Kapolda Metro : Tak Ada Perintah Tembak di Tempat

0
316
div class="td-all-devices">

Keterangan Foto : Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Muhammad Iriawan (kanan) usai Serah Terima Jabatan Kapolda menggantikan, Irjen Polisi Moechgiarto di Mabes Polri belum lama ini.

 
JAKARTA–Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal (Irjen) Muhammad Iriawan meluruskan beredarnya informasi atau pemberitaan yang di nilainya provokatif dan tidak benar, dalam upaya kepolisian mengawal aksi unjuk rasa ummat muslim di Jakarta yang menuntut pelaku penistaan agama segera di tangkap, pada 4 November mendatang.

Sejauh ini, menurut Muhammad Iriawan tidak ada perintah tembak di tempat terhadap  demonstran  di Jakarta. Kepolisian kata dia sesuai perintah undang undang wajib mengawal serta mengamankan penyampaian pendapat di muka umum yang di sampaikan masyarakat.

” Polisi dalam hal ini Polda Metro Jaya hanya melakukan pengamanan serta pengawalan penyampaian pendapat masyarakat. Kami di larang  menggunakan senjata api untuk mengawal jalannya demonstrasi,”kata Mummad Iriawan yang disiarkan kepada media melalui akun instagram pribadinya, Minggu waktu setempat.

unnamed
Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Muhammad Iriawan pose bersama Perwira Tinggi TNI menunjukkan soliditas untuk memperkuat pengamanan Ibu kota Jakarta.

Kapolda menghimbau masyarakat agar tidak terhasut dalam provokasi yang memicu memanasnya suasana. Saat ini, kata dia, TNI dan Polri bersama sama mengawal dan menjaga keamanan agar tidak ada lagi penyusup serta upaya provokasi.

Ia menegaskan, TNI dan Polri tengah sekuat tenaga mengamankan DKI dari gerakan atau tindakan anarki yang merusak suasana kondusif. Ia meminta media massa ikut membantu aparat menyejukkan suasana dan tidak termakan provokasi tadi.

“Kami tidak ingin kondisi di timur tengah atau Irak atau paling tidak  tragedi 98 kembali terjadi. Polri menyadari penegakkan hukum merupakan tanggung jawab mutlak dan pasti di minta pertanggung jawaban oleh masyarakat dan negara,”katanya.

Sebelumnya banyak sekali beredar informasi melalui media online dan akun media sosial yang menyebutkan ada perintah tembak di tempat bagi demonstran yang anarkis dan rusuh di Jakarta. Berita ini yang di bantah keras mantan Kapolda NTB itu.

Akun akun itu menyebutkan ada penggalangan kekuatan besar besaran Polri melalui pasukan satuan Brigadir Mobil (Brimob) untuk di perbantukan guna mebantu pengamanan ibu kota. Sebagaimana kita ketahui bersama, DKI merupakan ibu kota negara. Situasi apapun yang terjadi di ibu kota akan mempengaruhi wilayah lain di Indonesia. (Zm.ndy-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here