Management Olahraga Sumbawa Bermasalah ?

0
510
div class="td-all-devices">

Keterangan Foto : Pose bersama Wabup Sumbawa, H.Mahmud Abdullah dan Kabag Pemerintahan Setda, Sahabuddin, Arman Azzubri, 13 tahun, dan Wanda Febriunanta, 13 tahun, (foto sebelah kanan, red) anak dari Irwanto pelajar SMPN 3 Sumbawa, atlet tapak suci yang akan bertarung di ajang Airlangga Champinonship Tapak Suci Nasional open Cup 2016, Surabaya.

SUMBAWA–Sedikitnya empat atlet Pencak Silat Tapak Suci asal Kabupaten Sumbawa akhirnya berangkat menuju Surabaya, Jawa Timur untuk mengikuti event tapak suci Airlangga Championship, 2 hingga 9 Oktober.

Meski orang tua atlet mengaku sempat berjibaku dengan persoalan minimnya bantuan anggaran dari pemerintah dan Komite Olah Raga Nasional (KONI), akan tetapi keempat Atlet asli Kelurahan Seketeng dan Kelurahan Brang Biji tersebut tetap berjiwa besar semangat berangkat untuk bertaruh mendali ke Jatim.

img-20161001-wa0000
Inilah Disposisi Wabup Sumbawa, H.Mahmud Abdullah. Isinya, ‘Tolong di fikirkab keberangkatan mereka’.

“Proposal tentang rencana keberangkatan telah dikordinasikan pengurus cabang tapak suci baru baru ini saja. Namun kebijakan pengurus cabang, tidak merekomendasikan untuk ┬ámeminta bantuan ke siapapun, murni swadaya. Jadi permintaan bantuan dana murni insiatif saya,” Irwanto, 43 tahun, salah seorang orang tua atlet, Sabtu.

Informasi ini ia sampaikan setelah ia dikoordinasikan oleh pengurus cabang tapak suci. Irwanto menilai sempat pesimis berurusan dengan pemerintah, sebab birokrasi yang panjang membuat pengurus dan orang tua atlet kurang semengat.

Karena tidak kunjung mendapat kepastian, Irwanto terpaksa harus berusaha sendiri demi menunaikan harapan sang anak berikut rekan rekannya.

“Saya terpaksa datang langsung menemui Wabup, melalui kabag pemerintahan Setda, Sahabuddin. Pak Sahabuddin langsung respons dan memfasilitasi kami ketemu pak Wabup. Alhamdulillah kami diterima,” kata dia lagi.

Wakil Bupati Sumbawa, H.Mahmud Abdullah mengaku berterimakasih atas apa yang dilakukan orang tua atlet. Ia mendukung dan mendoakan agar atlet ini menuai prestasi gemilang. Wakil bupati menurunkan selembar disposisi kepada Sekretaris Daerah (Sekda), H. Rasidi.

“Saya antar disposisi ke pak Sekda. Disana pak sekda sempat bingung karena tak ada anggaran. Akhirnya, karena tidak ada, Sekda mengeluarkan uang pribadi Rp 5 juta. Pak sekda sempat juga memanggil kepala dinas pariwisata untuk membantu tim dan dibantu Rp 1 juta. Beliau juga mengarahkan ke Bank NTB. Bank NTB akhirnya memberikan hanya Rp 500 ribu,”ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa management keolahragaan pemerintah Kabupaten Sumbawa kurang baik. Pembinaan Cabang Olah Raga (Cabor) seharusnya matang, terencana dan efektif termasuk soal anggaran. Kebingungan menghadapi banyak event nasional seharusnya bisa diantisipasi dengan serius.

Sebelumnya, pengurus cabang tapak suci mengirimkan atlet ke Provinsi untuk mengikuti event kejuaraan Wilayah (Kejurwil). Kontingen tapak suci ini berhasil menyabet medali Perak dan Perunggu. Keberangkatan tim ini dilaporkan swadaya juga, tidak mengandalkan bantuan pemda. (ZM.ndy-01)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here