Subhanallah, Pesan ‘Dari Langit’ Untuk Sang Jenderal

0
28307
div class="td-all-devices">

Keterangan Foto : Kapolda NTB menerima Bripka Nurlana dengan hangat diruang kerjanya. Bak kawan dan keluarga sendiri, Kapolda tidak segan segan menasehati Nurlana bahwa pujian itu merupakan, ujian yang berat.

“Saya di panggil bapak Kapolri. Diberi penghargaan, hanya lantaran saya menghadiri acara anggota saya menghibahkan tanah untuk membangun Masjid. Di Mabes Polri, saya tidak tahu bahwa para jenderal dari seluruh angkatan tiba tiba menaruh hormat kepada saya. Rupanya mereka sudah melihat vedeo pidato saya di youtube yang menjadi viral dimana mana,”

Brigadir Jenderal Umar Septono


MATARAM—Siapa yang tidak kenal dengan sosok Brigadir Jenderal Umar Septono. Kapolda NTB ini menjadi buah bibir karena apa yang telah ia lakukan banyak menyita perhatian masyarakat, khususnya para pengguna media sosial.

Ia ramai di bicarakan karena beberapa tayangan vedeo youtube dan media massa tentang dirinya kontan menjadi viral. Misalnya, ketika ia meminta anak buahnya para perwira tinggi di jajaran polda NTB belajar dari tukang sapu . Ia juga mengumumkan dengan bangga serta mengapresiasi tindakan salah seorang anggota polisi lalulintas yang berani menghentikan mobil dinasnya ditengah pasukan pengawal, membelah jalan ibu kota Provinsi itu demi menyeberangkan warga Lanjut Usia (Lansia).

Tidak hanya itu,  Umar semakin heboh saja ketika vedeo  takbir dalam  pidato di sebuah acara di Desa Seteluk Atas, Kabupaten Sumbawa Barat sontak juga menjadi viral di media sosial. Dalam vedeo itu, Umar berkata, berani mempertaruhkan pangkat dan jabatannya hanya karena tidak ingin ketinggalan sholat berjamaah dan azan. Ia berani meninggalkan rapat bahkan dengan jajaran Polri dan para menteri sekalipun jika azan telah berkumandang. Takbirnya membuat para netizen menjulukinya, Umar Bin Khatab radiallahuanhu sahabat Rasululla SAW.

img-20161026-wa0017-1
Pose bersama Kapolda NTB, Brigadir Jenderal Umar Septono bersama Bripka Nurlana dan Istri, Erly, usai bertemu diruang kerja Kapolda, Rabu (26/10).

“Merinding aku dengarnya!!!, Kapolda ini mengingatkan kita kepada sosok sahabat Nabi Ummar Bin Khatab,”tulis, salah satu akun facebook mengomentari vedeo viralnya itu.

Ia sadar betul, apa yang sudah di lakukannya itu  disaksikan ribuan pasang mata, disorot media massa bahkan salah satu stasiun TV swasta nasional ingin membuat biografi tentang dirinya.

“Bapak tegas menolak itu. Ia menolak di ekspose atau di wawancara tentang aksinya itu. Kapolda berpesan,  hanya Nabi Muhammad Rasulullah yang boleh dijadikan contoh. Ia abdi negara dan melaksanakan kewajibannya sebagai muslim,”ujar, salah seorang Asisten Pribadi Kapolda.

Tapi semakin penasaran saja melihat dari dekat sepak terjang Perwira Tinggi (Pati) berpangkat bintang satu itu. Puncaknya, Selasa (25/10) malam, tiba tiba media mendapat informasi, bahwa sang jenderal tidak malu malu serta tanpa menjaga gengsi menelepon seorang polisi hanya berpangkat bintara. Ia adalah Bripka Nurlana. Bahkan dalam apel pagi Rabu (26/10), Kapolda kembali mengumumkan telah memberikan penghargaan kepada Bripka Nurlana. Seakan memberikan motivasi kepada anggota lainnya.

“Pak Kapolda menelpon saya, saya tiba tiba di minta menghadap pagi ini, Rabu (26/10) langsung keruangan beliau,” kata Nurlana, bertanya tanya seakan tak percaya.

Nurlana antara percaya dan tidak, sesegera mungkin berkemas menuju Mataram. Bahkan ia bertanya tanya ada apa gerangan, mungkinkah langkah yang ia lakukan menyumbangkan sebagian hartanya membangun masjid di desanya malah kontra produktif bagi nama baik kepolisian.

“Saya berusaha menolak prasangka itu. Saya lapor kepada Kapolsek dan di teruskan kepada Kapolres, bismillah saya akhirnya berangkat,”katanya.

“Oh mas Nurlana ya. Sudah di tunggu sama bapak di ruangan kerjanya sejak tadi. Bapak menanyakan kamu terus,” kata Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda NTB, Komisaris Besar Polisi Budi Indra Dermawan pejabat yang ditunjuk Kapolda menunggu Bripka Nurlana sejak pagi.

Zonamerah yang kebetulan penasaran dengan pesan Kapolda itu, ikut mendampingi Bripka Nurlana. Dirlantas akhirnya menunjuk seorang perwira mengantarkan Nurlana yang juga datang di dampingi sang istri, Erly Nurwamiaty keruangan Kapolda. Disana sudah menunggu Sepri Kapolda dan langsung saja mempersilahkan Nurlana memasuki ruangan Kapolda.

“Kapan rencana kamu berangkat umroh. Apa bisa bersamaan dengan istri,” kata Jenderal langsung seketika menyambut kedatangan Nurlana.

Meski sedikit keluh dan kaku, Nurlana hanya menjawab sekitar 20 November 2016. Rupanya, Nurlana diminta berangkat umroh dengan sang istri oleh kapolda langsung.

” Ini ada amanat dan hajat orang yang harus saya sampaikan. Kamu dipilih untuk menerima ini. Ini hajat seseorang yang tidak mau namanya di sebutkan. Kebetulan orang itu mencari orang yang tepat dan pas menerima umroh ini. Dan kebetulan kamu yang dipilih,”ujar, Umar menyampaikan langsung kepada Nurlana.

Kapolda bahkan mengaku tidak menyangka bahwa Nurlana di pilih menerima amanah ini. Kebetulan ia sempat menyampaikan tentang cerita  bhabinkamtibmas kepada orang tersebut.

“Saya di panggil bapak Kapolri. Diberi penghargaan, hanya lantaran saya menghadiri acara anggota saya menghibahkan tanah untuk membangun Masjid. Di Mabes Polri, saya tidak tahu bahwa para jenderal dari seluruh angkatan tiba tiba menaruh hormat kepada saya. Rupanya mereka sudah melihat vedeo pidato saya di youtube yang menjadi viral dimana mana. Pidato saya di Seteluk atas,”ujar, Umar heran.

Umar bahkan khawatir dengan beredarnya vedeo itu, masyarakat menilai sosok dirinya sebagai panutan yang dianggapnya berlebihan.

“Saya bukan panutan, justru saya takut kepada allah. Sebab hanya rasulullah saja yang pantas di jadikan panutan. Saya hanya melaksanakan tugas sebagai seorang muslim. Justru saya tidak bisa melakukan apa yang sudah kamu lakukan,” ucapnya, langsung kepada Bripka Nurlana dan istri.

Pertemuan itu memang berlangsung singkat. Namun penuh hikmah dan makna. Bahwa,  hadiah umroh yang di berikan kepada Nurlana ibarat titipan ilahi yang diturunkan melalui tangan sang jenderal.

“Semua akan di kembalikan kepada allah. Tidak ada daya dan upaya kecuali karena kehendak allah. Saya teringat, guru menyampaikan kepada saya, berdaganglah kamu dengan Allah, insya allah pasti untung. Tetapi jika kamu berdagang dengan manusia, pasti ada ruginya,” ucap Nurlana singkat sembari bersyukur.

Menurut Nurlana, ia memaknai peristiwa yang ia alami berjalan bagai air. Ia yakin selebihnya menjadi urusan allah. (ZM.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here