Insiden Teronton Tergantung di Dermaga Tano

0
475
div class="td-all-devices">

Keterangan Foro : KMP Belida, kapal penyeberangan Ferry mengalami insiden patah Ramdoor di dermaga dua Poto Tano, Kamis (19/10) sekitar pukul, 5.32 pagi tadi.

 

TALIWANG—KMP Belida Kapal angkutan penyeberangan Ferry di Poto Tano pagi tadi sekitar pukul, 5.32 mengalami insiden patah Ramdoor Alley Way Corridor atau pintu kapal yang berfungsi menjadi jembatan bongkar muat kendaraan dan orang.

img-20161019-wa0006
Inilah posisi terakhir Teronton pengangkut alat berat yang tegantung dari badan dermaga.

Sejumlah saksi mata mengatakan, kapal yang mengangkut sebuah truk teronton yang memuat alat berat Exavator kesulitan bongkar akibat dek anjungan terlalu rendah ketimbang tinggi alat berat. Sehingga kapal harus merubah haluan agar bisa bongkar melalui buritan.

“Namun ketika teronton hendak melewati Ramdoor tadi, tiba tiba jembatan penghubung corridor tadi patah. Akibatnya, badan teronton terpaksa tergantung hanya ditahan pembatas jembatan kapal. Sementara alat berat tertahan diposisi badan dermaga,”ujar, Manager Operasioanal PT ASDP unit Poto Tano, Alvius D Bago, Kamis (19/10).

Saat ini kata dia, kapal terpaksa harus ditahan dengan menambah tali tambat untuk menjaga posisi kapal stabil. Yang ditakutkan menurutnya, jika gelombang muncul hingga membuat posisi kapal tidak stabil dan teronton beserta alat berat bakal jatuh kelaut. Ia juga mengatakan, tali sling terbuat dari kawat baja penahan Ramdoor tadi ikut putus karena tak mampu menahan beban begitu berat.

“Kita duga kapalnya Over Load atau kelebihan beban,” ujar Alvius.

Hingga saat ini kata dia, otoritas pelabuhan setempat masih berusaha menyusun skenario evakuasi agar teronton dan alat berat segera di selamatkan.

“Alat berat ini datang dari pulau lombok rencana menuju Kabupaten Sumbawa Barat. Hingga menjelang siang, kami masih menunggu tim ahli untuk mengevakuasi,”tandasnya lagi.

img-20161019-wa0007
Tim evakuasi tengah berupaya menurunkan akat berat ini agar beban teronton berkurang serta bisa ditarik kedalam kepal kembali dengan bantuan derek.

Sementara itu, otoritas Syahbandar atau administratur pelabuhan yang bertanggung jawab terhadap keselamatan pelayaran mengatakan, kapal KMP Belida tidak kelebihan beban. Hanya saja, kapal itu tidak sesuai standar memuat alat berat seperti itu. Sebab kapal tersebut tidak dimodifikasi untuk mengangkut beban teronton dan alat berat tersebut.

Syahbandar masih menduga ada unsur kelalaian dalam proses bongkar muat kapal. Saat ini, informasi yang diterima media menyebutkan, syahbandar Poto Tano tengah berkoordinasi dengan syahbandar Kayangan Lombok Timur guna melakukan cek atau investigasi.

“Dugaan sementara beban Ram Door atau jembatan pintu kapal berlebih. Sebentar lagi kita evakuasi, yang langsung saya pimpin. Hanya saja tim masih menunggu air pasang. Kita masih fokus ke evakuasi dulu,” kata, kepala Syahbandar wilayah kerja Benete, Muhamad Ilyas, di Poto Tano.

Ilyas mengatakan, saat ini skenario evakuasi yakni kapal akan dimajukan hingga menempel dengan badan dermaga. Alat berat diturunkan barulah teronton akan ditarik masuk kembali kedalam kapal untuk selanjutnya kapal merubah haluan untuk membongkar kearah anjungan.

Hingga berita ini disiarkan, praktis aktifitas bongkar muat kapal penyeberangan terganggu menunggu evakuasi usai dan pengecekan kerusakan dermaga. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here