Bangga Bergotong Royong Dari Seteluk

0
382
div class="td-all-devices">

Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin, mengenakan Salempang Adat, tanda menerima lamaran warga Seteluk Atas menjadi anak angkat.

SETELUK—Minggu, 21 Agustus 2016 merupakan hari yang bersejarah bagi sebagaian besar warga Desa Seteluk Atas Kecamatan Seteluk.

Mereka berbondong bondong mendatangi sebuah tanah lapang, dimana pondasi dan tiang tiang masjid Ummul Quro berdiri. Hari itu, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat dan ulama setempat berkumpul. Sebagian mereka bergotong royong membersihkan area masjid. Sementara truk pengangkut material tanah tak henti henti keluar masuk memadatkan pondasi lantai dasar masjid.

P_20160821_115007
Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin, tengah duduk di Kre Ampar Pitu, diapit, ulama setempat, KH.Zulkifli Daud dan tokoh masyarakat Seteluk, Drh. H. Zaidun Abdullah

Sebagian tokoh adat, tokoh mudah dan ulama setempat menyediakan prosesi penyambutan tamu istimewa. Sebagain warga bertanya siapa orang istimewa yang disambut sedemikian rupa itu?.

“Beliau itu pemimpin kita semua. Dia keluarga kita juga. Sama seperti calon pemimpin lainnya,”kata, ulama setempat, KH.Zulkifli Daud, Minggu.

Acara adat ini merupakan bagian dari budaya turun temurun warga Seteluk. Prosesi adat, ‘Kre Ampar Pitu’, begitu prosesi ini disebut. Ampar pitu artinya, kain berlapis tujuh. Ini memiliki makna filosofi mendalam. Proses ini berisi pesan atau ikhtiar warga terhadap orang yang dicita citakan membawa kebaikan bagi masyarakat dan ummat.

P_20160820_082122
Keakraban penuh kekluargaan, gotong royong Bhabinkamtibmas Desa Seteluk Atas bersama warga.

“Pemimpin itu diciptakan atau diberi amanah untuk membawa kebaikan bagi masyarakat dan umat. Jadi wajar, rakyat berterimakasih dan bersyukur atas hadirnya sosok pemimpin itu. Wujud rasa syukur inilah yang dituangkan dalam prosesi adat tadi,”kata dia.

Pemimpin yang dimaksud adalah Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin. Tokoh ini adalah orang yang diberi amanat negara dan tuhan untuk mengurus dan melayani masyarakat dan umat agar hidup lebih baik dan tidak jauh dari agama.

Bupati hadir di seteluk karena diminta segenap tokoh dan warga Seteluk untuk menghadiri kegiatan gotong royong disana, sekaligus penobatan dirinya sebagai tokoh kebanggaan dan orang yang dicita citakan menjadi impian masyarakat.

Sebelum itu, warga masyarakat Seteluk atas bahu membahu mengumpulkan sumbangan sebagain dari rizkinya untuk membangun masjid tersebut. Rupiah yang terkumpul bahkan mencapai lebih Rp 130 Juta dalam waktu kurang dari satu tahun. Uniknya, warga disini memiliki kegemaran saling tolong menolong dengan saling berbagi kepada warga tidak mampu. Ini juga mereka lakukan bahkan kepada para tokoh dan ulama mereka disetiap hari hari besar. Mereka menyumbangkan apa saja, bisa kain, beras, makanan, bahkan sorban.

P_20160821_120949
Bupati, H. W.Musyafirin menyalami kaum Lansia sebelum memberikan bingkisan sumbangan warga.

Kegiatan sosial kemasyarakatan ini bisa mudah dan terselenggara dengan partisipasi yang tinggi. Itu karena, ulama, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh muda mampu bersinergi dengan aparat kepolisian yang bertugas di desa. Gerakan sosial yang digalakkan Bhabinkamtibmas disana ternyata membawa dampak positif. Kuncinya, polisi ada di desa bukti bahwa negara menjamin rasa aman dan ketentraman ditengah tengah warga desa.

” Ada  ratusan bingkisan terkumpul. Itu semua sumbangan warga kita. Bingkisan itu macam macam, dari kain, buku hingga sorban. Itu diberi kepada warga yang tidak mampu, anak anak kita hingga imam masjid kita. Itu penghargaan dan partisipasi warga, ini nilai dasar gotong royong itu,” kata ketua Panitia pembangunan Masjid Ummul Quro, Kamaruddin,SH kepada wartawan di Seteluk.

Hari itu, menjadi hari yang cukup bersejarah juga bagi Bupati Sumbawa Barat. Ia sebagai pemimpin tersanjung, bangga dan menentramkan. Ia berterimakasih atas tingginya partisipasi masyarakat untuk bergotong royong. Sebab, menurutnya gotong royong merupakan semangat berbagi, ikhlas, jujur dan sungguh sungguh untuk membangun bersama tanpa pamrih.

“Inilah harapan kami. Terkadang banyak orang baik yang memilih diam ketika melihat ketidak baikan. Mereka tidak mau saling mengingatkan bahkan turun tangan saling memperbaiki. Saya bangga dengan warga disini, mereka sudah membuktikan dengan perbuatan, tanpa banyak bicara,”ujar, Musyafirin, kepada warga maupun kepada Pers setempat.

Ia berharap semangat ini akan dibagi kepada seluruh masyarakat lainnya. Pesan Gotong royong harus terbangun merata diseluruh KSB. Nilai partisipasi ini yang saya harap terus dikobarkan.

P_20160821_121212
Bercengkeramah dengan imam musholla, Fattimah Farhah, Desa Seteluk Atas, Abu Amin, 80 tahun.

Sebelumnya Bupati ikut diberi kepercayaan warga untuk memberikan ratusan bingkisan sumbangan kepada warga secara simbolis. Penerima bantuan ini berasal dari warga Lansia, imam masjid hingga warga tidak mampu. Sikap saling menyayangi antar sesama ini semakin meyakinkan Bupati, menerima lamaran warga setempat menjadi anak angkat warga Seteluk Atas.

“Sebagai anak, saya wajib berbuat yang terbaik. Asalkan bersama keluarga besar saya di seteluk, insya allah saya akan tuntaskan pembangunan masjid Ummul Quro ini,”ujar bupati, disambut sorak soray ratusan warga yang hadir hari itu.

Tidak hanya itu kepala daerah ikut bersama warga meninjau jalur utama ke Taman Pemakaman Umum (TPU) Tamere Senga. Bupati memerintahkan pembangunan jalan dari pemukiman tembusan TPU tersebut sesegera mungkin. Inisiatif ini diambil bupati karena terlebih dahulu warga telah mewakafkan tanahnya secara sukarela untuk pembangunan jalan tersebut. Wakaf diberikan atas nama Yusuf.

Bupati bahkan terharu ketika seorang pemuda setempat, Adil Madani,22 tahun menyerahkan hibah tanah satu satunya miliknya seluas 1,2 are kepada Bupati atas nama Pemda untuk pembangunan kantor UPT pertanian.

“Karena warga sudah sukarela membantu kerja pemerintah, saya wajib membalasnya,”demikian,Musyafirin.

Prosesi adat Kre Ampar pitu adalah proses turun temurun. Tokoh yang duduk diatas kain tersebut diikhtiarkan mendapat kebaikan dan dicita citakan menjadi pemimpin yang sangat disayangi dan berhasil.

P_20160820_084447
Kondisi terkini progress pembangunan masjid Ummul Quro, Seteluk.

Usai penobatan itu, Bupati memberikan sumbangan sebesar Rp 25 juta untuk melanjutkan pembangunan masjid tadi. Panitia masjid Ummul Quro melaporkan total saldo masjid sebelumnya berjumlah Rp 78 juta. Dan total dana yang sudah terkumpul lebih dari Rp 300 juta. Selain sumbangan masyarakat, sumbangan awal masjid ini diawali, H.W.Musyafirin sejak menjabat sebagai Sekda KSB, sebesar Rp 55 juta dan Kapolres Sumbawa Barat, Rp 20 juta. Kapolres ketika itu masih dijabat AKBP Teddy Suhendyawan Syarif. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here