Usai di Protes, Proyek Pasar Juga Tewaskan Pekerja

0
627
div class="td-all-devices">

Keterangan foto : Jenazah, Abdurrahman, 53 tahun warga Desa Beru Jereweh yang tewas akibat tertimpa tembok, proyek pasar Jereweh.

Terkait insiden runtuhnya tembok tadi, kami telah memerintahkan pekerja untuk menghentikan proyek terlebih dahulu. Hingga potensi kerawanan konstruksi didata dulu. Kita telah mengecek pelaksana dan lokasi, ternyata ring balok pengunci tengah yang terbuat dari beton belum dipasang. Sehingga membuat tembok tidak kuat. Penyebab roboh ya karena ring balok pengunci belum dikerjakan.

Dimas Bayu Fajar, ST PPK Proyek Pasar Jereweh

TALIWANG—Kepolisian Sumbawa Barat diminta serius mengusut insiden runtuhnya tembok proyek pembangunan pasar Jereweh, Sabtu (24/9) lalu. Bangunan tembok Proyek APBN senilai lebih dari Rp 9 Miliar tersebut runtuh dan menimpa seorang pekerja hingga tewas.

Abdurrahman, 53 tahun warga RT 02 RW 01 Desa Beru Kecamatan Jereweh, pekerja konstruksi bangunan pasar tersebut meregang nyawa sesaat insiden salah satu tembok los pasar tiba tiba runtuh. Abdurahman tewas karena mengalami pendarahan aktif pada telinga bagian kanan.

‘’ Beliau meninggal akibat tertimpa tembok bata saat mengerjakan los pasar Jereweh,” kata Joehary Effendy, juru bicara keluarga korban, di Kantor Camat Jereweh, Senin (26/9).

img-20160926-wa0002
Inilah tembok los pasar Jereweh yang roboh dan menimpa pekerjannya hingga tewas, Sabtu (24/9).

Sebagai perwakilan keluarga Joehari menerima hasil visum dokter puskesmas Jereweh. Abdurrahman meninggal sesaat luka bagian kepala kanan tengah dikompres para medis. Karena pendarahan aktif, nyawa bapak dua anak ini tak tertolong lagi.

Joehari mengatakan, keluargnya itu adalah sosok pekerja keras. Ia memang bekerja sebagai buruh bangunan atau peladen. Sesekali merangkap sebagai tukang bangunan juga.

‘’Pihak perusahaan mau bertanggung jawab dan memberikan santunan ongkos pemakaman dan uang tali asih,’’kata dia lagi.

Sekretaris Camat Jereweh, Hendrajaya mengatakan, pemerintah kecamatan telah menyikapi insiden itu dengan mempertemukan pihak keluarga korban dengan pelaksana proyek. Itu difasilitasi kepolisian Sektor Jereweh. Dilokasi, kata dia, telah dipasang garis polisi. Polisi dari Polres juga telah datang meminta keterangan keluarga dan pelaksana.

‘’Artinya sudah ada kesepakatan. Pihak keluarga korban menerima hasil keputusan tersebut,’’kata, Hendra dikonfirmasi wartawan, dikantornya, Senin.

Sebelumnya, pemerintah kecamatan menurut Hendrajaya menerima laporan protes warga masyarakat terkait pelaksanaan proyek pasar tersebut. Warga menilai lokasi pembangunan proyek itu ditanah yang labil dan jalur banjir. Sehingga pihak pelaksana, pengawas dan pemeirntah bersepakat untuk menambah ketinggian pondasi.

‘Polisi Harus Usut Tuntas Insiden Tembok Runtuh’

‘’Bukan ketinggian pondasi, tapi ketinggian lantai. Tanahnya juga bukan labil,’’kata, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pasar tersebut, Dimas Bayu Fajar, ST sedikit membantah Sekcam.

Dimas mengatakan, terkait insiden runtuhnya tembok tadi, pihaknya telah memerintahkan pekerja untuk menghentikan proyek terlebih dahulu. Hingga potensi kerawanan konstruksi didata dulu. Iapun mengaku telah mengecek pelaksana dan lokasi, ternyata ring balok pengunci tengah yang terbuat dari beton belum dipasang. Sehingga membuat tembok tidak kuat.

‘’Penyebab roboh ya karena ring balok pengunci belum dikerjakan,’’kata, dia menjawab pertanyaan wartawan.

Ditanya, apakah konstruksi banguann sesuai perencanaan atau RAB, ia menjawab sudah sesuai. Hanya saja, kata dia, mungkin saja pelaksana memiliki strategi atau cara pelaksanaan agar memudahkan alat berat atau truk pembawa material masuk. Jadi, pelaksana tidak mengerjakan balok ring pengunci tadi untuk memudahkan alat berat masuk.

‘’Itu makanya saya tekankan agar pekerjaan itu dilaksanakan terlebih dahulu. Saya juga meminta laporan Safety Miting atau standar keselamatan pekerja. Pekerja harus dilengkapi, helm, sarung tangan dan sepatuh. Itu harus,’’terangnya.

img-20160926-wa0004
Kondisi konstruksi bangunan proyek Pasar Jereweh yang bersumber dari APBN senilai Rp 9 Miliar lebih. Proyek ini sempat diprotes masyarakat akibat konstruksinya dinilai buruk dan berada diatas tanah yang labil.

Tapi perwakilan korban dan saksi mata menyebut, saat tertimpa Abdurahman tidak mengenakan helm, sarung tangan bahkan sepatu. Bahkan, sebelum dievakuasi saksi melihat korban menggunakan sandal jepit warnah hijau dilokasi reruntuhan milik korban.

Kini tinggal penyidik kepolisian bekerja keras untuk mengungkap motif kelalain hingga menyebabkan runtuh dan seorang pekerja tewas. Kelalaian yang menyebakan meninggal dunia serta melanggar undang undang tentang keselamatan kerja juga bisa menimbulkan tindak pidana. Pertanyaannya, apakah polisi serius mengusut ini?.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Andy Hermawan berulang kali enggan dikonfirmasi. Pertanyaan seputar insiden tadi dikirim wartawan ke ponselnya, namun tidak dijawab. Belum jelas, apa alasan kepala kepolisian ini tidak menginformasikan insiden serta hasil olah TKP atas kasus tadi.

Sebelumnya media beruang kali menulis aksi protes masyarakat dan pemerintah desa terkait pelaksanaan proyek tersebut yang konstruksinya bermasalah. Pondasi bangunan dinilai janggal serta lokasi pembangunan ditanah yang labil dan rawan banjir. Meski belakangan PPK membantah laporan itu, namun yang pasti tewasnya salah seorang pekerja ini menambah misterinya proyek pusat ini. (ZM.ndy-01)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here