Tak Hanya Kerupuk, Tempe-pun Mengandung Boraks

0
333
div class="td-all-devices">

Tempe dan Kerupuk, makanan yang lumrah kita temukan di pasar pasar dan menjadi salah satu kegemaran masyarakat kita, justru disalah gunakan oleh oknum tangan jahil masyarakat.


TALIWANG—Perdagangan merupakan salah satu jenis usaha yang paling dianjurkan dalam Islam. Niaga menurut ajaran Islam adalah pintu rizki yang paling banyak dibuka Allah untuk kesejahteraan hambanya. Tapi, manusia terkadang tidak amanah. Berdagang selain harus jujur, juga harus membawa kemaslahatan untuk ummat.

Baru baru ini, satuan Poisi Pamong Praja (Pol PP) Sumbawa Barat bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Koperindag) berhasil menemukan satu lokasi atau industri rumahan tradisional yang membuat makanan dari bahan kimia berbahaya.

Tempe dan Kerupuk, makanan yang lumrah kita temukan di pasar pasar dan menjadi salah satu kegemaran masyarakat kita, justru disalahgunakan oleh oknum tangan jahil masyarakat.

IMG-20160621-WA0001
Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP), menunjukkan sejumah barang bukti Kerupuk dan Tempe diduga mengandung Borak dan Formalin. Ini hasil operasi bersama antara Pol PP, Dikes dan Disperindagkop

‘’Kami temukan pembuatan kerupuk dari industri rumahan di Lingkungan Tamempang Kelurahan Bugis Kecamatan Taliwang yang menggunakan borak sebagai bahan bakunya. Begitupula Terasi dan Tempe,’’kata, Kepala Seksi (Kasi) Operasi Pol PP, Muhammad Syukri, kepada wartawan, kemarin.

Ia mengatakan, kegiatan operasi bahan makanan kadaluarsa dan berbahaya lainnya terus menerus dilakukan oleh pemerintah bekerjasama dengan Balai Besar Pengawas Obat obatan dan Makanan (BPOM) serta Kepolisian. Tim kata, M. Syukri juga menemukan dan menyita bahan makanan seperti Terasi Kerupuk dan makanan lainnya beredar di Pasar Taliwang. Tim langsung melakukan penyitaan barang bukti dan memeriksa pedagang.

‘’Sekitar pukul 9.00 wita pagi kita masuk kep pasar Taliwang dan menemukan beberapa bukti bahan makanan berbahaya ini. Kami sudah tarik dan mengamankan barang bukti. Pelaku dan oknum pedagang juga kita mintai keterangan,’’terangnya.

Di Sumbawa Barat makanan jenis ini tidak hanya beredar di pasar pasar tradisonal dan industri rumahan. Makanan berbahaya atau kadaluarsa bahkan juga beredar di retail modern seperti Alfmart dan toko distributor makanan lainnya.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan, mengatakan kepolisian akan menangani masalah beredarnya bahan kimia berbahaya yang digunakan untuk makanan sesuai ketentuan dan prosedur berlaku. Ia mengatakan, sinergi dengan antar instansi lebih dikedpanan.

‘’Kita lihat bagaimana dari sudut kesehatan dan undang undang perlindungan konsumen. Apapun bentuknya, peredaran bahan berbahaya semua akan diusut tuntas,’’ujarnya. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here