Pemerintah KSB Cek Medis Korban Pasung

0
188
div class="td-all-devices">

Abdurahman sendiri bukan satu satunya ODGK yang berada di Sumbawa Barat. Penderita ODGK semakin hari semakin meningkat. Mereka berada di jalan jalan dan tampak tidak terurus. Kondisi ini tdak jarang memprihatinkan. Pemerintah semestinya harus memikirkan langkah yang tepat guna mengatasi masalah sosial ini. Tidak sebatas pengecekan medis saja.


TALIWANG—Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat akhirnya menangani korban Pasung. Ini juga bagian dari upaya pemerintah menelusuri korban pasung guna melakukan berbagai langkah agar kebijakan itu searah dengan program pemerintah Provinsi NTB yang bebas pasung hingga 2018 mendatang.
Pengecekan itu meliputi pengiriman tim petugas medis dari Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa Barat. Instansi terkait mengklaim bahwa Abdurahman, 33 tahun, korban pasung penderita kejiwaan itu selama ini memang tengah dalam pengawasan pemerintah.

IMG_5609
Kapolsek Seteluk, AKP Kadek Supartha, melihat dari dekat penderita gangguan jiwa, Abdurahman, 33 tahun yang dipasung pihak keluarga belum lama ini

Kepala Seksi Pelayanan Medik (Yanmed) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, Sulastri SKM mengaku terkejut. Abdurrahman adalah salah satu pasien gangguan kejiwaan yang telah masuk dalam pengawasan medis diwilayah kecamatan setempat.
Abdurrahman masuk dalam kategori Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGK), sebelumnya rutin minum obat yang direkom oleh petugas medis, kemudian ia salah satu penderita ODGK yang telah diberdayakan di sekretariat Kantor Camat Seteluk, sebagai petugas pemotong rumput.
“Tentu saja kami dari Dikes KSB terkejut, ketika mendapat informasi Abdurrahman kembali di pasung. Hal ini sangat tidak diperbolehkan sebab tindakan tersebut dapat menghambat proses penyembuhan,” kata, Sulastri.
Abdurhaman, 33 tahun warga Desa Seteluk Atas Kecamatan Seteluk diklaim menderita penyakit jiwa. Bahkan atas saran masyarakat dan keluarga, Abdurahman bahkan kini terpaksa di pasung.
Sulastri menambahkan, Abdurrahman selaku penderita ODGK sebelumnya dibawah pengawasan petugas kesehatan setempat. Dengan adanya tindakan pasung tersebut tentu hal ini menimbulkan tanda tanya, karena sebelumnya pasien tersebut yang di diagnosa menderita Skizofrenia berat.
Skizofrenia adalah suatu kondisi dimana kesehatan mental mengalami gangguan yang serius yang menyebabkan gangguan fikiran, keyakinan dan pengalaman. juga diartikan sebagai sekelompok gangguan berat pada otak di mana orang akan menafsirkan realitas dengan abnormal, tidak seperti orang pada umumnya.
Orang yang mengalami hal ini akan mengalami beberapa hal seperti halusinasi, khayalan, dan gangguan pada pemikiran dan perilaku. Mayoritas dari penderitanya mengalami rasa takut yang luar biasa. Biasanya, penyakit ini mulai muncul pada usia dewasa muda. Skizofrenia bisa dikatakan sebagai sebuah kondisi yang kronis. Sebab, penderitanya tidak dapat dilepaskan dari namanya pengobatan. Mereka harus mendapatkan perawatan seumur hidup, terang Sulastri saat dijumpai diruang kerjanya.
Sewajarnya penderita ODGK seperti yang dialami Abdurrahman, bisa di rujuk ke RSJ Mataram tanpa harus di pasung. “Bagaimana pun juga mereka penderita ODGK juga punya hak asasi untuk di perlakukan sama seperti individu lainnya,” tukasnya.
Padahal sekitar bulan Maret lalu, pemerintah melalui program Pelayanan Mobile Klinik melalui Rumah Sakit Jiwa (RSJ) bersama tenaga dokter spesialis jiwa dan perawat ahli jiwa telah datang ke KSB dan pelayanannya dipusatkan di Kecamatan Taliwang. Setidaknya moment moment ini harus dimanfaatkan oleh keluarga untuk mensupport proses pengobatan pasien tersebut.Mengingat faktor lingkungan pun akan mempengaruhi terhadap kondisi pasien.
“Dengan dipasungnya pasien atau penderita ODGK tersebut Saya jadi bertanya, ada apa dana faktor apa yang menyebabkan pasien sampai sampai kambuh dan harus dipasung,” ujar Sulastri.
Menyikapi informasi tersebut, Ia telah meminta timnya di tingkat kecamatan untuk melakukan penelusuran. Abdurahman sendiri bukan satu satunya ODGK yang berada di Sumbawa Barat. Penderita ODGK semakin har semakin meningkat. Mereka berada di jalan jalan dan tampak tidak terurus. Kondisi ini tdak jarang memprihatinkan. Pemerintah semestinya harus memikirkan langkah yang tepat guna mengatasi masalah sosial ini. Tidak sebatas pengecekan medis saja.
Sementara itu terungkapnya Abdurrahman kembali di pasung setelah sebelumnya Kapolsek Seteluk, AKP Kadek Supartha didampingi Kepala Desa (Kades) Seteluk Atas, M. Said datang bertemu menjenguk Abdurahman.
Kedatangan Kapolsek untuk bersilaturohmi dan berbagi berkah dengan warga. Kegiatan ini juga bagian dari menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 70, tepatnya 1 juli 2016.
‘’Pak Abdurahman ini warga saya. Beliau ini masih bisa disembuhkan. Saya prihatin jika beliau harus di pasung. Kita perlu memikirkan langkah untuk menyebuhkan beliau agar kembali kepada masyarakat seperti sediakala,’’kata Kadek.
Kadek juga berbicara dengan Jueriah, 60 tahun, ibu Abdurhaman. Ia meminta keluarga bersabar dan yakin untuk mau mengobati penyakit Abdurahman. Tidak lupa, ia memberikan bantuan berupa satu paket bingkisan kepada keluarga Abdurahman. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here