Akhirnya Sang Jenderal Beri Hormat Untuk Bhabinkamtibmas Ini

0
758
div class="td-all-devices">

TALIWANG—Kapolda NTB, Brigadir Jenderal Umar Septono akhirnya datang menunaikan rasa penasarannya untuk melihat dari dekat anak buahnya, Bhabinkamtibmas Desa Seteluk Atas.

Brigadir Kepala (Bripka) Nurlana, tiba tiba saja disambangi sang jenderal. Kapolda ingin bertemu dan melihat langsung sosok Nurlana, terkait banyaknya laporan masyarakat dan viral di media sosial tentang langkah bhabinkatibmas ini yang menyumbangkan sebagian hartanya untuk kepentingan ummat.

Bripka Nurlana menyumbangkan tanah seluas 1225 meter persegi, untuk pembangunan Masjid Ummul Quro. Masjid ini kini terus dibangun dengan bantuan dana swadaya masyarakat pemerintah daerah dan kepolisian Sumbawa Barat.

img-20161004-wa0005
Kapolda NTB, tengah berbincang dengan warga didampingi ulama setempat Dea Guru H.Zulkifli Daud.

“Jabatan itu amanah. Dipertanggung jawabkan di akhirat. Jabatan dikejar bukan dengan pujian manusia, tapi karena Ridho Allah,” ujar, Kapolda, ketika menyampaikan arahan sekaligus sambutannya dalam acara silaturohmi dengan warga dan pemerintah se Kecamatan Seteluk dan Poto Tano, dilokasi pembangunan masjid Ummul Quro, Selasa (4/10).

Ia mengatakan, telah menerima laporan masyarakat dan media seputar apa yang telah dilakukan Bripka Nurlana dalam pengabdiannya kepada tugas dan masyarakat. Memandikan orang jompo, memberi makan para Lansia, mengajar ngaji, menjaga dan melindungi anak anak penderita kelumpuhan serta ikut menyebarkan dakwa ke dusun dusun merupakan bagian dari pengabdian kepada allah, sesama manusia dan menjalankan tugas yang diamanatkan polri kepadanya.

img-20161004-wa0008
Kapolda NTB, juga mengunjungi Mariati, 34 tahun, penderita kelumpuhan sejak lahir, yang juga sahabat sang bhabinkamtibmas.

Kapolda menegaskan, sikap yang dilakukan Bripka Nurlana merupakan pengabdian kepada allah. Amanah dijalankan, kata Kapolda bukan dari rapat rapat, perintah atasan tapi dengan keteladanan. Nurlana mampu menyeimbangkan antara tugas, hubungan dengan sang khalik dan hubungan antar sesama manusia.

img-20161004-wa0009
Kapolda NTB, mengunjungi seorang anak lumpuh layu, salah seorang warga Desa Seteluk Atas yang sangat akrab dengan sang bhabinkamtibmas.

” Saya masih jauh untuk dijadikan contoh. Saya belum baik. Saya tahu, apa yang Nurlana lakukan belum tentu semua suka. Tapi yakinlah, saya kawan pak nurlana tidak usah kecil hati. Keimanan manusia itu pasang surut,”ujarnya.

Kapolda kembali menegaskan, ujian setiap orang berlaku sama. Ujian Nurlana juga ujian buat ulama. Menurutnya, polri memiliki tiga fungsi. Pertama fungsi deteksi, fungsi Bimbingan Masyarakat dan reserse. Tapi dengan peran bhabinkamtibmas, fubgsi itu bisa diterapkan degan cara yang lebih humanis.

img-20161004-wa0007
Kapolda NTB, Brigjen Umar Septono menjawab wartawan, didampingi Kapolres AKBP Andy Hermawan dan Bripka Nurlana.

Kapolda melaporkan, kebijakan Polri terkait penempatan bhabinkantibmas ternyata berdampak positif bagi penyelesaian masalah penegakkan hukum di masyarakat. Ia menyebut, misalnya, polda NTB menerima sedikitnya 12000 laporan kasus, namun berkat bhabin mampu menyelesaikan persoalan dengan dialog dan kesepakatan warga, kasus turun drastis jadi hanya berkisar 8000 pertahun.

“Kita digaji rakyat. Layanani rakyat dengan baik. Jangan sakiti rakyat. Saya akan pertaruhkan jabatan karena panggilan allah. Allah yang mencari jalan keluar dari kesusahan manusia,”katanya, lugas.

Kapolda menegaskan, sebagai pimpinan ia wajib menghargai tugas mulia yang sudah dilakukan Nurlana. Bahkan seorang jenderal seperti dirinya sekalipun wajib berguru dan hormat terhadap pengabdian yang dilakukan Nurlana.

“Saya bahkan seorang jenderal belum mampu melakukan apa yang sudah dilakukan Nurlana ini. Saya wajib hormat dengan beliau (Nurlana, red),” tegas Kapolda.

img-20161004-wa0006
Bripka Nurlana, tengah memberikan keterangan pers.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Saifuddin mengaku bersyukur atas kebijakan polri menerjunkan bhabinkamtibmas di desa desa. Ia mengakui bahkan, keberhasil program pemerintah seperti Jambanisasi dan bedah rumah dapat terlaksana berkat didukung bhabinkamtibmas.

“Kami laporkan pak Kapolda, bhabinkamtibmas ikut bersinergi dengan agen Program Daerah Pembangunan Gotong Royong (PDPGR). Ikut mengukur rumah rumah orang, dan mengecek jamban. Kami sangat terbantu,” kata, Fud dalam sambutannya.

Tokoh ulama setempat, Dea Guru KH.Zulkifli Daud, mengatakan, Bripka Nurlana menjadi inspirasi warga. Sosoknya yang dikenal agak keras dan kasar dulu, kini berubah menjadi pengayom dan pencerah. Masyarakat bangga, karena apa yang ia perjuangkan dan korbankan berguna bagi kemaslahatan ummat.

“Dia ini, tidak saya ajar agama dan Alqur’an seperti pengajian dan pondok. Kami menasehati dia dengan hal kecil, memahami hadist dan alquran, dengan contoh di sekeliling kita. Alhamdulillah dia bisa berubah, amin,” kata tokoh yang juga kyai kampung ini.

Kedatangan rombongan Kapolda terasa mendadak. Jenderal bintang satu itu, nampaknya tak sabar mendatangi sosok anak buahnya yang dieluh eluhkan masyarakat. Satu kata yang terucap dari suara lantangnya, ‘Saya berkewajiban datang hanya untuk memberi hormat’. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here