APBD KSB Tembus Rp 1,1.5 Trilliun

0
341
div class="td-all-devices">

Informasi yang dihimpun media menyebutkan, pemerintah Sumbawa Barat terkesan memperlambat realisasi anggaran APBD Murni 2016. Berbagai spekulasi muncul, mulai dari perbedaan kepentingan ditubuh birokrasi serta tarik ulurnya program pembangunan.


TALIWANG—APBD Kabupaten Sumbawa Barat kini resmi berada pada level nilai Rp 1,1.500 Trilliun. Jumlah itu bertambah dan resmi masuk dalam nomen kelatur APBD setelah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membahasnya dalam APBD Perubahan.
Sebelumnya, dalam APBD murni 2016, total jumlah anggaran Sumbawa Barat berada kurang lebih pada Rp 800 Miliar. Namun setelah pemerintah menerima Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak, jumlah itu bertambah sedikitnya Rp 358 Miliar.
‘’Daerah sudah menerima penambahan DBH pajak. Jadi total Rp 1,1.5 Trilliun. Itu berdasar surat dari kementerian Keuangan (Kemenkeu) kepada pemerintah daerah,’’kata, Asisten II bidang keuangan dan administrasi pembangunan, Mashur Yusuf, ST, diruang kerjanya, Rabu (22/6).
Ditanya, bagaimana dengan komposisi APBD P, apakah ada perubahan signifikan. Ia mengatakan, tidak ada berubah siginifikan utamanya dengan program pembangunan. Memang ada penyesuaian penyesuaian. Yang jelas, APBD P masih terus dibahas hingga 29 Juni mendatang.

Pemerintah Sumbawa Barat dan pemerintah kabupaten lain terkena rasionalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat. Maka sesuai instruksi menteri keuangan, KSB juga terkena pengurangan alokasi DAK sebesar 10 persen.
‘’Ini yang sedikit menjadi kendala kita Perlu rasionalisasi program lagi. Makanya, banyak program DAK yang ditender terpaksa dikurangi aitem pekerjaannya. Sementara yang belum, langsung bisa dipangkas 10 persen. Ini yang memakan proses yang agak lama,’’akunya.
Informasi yang dihimpun media menyebutkan, pemerintah Sumbawa Barat terkesan memperlambat realisasi anggaran APBD Murni 2016. Berbagai spekulasi muncul, mulai dari perbedaan kepentingan ditubuh birokrasi serta tarik ulurnya program pembangunan.
Sumber Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbawa Barat mengatakan, realisasi APBD murni pemerintah baru sekitar enam persen. Padahal jadwal realisas anggaran bahkan sudah memasuki triulan ketiga.

Saat in,i tahun anggaran sudah memasuki Juli. Jika terus realisasi anggaran ini rendah, maka akan berdampak luas terhadap realisasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here