Kelompok Radikal Paksakan Kebenaran Tunggal

0
547
div class="td-all-devices">

TALIWANG—Tokoh agama sekaligus pengamat faham radikal Sumbawa Barat, KH. Zulkifli Daud mengatakan, dewasa ini gerakan atau faham radikal tidak hanya bergerak dan masuk dalam struktur sosial masyarakat marjinal atau kaum anti sosial dan pemerintahan saja, namun juga bergeser memanfaatkan diplomasi intelektual melalui lingkaran kekuasaan dan politik. Dulu ciri masyarakat radikal yakni tertutup, bersosialisasi dengan dan antar kelompoknya saja. Tapi kini, radikalisme bahkan semakin terbuka dan masuk dalam lingkaran kekuasaan.

IMG-20160615-WA0048
Kegiatan Ceramah, KH. Zulkifli Daud, tentang faham Radikal di Musholla Al-Itiqomah, Desa Seteluk

Contohnya, bagaimana gerakan ajaran syiah yang dulunya minoritas kini bahkan menguasai parlemen dan sistem pemerintahan di Iran. Radikal yang dimaksud disini menurut Dea Guru adalah gerakan yang memaksakan tafsir dan kehendak secara tunggal. Dalam kontek agama, mereka memaksakan pemahaman kelompoknya dan mengabaikan kontekstual sosial dan kultur yang ada. Ini juga terjadi di Indonesia.

‘’ Mereka kaum radikal tidak kenal kompromi. Memaksakan apa yang menurut tafsir dan pemikiran mereka benar dan tunggal. Mereka mengabaikan kebenaran dan anlisis tafsir kelompok lain. Mereka sulit pula bersosialisasi dan berdiskusi,’’ akunya.

Cara atau sikap seperti ini menurut KH Zulkifli Daud jauh dari ajaran islam yang mementingkan ukhuwah serta perdamaian dan penanaman nilai nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat. Menururt tokoh alumnus Pondok Pesantren Gontor tahun 1977 dan alumni Universitas Al- Azhar Mesir ini mengatakan, kita bisa mengambil pelajaran berharga Nabi besar Muhammad SAW dalam menjalankan dakwa menyebarkan ajaran Islam. Beliau kata dia, dihina, di caci bahkan ingin di bunuh. Tapi, Nabi tidak membalasnya, karena Islam mengajaran kebaikan, akal dan nilai nilai atau suri tauladan yang baik.

‘’Karakter ini yang jauh dari ajaran kaum radikal,’’terangnya lagi.

IMG-20160615-WA0049
Jamaah Mushollah Al Istiqomah, khidmad mendengarkan ceramah KH. Zulkifi Daud tentang faham Radikalisme di Sumbawa Barat

Di Sumbawa Barat sendiri, kata dia, disadari atau tidak fenomena bibit gerakan radikal sudah terlihat. Misalnya ada kelompok masyarakat yang yangmudah mempersalahkan kelompok masyarakat lain serta memaksakan pemahaman dan tafsir ajarannya tanpa mau berdiskusi dan menjabarkan nilai nilai syariat yang benar. Misalnya, bagaimana pemerintah dianggap Toqud, kafir, hingga menolak mengikuti aturan pemerintah namun lebih tunduk dengan pemahaman ajarannya saja.

‘’Ini berbahaya bagi dunia Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Islam itu rahmatan lil-alamin. Yakni, pembawa rahmat bagi seluruh umat manusia dan alam semesta,’’ katanya.

KH.Zulkifli Daud meminta pemerintah tidak apatatis melihat fenomena seperti ini. Mesti dilakukan berbagai pendekatan dan upaya yang baik, agar paham ini tidak menyebar dan seoalah tabu tapi justru bergerak dan hadir dilingkungan masyarakat kita.

Perlu membangun berbagai interaksi sosial dan komunikasi aktif dari pemerintah. Ini bagian dari upaya membangun kontrol sosial masyarakat dan negara agar paham radikal tidak maju dan berkembang. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here