Over Kapasitas, Syahbandar Tunda Keberangkatan Kapal Milik ASDP

0
249
div class="td-all-devices">

Keterangan Foto : Kondisi Dek Kapal KMP Belida

POTO TANO—Otoritas penanggung jawab pelayaran kapal penyeberangan Ferry di Poto Tano menghentikan sementara operasi KMP Belida, kapal Ferry milik PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan setempat, Minggu (10/7) sekitar pukul, 17.15, kemarin. Kapal ini dihentikan pihak syahbandar karena muatannya dinilai over kapasitas.

‘’Ini persoalan tanggung jawab keselamatan transportasi penyeberangan. Kami hentikan karena dari hasil pengecekan petugas kami, kapasitas penumpang dan barang melampaui dari yang seharusnya,’’kata Ilyas Nasir, kepala kantor unit penyelenggara pelabuhan kelas III Benete, di Poto Tano, Senin (11/7).

IMG-20160711-WA0014
Suasana dek KMP Belida penuh sesak dan sangat padat, foto diambil sekitar pukul, 16.15, Minggu (10/7)

Menurut Ilyas, kondisi kapal mulai dalam keadaan miring, ketika dek bawah penuh sesak dengan kendaraan roda dua, roda empat dan truk. Belum lagi, jumlah penumpang di kabin penumpang juga penuh sesak. Bahkan ratusan penumpang ada yang tidak kebagian tempat duduk.

Kondisi ini mendorong pihaknya segera menghentikan atau menunda operasi kapal itu hingga muatan penumpang dan kendaraan dikurangi, sesuai kapasitas. Setidaknya, penghentian itu dilakukan sekitar dua jam lebih.

Akibat insiden itu kata Ilyas, otoritas syahbandar terpaksa ikut menunda bongkar muat kapal lainnya. Sehingga berdampak terhadap menumpuknya jumlah penumpang di area pelabuhan.

Hingga berita ini diturunkan, puncak arus balik mudik lebaran di Poto Tano terpantau terjadi sekitar H plus 5 lebaran. Petugas kepolisian, ASDP dan otoritas syahbandar setempat terus berkoordinasi guna menaggulangi kemacetan serta mengupayakan arus bongkar muat kapal berjalan dengan baik.

Ilyas menegaskan, sesuai dengan ketentuan pelayaran, pelanggaran terhadap aturan keselamatan transportasi pelayaran sangat tidak dibenarkan. Sebab, mengangkut keselamatan penumpang, harta dan nyawa.

‘’Kami bisa ajukan pencabutan surat Izin Berlayar (SIB) jika memang pelanggaran itu fatal,’’demikian, Ilyas.

Sesuai data yang dimiliki syahbandar setempat, kapasitas penumpang orang dan barang KMP Belida milik PT ASDP tidak lebih dari 258 orang plus ABK. Itu sesuai dengan sertifikat keselamatan penumpang. Fakta dilapangan menurut laporan syahbandar total penumpang lebih dari 400 penumpang.

”Kenapa orang, sebab menyangkut ketersediaan sarana keselamatan penumpang seperti Live Jaket. Jika jumlah live jaket kurang dari jumlah penumpang, maka tentu sangat berbahaya,”terangnya.

Sementara itu kepala operasional ASDP Poto Tano, Alvius D Bago menolak memberikan keterangan kepada wartawan terkait masalah ini. Ia menyerahkan masalah indisen over kapasitas KMP Belida kepada otoritas Syahbandar setempat. Kendati demikian, ia mengakui KMP Belida adalah kapal Ferry milik PT ASDP sendiri. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here