Kisah Mengharukan Ari Si Ojek Batu

0
1294
div class="td-all-devices">

‘’Saya berterimakasih pak. Kebaikan pak Kapolres tidak bisa saya balas seumur hidup saya. Saya juga terimakasih kepada Brigadir Nukman, Babinkamtibmas di Bree ini. Ia seperti saudara saya. Setiap malam dan waktu mendampingi saya dan mengurusi pengobatan saya,’’

Ari Kasmirin, Dusun Bree


TALIWANG—Kisah Ari Kasmirin, 34 tahun, warga Dusun Bre Desa Sapugara Bree dimulai dua bulan silam. Ketika itu, Ari yang berprofesi sehari hari sebagai Ojek Batu di area tambang tradisonal diwilayah setempat ketiban musibah.

Ari Babin
Ari Kasmirin, 34 tahun, mulai bisa berjalan dengan menggunakan tongkat, paska operasi penyatuan Tulang di RS Bayangkara, Mataram

Ari meringis kesakitan, ketika seonggok pecahan batu jatuh menghujam kaki kirinya. Persis dipergelangan antara betis dan telapak kaki. Maklum, profesi sebagai tukang ojek batu untuk dibawa dari lumbang galian ke pengolahan di bawah bukit memakan waktu berjam jam serta menempuh medan yang terjal dan sulit.

‘’Ketika itu, saya terpeleset. Batu yang saya pikul terjatu dan menghujam kaki saya. Saya terpelanting jatuh. Saya bahkan nyaris tewas. Kaki saya patah,’’katanya, bertutur dengan wartawan dikediamannya, Rabu (15/6).

Sejak mengalami musibah itu, ia terpaksa menahan sakit dan berbaring tidak berdaya dirumahnya. Ery Arisandy, 34 tahun, istri Ari adalah wanita hebat yang selalu setia mendampingi sang suami. Ditengah sang suami tak berdaya, Eri lah yang mengurusi Ari sehari hari. Makan, minum bahkan mandi. Padahal, Eri tengah hamil besar mengandung anak keempat.

Ari kini memiliki empat orang anak. Tiga putri dan satu putra. Hidup yang pas pasan membuat Ari terpaksa bekerja berat menjadi ojek batu. Penghasilan yang ia terima sekitar Rp 35.000 sekali jalan cukup hanya untuk makan. Meski terkadang ia harus menabung guna membiayai sekolah dua orang anaknya.

Brigadir Nukman
Brigadir Nukman, sosok Babinkamtibmas yang menginspirasi keluarga Ari Kasmirin

‘’Saya berterimakasih pak. Kebaikan pak Kapolres tidak bisa saya balas seumur hidup saya. Saya juga terimakasih kepada Brigadir Nukman, Babinkamtibmas di Bree ini. Ia seperti saudara saya. Setiap malam dan waktu mendampingi saya dan mengurusi pengobatan saya,’’ kata, Ari polos.

Ari mengatakan, semenjak dua bulan terbaring lemah, ia di datangi Kapolsek Brang Rea, Iptu M.S Arthana. Ia datang di perintahkan Kapolres Sumbawa Barat AKBP Andy Hermawan untuk mengurusi pengobatan nya.

‘’Saya mulai diperiksa ke RSUD Assyifa, di foto Rontgen. Tanpa Ambulance tanpa bidan dan dokter di Puskesmas, saya terpksa naik mobil patroli polsek dirujuk untuk melaksanakan operasi penyatuan tulang kaki di Rumah Sakit Bayangkara, Mataram. Alhamdulillah ya Allah,’’ujar, Ari dengan mata berkaca kaca.

Tidak kurang selama lima hari, ia berjibaku dengan proses operasi di RS Bayangkara.  Ari mengatakan, selama operasi ia didampingi satu anggota polisi Babinkamtibmas Polsek Brang Rea. Ia mengatakan, usai operasipun ia diantar pulang dengan mobil patroli polisi.

Keluarga Ari
Inilah keluarga kecil Ari Kasmirin bersama Istri, Eri Arisandy bersama keempat buah hatinya

‘’Untung ada pak Nukman ini pak. Beliau lah yang melihat dan memantau persalinan saya dengan anak anak selama suami saya dioperasi. Saya melahirkan sendiri tanpa bidan dan dokter. Saya gak punya biaya,’’ kata, Eri meratap syukur dihadapan sejumlah awak media.

Eri bahkan mengatakan seluruh biaya pengobatan sang suami diberikan Andy Hermawan. Seluruh biaya itu termasuk operasi, biaya makan dan obat obatan. Nilainya hingga puluhan juta. Ia mengatakan bersujud syukur atas perhatian dan bimbingan Kapolres dan Polsek Brang Rea. Bahkan kinipun, kata Eri, sang suami di hadiahi sepasang tongkat.

Sementara itu, Brigadir Nukman mengatakan, ia diperintahkan Kapolsek untuk melakukan pemantauan dan pendampingan mulai dari persiapan pemeriksaan di rumah sakit hingga proses operasi dilaksanakan di Mataram. Iapun ditugaskan terus memantau kondisi kesehatan keluaga Ari berikut kondisi persalinan istrinya.

‘’Ibu Eri ini orangnya aktif. Dia pedagang sayur membantu suami selama suaminya sakit. Jadi, ia berkeliling kampung. Bekerja tanpa henti. Jadi, ia melahirkan sendiri, saya tiba dirumah setelah ia sudah melahirkan bayi. Saya langsung ke Puskesmas dan memanggil bidan,’’akunya.

Kapolsek Brang Rea, Iptu M.S Arthana mengatakan, ia diperintah Kapolres setelah kapolres turun meninjau Program Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) di desa itu. Ketika itu Kapolres meninjau rumah Ari bersama rombongan kepala daerah.

‘’Beliau perintahkan saya untuk membantu kondisi Ari. Beliau bilang seluruh biaya ia yang urus. Saya hanya jalankan penerintah,’’demikian, Arthana . (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here