Pers, Kesbangpol TNI Polri Sepakat Perkuat Wawasan Kabangsaan

1
318
div class="td-all-devices">

TALIWANG–Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Dalam Negeri (Kesbangpoldagri) Sumbawa Barat mulai membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK).

Pemerintah melalui Kesbangpol setempat mengumpulkan semua unsur guna mendukung pelaksanaan tugas Pokja, sesuai amanat Bupati Sumbawa Barat, H. W. Musyafirin atas nama pemerintah daerah. Unsur tersebut terdiri dari berbagai profesi dan lembaga. Mulai dari TNI, Polri, Pers, Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Kebudayaan Pendidikan dan Olah Raga (Dikbudpora), Badan Narkotika  Nasional (BNN) serta Tokoh Agama, Toko Masyarakat dan LSM.

IMG_5950
Suasana dialog perumusan program Pokja pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan di aula pertemuan kantor Kesbangpoldagri, Sumbawa Barat, Jum’at (15/7)

”Bupati telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 1086 tahun 2016 tentang pembentukan Pokja pusat pendidikan wawasan kebangsaan. Pokja ini bertugas merumuskan, mlakukan penyuluhan dan penguatan paham kebangsaan di seluruh lapisan masyarakat dan lemaga,”kata, Kepala Kesbangpoldagri Sumbawa Barat, Ir. Jhoni Hartono, kemarin.

berbagai unsur tadi dilaporkan telah merumuskan berbagai persoalan, rencana kegiatan serta saran kepada pemerintah setempat agar paham wawasan kebangsaan ini bisa diperkuat dalam sendi kehidupan masyarakat di Sumbawa Barat.

Kesbangpol memaparkan sesuai dengan peraturan pemerintah dan turunan undang undang, wawasan kebangsaan terdiri dari empat unsur. Yakni, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang Undang Dasar (UUD) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keempat unsur ini juga sebut sebagai pilar negara. Penjabaran dari nilai dan wawasan empat pilar inilah yang tengah diupayakan tersosialisasi dan nilai nilainya tertanam disetiap kehidupan masyarakat.

Sementara itu, TNI, Polri dan Pers bersama seluruh steak holder sepakat melakukan langkah langkah strategis agar paham dan pendidikan wawasan kebangsaan ini dilaksanakan secara konfrehensif, terpadu dan efektif. Misalnya, bagaimana lembaga pendidikan seperti universitas, pemerintahan, pondok pesantren, penyuluh agama, ulama dan para pengurus masjid memahami nilai nilai dari empat pilar negara tadi.

Kerusakan nilai nilai kebangsaan dewasa ini menurut TNI dan Polri disebabkan lemahnya kemampuan seluruh komponen negara, baik Pers, masyarakat, pemerintah dan aparat negara bersatu serta bersinergi dalam mempraktikkan nilai nilai kebangsaan dalam tugas sehari hari.

Karena itulah pokja ini diharapkan mampu memperkuat sinergitas antara aparat negara, pemerintah, pers dan seluruh komponen masyarakat dan lembaga non  pemerintah bersatu padu membuat kegiatan terpadu mengkampnyekan kegiatan ini dengan tindakan nyata dilapangan. (ZM.ndy-01)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here