Pejuang ‘Serdadu Kumbang’ Yang Terlupakan

0
384
div class="td-all-devices">

Keterangan foto : Promo slide Film nasional layar lebar, Serdadu Kumbang

TALIWANG—Masih ingatkan kita, Film layar lebar ‘Serdadu Kumbang’. Film yang mengangkat nilai nilai perjuangan dalam menggapai cita cita anak anak Desa Mantar itu kini sudah menasional. Sempat diputar di Bioskop kota kota besar, film karya Ari Sihasaleh itu menginspirasi banyak anak negeri.

serdadu-kumbang-5
Cuplikan gambar syuting Film Serdadu Kumbang pohon cita cita di Desa Mantar.

Ari dalam film itu berhasil mengangkat filosofi dari sebuah pohon cita cita yang menjadi simbol harapan dan semangat perjuangan anak Indonesia dipelosok negeri. Jauh dari berbagai akses informasi, infrastruktur bahkan sangat keterbelakangan. Pohon cita cita menjadi simbol bahwa masih ada harapan yang terpendam bagi anak anak desa mantar untuk berani bermimpi setinggi tingginya, seperti Amek, Umbe dan Acan.

Amek, Umbe dan Acan adalah sahabat karib. Mereka mengaji, sekolah dan bermain bersama. Minun kakak Amek. Minun sampai meregang nyawa akibat terjatuh dari pohon cita cita karena dinyatakan tidak bisa lulus ujian nasional, padahal Minun anak yang pintar dan selalu juara di kelas.

P_20160805_092237
Pertemuan Kencor alias Darmawan, 16 tahun dengan Kapolres, AKBP Andy Hermawan diruang kerjanya, Jum’at pekan lalu.

Nah, di balik empat sosok pemeran film ini, ada sosok ‘Kencor’. Ia adalah Darmawan, 16 tahun. Ia adalah sosok penting karena ia asli warga mantar. Memiliki Ras Albino keturunan Portugis, Kencor nama dalam film juga memiliki impian yang mendalam. Ia ingin menjadi seorang guru. Dalam film tersebut, Kencor memang hanya sebagai pemeran pendukung saja.

Setelah film ini dikenal bahkan menasional, mantar mulai dikenal di santero negeri. Pelancong banyak datang ke daerah yang memiliki ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut tersebut. Ibarat negeri diatas awan, mantar dikelilingi kabut dan awan menjelang pagi dan sore hari.

PT Newmont Nusa Tenggara adalah perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di NTB. Letaknya persis disekitar barat daya Kabupaten Sumbawa Barat atau tepatnya di kecamatan Sekongkang. Dalam film tadi perusahaan ini ikut larut dalam skenario cerita. Digambarkan sebagai perusahaan yang konsen dengan pengelolaan lingkungan dan pendidikan. Newmont cukup mendapat apresiasi yang baik.

Berkat film ini juga perusahaan itu terus mempromosikan mantar sebagai daerah tujuan wisata. Event besar seperti olah raga Paraglaiding atau Paralayang kerap digelar di tempat itu dengan sokongan utama Newmont dan Pemerintah Sumbawa Barat. Infrastruktur paralayang dibangun disana dengan dana dari CSR. Perusahaan bahkan sibuk tampil menjadi even organizer penyelenggaraan even International Paraglaiding Championship di Mantar.

P_20160805_082940
Suasana Ponpes Himmatul Ummah pimpinan KH. Syamsul Ismail, LC, Brang Rea, dimana Kencor alias Darmawan mulai menimba ilmu.

Sayang, ikon Mantar dalam film yang membuat daerah itu booming justru malah terabaikan kini. Sosok Kencor dalam film itu terkesan menghilang tanpa jejak. Anak dari Gufron, 43 tahun itu, tidak terdengar lagi.

Tidak dipromosikan lagi. Ia bahkan harus menatap nasib danĀ  masa depannya hampir tanpa pasti. Bagaimana tidak, kini kencor harus berjuang melanjutkan pendidikan ke SMA setelah lulus SMP satu atap Mantar. Ayahnya, seorang petani ladang biasa. Bergantung hidup dari hasil pertanian keras itu. Jauhnya mantar untuk turun bersekolah di SMA umum di Seteluk dan Taliwang seakan membuat harapan kencor alias Darmawan pupus.

Saat ini, kendaraan yang mampu digunakan untuk transportasi dari dan ke Mantar adalah mobil berpenggerak empat roda dan sepeda motor. Ongkos naik mobil ini sekitar Rp 25 ribu perorang.

” Yah, pak saya tidak punya uang untuk membiayai ongkos kencor. Apalagi sepeda motor. Bahkan uang daftar dan persiapan sekolah kencor saya tidak punya uang,” kata, Gufran, ayah Darmawan.

Darmawan sempat patah arang. Ia memutuskan tidak sekolah karena kasihan kepada sang ayah. Sempat terpikirkan olehnya untuk melanjutkan sekolah ke pondok pesantren, tapi kondisi yang membuatnya seakan sulit membayangkan itu.

“Kencor kamu harus semangat. Jangan karena halangan dan keras nya hidup kamu lupa sekolah. Lupa dengan cita citamu menjadi seorang guru,” kata, Andy Hermawan, di Mantar, saat kunjungan dinasnya, Juli lalu.

Yah, sosok AKBP Andy Hermawan adalah orang yang penasaran dengan kencor. Ia tahu dan kenal betul dengan kencor karena keunikannya serta dia salah satu pemeran dalam film serdadu kumbang. Ia semakin jatuh hati dengan kencor karena sejarah keturunan Mantar justru dari nenek moyangnya asli Tasik Malaya, Jawa Barat. Selain keturun portugis, orang Mantar juga berasal dari keturunan Tasik. Itu karena, kapal yang terdampar di daratan kaki bukit Mantar ternyata ditumpangi orang portugis dan krewnya asli pribumi tasik tadi.

“Saya minta dia, kencor datang bersama orang tua. Saya minta langsung ke dia dan pak kades ke polres,” ujar Andy menitipkan pesan waktu itu.

Andy Hermawan cukup lama menunggu, menanti kedatangan kencor. Didorong rasa ibah karena tak mau menunggu lagi, Andy mengutus anggotanya mencari keberadaan kencor.

P_20160805_101648
Kencor tengah mencoba kompor gas alat masak untuk bekalnya mondok.

“Darmawan sudah satu minggu di Ponpes Himmatul Ummah, Brang Rea,” kata, Gufron, ayah Darmawan, ditemui wartawan di Mapolres, pekan lalu.

Menurut Gufron, kencor dijemput KH. Syamsul Ismail, LC pimpinan Ponpes itu. Disana kencor langsung masuk sekolah SMA. Maklumlah, ponpes itu menyediakan pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Alhamdulilah anak saya bisa sekolah setelah saya membayar Rp 200 ribu pertahun,” katanya, lagi.

Kencor akhirnya, menemui Andy Hermawan di Mapolres. Dihadapan orang tuanya, Andy Hermawan mengangkat kencor menjadi anak angkatnya. Ia meminta kencor kerja keras, sekolah dan menggapai cita cita menjadi seorang guru. Di asrama, ia membekali kencor dengan peralatan memasak seperti kompor gas, panci dan penggorengan.

“Saya minta kencor ini menjadi pejuang seperti apa yang ia perankan dalam film itu. Insya allah, kami keluarga besar polres akan menjadi bapak asuhnya,” demikian, Andy Hermawan.

Hingga kini, kepolisian Sumbawa Barat resmi mengumpulkan donasi atau sumbangan internal seiklasnya untuk membiayai pendidikan kencor hingga pendidikannya selesai. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here