Semangat Berwakaf di Hari 17

0
326
div class="td-all-devices">

 

“Wakaf tanah oleh seorang warga kita ini bagian dari berkorban untuk kepentingan bersama. Inilah nilai nilai yang kita jaga dan pelihara dalam setiap memperingati hari kemerdekaan. Dulu kita berjuang untuk lepas dari penjajah, kini kita berjuang saling berkorban untuk kepentingan masyarakat dan ummat. Ini juga bagian dari berjuang mempertahankan negara dan bangsa,”

KH.Zulkifli Daud, tokoh ulama setempat


TALIWANG–Peringatan detik detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, masih dirayakan dengan khidmad dipenjuru negeri. Pernak pernik kemerdekaan masih juga ada, bendera, spanduk, umbul umbul baligo juga terpampang ramai dipelosok desa. Di Sumbawa Barat, suasana yang sama juga menghiasi seluruh desa, kota dan kelurahan, meski tidak ada kemeriahan yang berarti.

P_20160816_214433
Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan menandatangani naskah Wakaf tanah untuk kepentingan pemakaman umum disaksikan tokoh masyarakat dan warga Seteluk Atas.

Setiap tahun, kondisi ini seakan menjadi kegiatan rutin. Tetapi ada yang berbeda yang dilaksanakan sebagaian besar warga Desa Seteluk Atas Kecamatan Seteluk, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Keheningan malam proklamasi di desa itu mendadak riuh. Suara sorak ramai warga pecah usai sholat Isyah. Ratusan warga desa berkumpul, tua muda bahkan anak anak termasuk pria dan wanita.

P_20160816_214930
Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan memberikan bingkisan kepada warga Lanjut Usia (Lansia) saksi hidup perjuangan kemerdekaan RI.

Masyarakat ramai berkumpul, memenuhi lapangan kantor desa Seteluk Atas, RT 01 RW 01. Ditempat ini, tengah digelar kegiatan nonton bareng film perjuangan berjudul, ‘Tragedi Siliwangi’. Film ini menceritakan perjuangan  pasukan pra kemerdekaan merebut kota Siliwangi, di Jawa Barat.

Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala desa dan camat ikut hadir ditengah tengah warga. Ulama setempat, KH. Zulkifli Daud mengatakan, momen ini digunakan sesungguhnya untuk Nazir, atau acara serah terima Wakaf yakni lahan untuk perluasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tamere Senga, di desa setempat.

P_20160816_214609
Suasana arena nonton bareng Film Pejuangan Tragedi Siliwangi dengan tajuk bersama bhabinkamtibmas mari wujudkan sinergitas antara Polri dan masyarakat.

Pemberi wakaf, Muhammad Yusuf, 45 tahun warga asal Seteluk yang kini berdomisili di Taliwang. Ia dengan sukarela memberikan wakaf tanahnya seluas 30 are, untuk kepentingan masyarakat. Muhammad Yusuf mempercayakan amanah ini kepada Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan.

” Saya mempercayai beliau dan polisi untuk membantu menyampaikan wakaf ini agar pekuburan umum itu bisa tertata dan menjadi pusat ziarah dan wisata rohani,”kata, M.Yusuf dihadapan warga.

KH. Zulkifli Daud mengatakan, kemerdekaan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan di masa lampau, diukur dengan semangat pengorbanan, nyawa, harta dan darah demi mewujudkan cita cita bersama mendirikan bangsa ini.

P_20160816_214724
Ratusan warga memadati arena nonton bareng Film perjuangan Tragedi Siliwangi dalam rangka mengisi dan memeriahkan HUT RI yang ke 71.

Nilai pengorbanan yang luhur itulah yang semestinya harus terus dijaga. Dulu, berkorban merupakan sesuatu pengabdian, ibadah bahkan jihad. Dalam Islam, semangat pengorbanan yaitu sikap kerendahan hati memberikan sebagian yang kita miliki untuk membantu sesama untuk mendapat ridho allah subhanahuatala.

“Wakaf tanah oleh seorang warga kita ini bagian dari berkorban untuk kepentingan bersama. Inilah nilai nilai yang kita jaga dan pelihara dalam setiap memperingati hari kemerdekaan. Dulu kita berjuang untuk lepas dari penjajah, kini kita berjuang saling berkorban untuk kepentingan masyarakat dan ummat. Ini bagian dari cara kita mepertahankan kemerdekaan bangsa dan negara,”kata dia.

Tanah wakaf yang dipergunakan untuk membangun fasilitas jalan, gudang, sumur bahkan mushollah ditujukan untuk kepentingan bersama. Agar TPU tidak dianggap suatu yang tabu bahkan angker. Menurut Dea Guru sapaan akrab Zulkifli Daud ini, sulit membangun rasa tenggang rasa antar sesama. Seringkali tanah untuk kepentingan umum sulit di wakafkan, bahkan tak jarang sulit kita ikhlaskan. Padahal, itu untuk kepentingan dirinya dan masyarakat juga.

Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat Seteluk Atas berkumpul dan bermusyawarah dengan tokoh agama serta anggota kepolisian Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) setempat.

Mereka berharap polisi di desa mau membantu mencarikan solusi agar tanah menuju makam bisa dibebaskan karena merupakan satu satunya akses jalan menuju pemakaman. Jika ini tidak diwakafkan, maka akan menimbulkan masalah sosial dikemudian hari.

” Upaya para tokoh agama dan masyarakat yang difasilitasi anggota Bhabin tadi sangat membantu. Berkat wakaf itu, kami berterimakasih. Kini, kami bisa bergotong royong menata TPU agar bisa menjadi pusat ziarah dan wisata rohani,” ujar Maulidan Sulaiman, tokoh muda dan ketua karang taruna setempat.

Acara pemutaran film Tragedi Siliwangi, berjalan suka cita. Warga antusias. Pedagang bakulan berkumpul disana. Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan hadir ditengah tengah warga membawa kebanggan tersendiri. Acara di gagas Bhabinkamtibmas dengan zonamerah.net itu, berhasil menyedot perhatian warga.

Penyerahan wakaf pun dilaksankan secara simbolis. Disaksikan kepala Desa, M.Said dan Camat Seteluk, Drs. Safruddin serta perwakilan kantor Kesbangpoldagri, Edy Sofyan Gole. Warga menyambut kapolres dengan ratob rebana, mengalungkan selendang khas Samawa sebagai tanda keterbukaan warga menerima pejabat yang baru mengawali masa tugasnya beberapa bulan tersebut.

“Saya berharap, amanah yang diberikan kepada polisi oleh warga ini akan dijaga dengan sepenuh hati. Polisi berharap dengan terjalinnya rasa saling tolong menolong, pengorbanan dan harmonisasi sosial akan ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,”tandasnya. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here