Wabup : Trakindo Harus Hentikan PHK

0
1271
div class="td-all-devices">

Foto : Suasana Pertemuan Wakil Bupati dengan perwakilan Trakindo dengan jajaran pemerintah

Wabup atas nama pemerintah meminta management Trakindo untuk mempertimbangan kontek lokalitas sebelum melakukan PHK. Keberadaan Newmont dan subkontraktornya menurut Wabup ditujukan untuk mensejahterakan para pekerja lokal. Bukan malah menargetkan PHK. Apalagi, kata dia, sasarannya justru pengurus serikat.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Saifuddin, ST


TALIWANG—Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Saifuddin, memanggil Management PT Trakindo, perusahaan penyewaan alat berat PT Newmont tersebut. Ia meminta perusahaan tersebut menghentikan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sampai pemerintah dan perusahaan menemukan kata sepakat.

Wakil Bupati memanggil Trakindo guna bertemu membahas rencana PHK perusahaan itu yang ditentang para serikat pekerja. Pasalnya, proses PHK ini dinilai sepihak dan justru menargetkan para pekerja lokal.

‘’Saya pertanyakan data pekerja lokal di Trakindo. Seharusnya pekerja lokal di prioritaskan. Apalagi jumlah tenaga kerja lokal di Trakindo sedikit,’’kata Fud, kepada perwakilan management Trakindo, Edi Rizaldi dan kuasa hukum Trakindo, Ridwan, SH, Senin (20/6).

Selain management Trakindo hadir pula, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadis Nakertrans) Abdul Hamid. Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan ketenagakerjaan, Zainuddin serta sejumlah perwakilan serikat.

Wabup atas nama pemerintah meminta management Trakindo untuk mempertimbangan konteks lokalitas sebelum melakukan PHK. Keberadaan Newmont dan subkontraktornya menurut Wabup, ditujukan untuk mensejahterakan para pekerja lokal. Bukan malah menargetkan PHK. Apalagi, kata dia, sasarannya justru pengurus serikat.

‘’Saya harap segera diselesaikan masalah ini. Pemerintah tidak ingin ada gejolak,’’akunya.

Sementara itu, Edy Rizaldi perwakilan Trakindo mengatakan, pengurangan karyawan terpaksa dilakukan perusahaannya karena berkurangnya pula volume pekerjaan dari user, yakni PTNNT. Sesuai kontrak dengan Newmont, Trakindo harus memlihara sedikitnya 111 Houl truck. Tapi Newmont hanya mengoperasikan sedikitnya 30 unit Haoul Truck saja per hari.

‘’Sampai hari ini, kami belum dapat kepastian apakah Newmont akan melanjutkan fase tujuh atau tidak, sehingga pengoperasional alat berat mereka dioptimalkan,’’kata Rizaldi.

Ia menginformasikan, pengurangan karyawan sebenarnya sudah berlangsung sejak enam hingga 17 juli 2016. Pengurangan direncanakan sebanyak 200 orang. Akan tetapi, kata dia, berdasarkan komunikasi dengan Newmont kuota pengurangan di persempit menjadi 150 orang saja.

‘’Hasilnya, 72 orang menerima paket pemberhentian dan tidak keberatan, 30 orang menolak keputusan perusahaan dan tiga orang karyawan masih belum memberikan jawaban,’’terangnya.

Rizaldi mengatakan, pengurangan ini bukan ditujukan kepada lokal saja. Tapi seluruh staf maupun non staf. Mereka dari lokal dan non lokal sesuai kebutuhan perusahaan.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Sumbawa Barat, M. Endang Arianto membantah pemerintah telah menyetujui rencana PHK Trakindo. Ini dikatakan Endang guna meluruskan pemberitaan media yang menyebutkan bahwa PHK dilakukan Trakindo setelah ada persetujuan pemerintah KSB.

‘’Ah tidak ada itu. Kita pemerintah justru baru langsung respons terhadap protes karyawan lokal. Makanya, diagendakan pemanggilan Trakindo,’’demikian, Endang. (ZM.ndy-01)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here