyak berita di media setelah semakin terkenal dalam pemutaran film nasional itu,’’kata dia.

IMG_5731
Bertemu dan bercengkeramah dengan Muhammad Darmawan, 16 tahun, pemeran Kencor dalam Film nasional ‘Serdadu Kumbang’ yang syuting di Desa Mantar

Adnen Bolang, 52 tahun penulis sejarah sekaligus Sekretaris Desa Mantar, mengatakan desa ini berada di ketinggian sekitar 630 meter dari permukaan laut. berpenduduk lebih dari 1341 jiwa dengan 279 Kepala Keluarga (KK). Desa ini berjarak kurang lebih enam kilometer dari ibu kota Kecamatan Seteluk. bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor dan roda empat selama 10-15 menit saja.
Mantar telah ada sejak abad ke 16 sebelum Masehi. Ia mencatat, desa ini memiliki keturunan langsung bangsa Portugis. Ketika pelaut portugis terdampar di laut Tua Nanga akibat cuaca buruk, kapal mereka hancur menjadi dua bagian. Pelaut portugis bersama sejumlah keluarga dan crew kapal dari warga pribumi asal Jawa Gresik, terpaksa mendaki bukit demi bukit guna mencari sumber air. Kemudian mereka menemukan sumber air itu di suatu puncak ditutupi hutan lebat.
‘’Sumber air itu dangkal, kecil. Nenek moyang kami membangun pemukiman disana. Yang kami beri nama desa loka. Itu desa pertama Mantar. Kemudian seiring perjalanan waktu, nenek moyang kami enemukan sumber air yang melimpah. Sumber air itu diberi nama Ai’Mante, berasal dari kata Mountain atau pegunungan. Disitulah cikal bakal Mantar hadir hingga kini,’’kata, H. Sulaeman, 99 tahun, tokoh masyarakat setempat.

IMG_5742
Menyerahkan bantuan berupa bingkisan dan sejumlah dana untuk pengembangan peribadatan kepada imam Masjid Annur Desa Mantar, Senin malam, usai Shalat Taraweh

Dialog Andy Hermawan dengan warga Mantar dilakukan sebagai bagian dari road show atau safari Ramdhannya yang ketiga sejak ia menjabat sebagai kepala kepolisian setempat. Ia disambut warga dengan hangat  di iriingi Ratub Rabbana serta lantunan sholawat Nabi SAW.
Di Masjid Annur Desa Mantar ia dan rombongan diterima kepala Desa Abdul Salam serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat di pelataran rumah ibadah itu.
Dalam kegiatan itu, banyak saran dan masukan dari warga. Disana ia ikut berbuka bersama serta mengikuti ibadah sholat Magrib hingga Taraweh. Tak lupa ia memberikan sejumlah bingkisan serta bantuan seadanya, untuk membantu kegiatan keagamaan dan biaya renovasi masjid.

Di kesempatan itu yang mensosialisasikan serta menjelaskan tugas dan fungsi kepolisian. Berusaha meminta masukan warga serta mencari model polisi yang diharapkan warga Sumbawa Barat khususnya, Mantar.
‘’Saya akan mendukung penuh Mantar sebagai desa budaya dan pariwisata. Polisi juga mendukung program pemerintah Sumbawa Barat dan akan mempersiapkan pola pengamanan yang baik ketika Mantar menjadi tuan rumah penyelenggaraan even internasional Paralayang, Desember mendatang,’’ujarnya. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here